Wijhah; Get What You Want!

Wijhah الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ * وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَ...

wijhah


Wijhah


الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِينَ * وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. Oleh sebab itu, janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu. Dan setiap umat memiliki kiblat (tersendiri) yang ditentukan oleh-Nya. Oleh karena itu, (janganlah banyak berdebat tentang masalah ini, dan sebagai gantinya) berlomba-lombalah kalian (dalam berbuat) kebaikan. Di mana pun  kalian berada, pasti Allah akan mengumpulkan kalian semua (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(QS. Al-Baqarah[02]:147-148).


Tafsir Ayat
Baitul Maqdis adalah kiblat ‘temporal’ pertama kaum muslimin. Konon, Rasulullah saw sedang menanti-nanti amr al-Ilahi (bimbingan wahyu) mengenai perpindahan kiblat. Di sisi lain, kaum Yahudi melakukan serangkaian fitnah, dan mempermasalahkan kesamaan kiblat kaum muslimin dengan mereka. Mereka melontarkan klaim kontradiktif; bahwa kaum muslimin sama sekali tidak mengerti persoalan kiblat. Tidak mandiri, dan hanya menjiplaknya dari mereka. Sehingga, muncul stigma negatif yang mengatakan; “Penerimaan kaum muslimin terhadap kiblat kaum Yahudi adalah berarti mengakui kebenaran agama mereka.”
Pada saat-saat sensitif itulah, Malaikat Jibril turun meraih tangan Rasulullah saw—ketika beliau sedang menunaikan shalat Zhuhur dengan para sahabat ra—dan memutarkan wajahnya ke arah Ka’bah. Hal tersebut diikuti shaf kaum muslimin. Peristiwa ini direkam di dalam al-Quran:
Kami telah mengetahui engkau sering menengadah ke langit (menunggu penentuan kiblat). (Sekarang) Kami akan memalingkanmu ke arah kiblat yang akan kau ridhai. Maka, palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram, dan di mana saja kalian berada, palingkanlah muka kalian ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang telah diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) mengetahui bahwa ketentuan itu adalah benar (telah datang) dari Tuhan mereka, dan Allah tidak akan lengah terhadap apa yang mereka lakukan itu. (QS.al-Baqarah[02]:144).
Luar biasanya, fenomena ini sekaligus menjadi salah satu argumentasi kenabian Rasulullah saw, sebagaimana diungkap  bagian akhir ayat di atas. Pengikut al-Kitab pun telah mengetahui prototype kenabian ini dalam kitab mereka. Bahwa, Nabi terakhir pasca-Isa al-Masih adalah nabi yang akan melakukan shalat pada dua kiblat. Ya, salah satu indikator kenabian Rasulullah saw adalah beliau membebaskan dirinya dari pengaruh adat kebiasaan sosial masyarakat kala itu. Juga, meninggalkan Ka’bah (tempat suci Bangsa Arab) dan menghadap ke arah kiblat kaum minoritas (Yahudi).
Fragmentasi ayat “dan Allah tidak akan lengah terhadap apa yang mereka lakukan itu…” adalah kecaman terhadap pengikut al-Kitab yang menyembunyikan hakikat kebenaran ini, dan memprovokasi kaum muslimin, dalam rangka membendung kebenaran argumentasi kenabian Rasulullah saw. Allah swt tidak akan melalaikan niat dan perlakuan mereka, dan kelak mereka akan mendapat balasannya.
Sebenarnya, Rasulullah saw memiliki keikatan khusus dengan Ka’bah, sebagaimana keikatan beliau terhadap Nabi Ibrahim as. Beliau mengetahui, bahwa Ka’bah adalah pondamen awal teologi (ketauhidan), dan karenanya beliau berharap segeranya perpindahan kiblat; dari Baitul Maqdis ke Ka’bah. Beliau menantikannya. Beliau senantiasa menengadahkan wajahnya ke langit. Tanpa kata. Tanpa do’a. Semua ini adalah bentuk istislam (kepatuhan) mutlak Rasulullah saw. Kami telah mengetahui engkau sering menengadah ke langit (menunggu penentuan kiblat).


Kiblat adalah Persoalan Kebenaran
Persoalan kiblat sangat sensitif, yang bisa memicu terjadinya perpecahan di tubuh kaum muslimin. Karenanya, perintah menghadap kiblat diulang dua kali; pertama khusus kepada Nabi saw, dan yang kedua perintah kepada seluruh kaum muslimin. Walaupun, belumlah ada satu ayatpun yang secara redaksi ‘khusus’ kepada Nabi, melainkan berlaku kepada seluruh kaum muslimin. Sebab, khitab al-Qur’an diperuntukkan secara universal kepada mereka. Bukan untuk Nabi saw saja.
Jika kita amati, al-Quran memberikan perhatian terhadap persoalan ini. Lihatlah pada runutan ayat berikutnya; 145-146. Akan nampak, bagaimana al-Quran membongkar kondisi psikis-teologis pengikut al-Kitab, serta upaya mereka dalam menyeret persoalan ini menjadi syubhat kenabian. Sehingga, sebagai muslim kita dipandu untuk menghindari konfrontasi polemik dengan mereka. Percuma. Tidak ada presentasi, hujjah, dan argumentasi yang akan membuka hati mereka. Mengapa? Sebab ini adalah persoalan kebenaran. Sebaliknya, tidak ada ruang bagi kita untuk mendiskusikan hal ini. Terlalu naif berharap mereka akan bersepakat dengan kaum muslimin dalam masalah kiblat. Toh, sesama mereka (Yahudi dan Nasrani) memiliki kiblat berbeda-beda.
Yang harus dipahami adalah, sepanjang sejarah kerasulan, para nabi telah memberi warna dalam hal ‘menghadap kiblat'; sebagian menghadap ke Baitul Maqdis, dan sebagian yang lain ke Ka’bah. Kiblat bukan persoalan ushuluddin, bukan pula hukum semesta (amr takwini) yang tidak dapat berubah. Namun, ia bersifat deduktif dan bimbingan wahyu secara langsung.
Salah satu masalah pengikut al-Kitab adalah fanatisme eksklusif. Secara faktual al-Qur’an menyebutkan, bahwa mereka mengetahui (baca:mengenal) hal ihwal Nabi saw; nama dan ciri-cirinya sama seperti mengenal anak cucu mereka. Hal ini dengan mudah kita ketahui, bila merujuk kisah Nabi saw di Kuil Bostra, tatkala Pendeta Bahira menjelaskan tentang nubuwat Nabi Muhammad kelak kepada Paman beliau; Abi Thalib. Atau, ketika salah satu ulama Yahudi; Abdullah bin Salam memeluk Islam, dan ia mengatakan; “Aku lebih mengenalnya (Nabi saw) lebih dari mengenal anakku sendiri.” Namun, fanatisme telah menutup logika mereka. Sehingga, apapun nilai-nilai yang dibawa oleh Nabi saw tidak akan diterima, betapapun argumentasi mendukungnya.
Kiblat adalah identitas. Ia adalah sebuah kebenaran yang harus diterima mutlak, tanpa ragu-ragu. Ia juga merupakan sebuah orientasi, perlambang tujuan, dan nilai sebuah visi. Ia adalah citra yang membedakan secara fisikal seorang muslim dengan lainnya. Sederhananya, kiblat bukan soal opini dan toleransi. Ia adalah nilai-nilai kebenaran. Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. Oleh sebab itu, janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu.


Sebuah Interpretasi
Dan setiap umat memiliki  wijhah tersendiri. Para pakar menginterpretasi “wijhah” dalam beberapa versi. Pertama, Mujahid, Rabi’, Ibnu Zaid, dan Ibnu Abbas mengatakan; Wijhah adalah perbedaan millah (agama) bagi setiap kaum Yahudi dan Nasrani. Kedua, al-Hasan mengatakan; setiap para nabi memunyai satu wijhah yang sama, yaitu Islam. Sekalipun berbeda dalam sisi yurisdiksi (hukum), sebagaimana dimaksud ayat; Untuk tiap- tiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. (QS.al-Maidah[05]:48). Kedua pendapat ini mendukung  realitas pluralisme agama. Ketiga, Qatadah berpendapat; hal tersebut diatas menegaskan realitas prilaku para nabi; sebagian dari mereka melakukan shalat menghadap ke Baitul Maqdis, dan sebagiannya ke Baitullah di Ka’bah. Dan keempat, pendapat yang menginterpretasi kata ‘wijhah’ secara etimologis. Hal ini digagas oleh al-Juba’i. Ia mengatakan; secara kebahasaan, wijhah berarti arah. Maksudnya, secara geografis kaum muslimin berbeda arah dalam hal menghadap kiblat. Sebagian di belakang Ka’bah, sebagian di depannya. Ada yang di arah kanan, dan sebagian lain di arah kirinya. Wijhah pun diartikan dalam dua substansi; pertama, wijhah adalah kiblat. Ini digagas oleh Mujahid dan Ibnu Zaid. Kedua, wijhah adalah hukum-hukum syariat yang dikandung Islam. Pendapat ini disitir oleh al-Hasan.


Fokus Meraih Tujuan
Jika kiblat adalah sebuah identitas, kebenaran, dan visi dalam hidup, maka secara otomatis setiap manusia—individu maupun kelompok—memilikinya sesuai dengan keyakinan dan ideologinya. Ini alamiah. Sebab manusia memiliki tendensi, obsesi, dan capaian-capaian yang tidak mungkin keluar dari kemampuan nalarnya. Lingkungan, apa yang dibaca-didengar-dilihat-dirasakan, faktor sosial masyarakat dan segala hal yang melingkupinya adalah great line yang membatasi cara berpikir dan berprilaku. Ia tidak mungkin keluar dari kungkungan semua itu.
Sebagai sebuah kebenaran, berkiblat ke Ka’bah tidak bisa dipaksakan kepada sekelompok orang yang meyakini selain Islam. Sebagai sebuah identitas, ia tidak dapat disematkan kepada  non-muslim. Dan sebagai sebuah visi, ia tidak dapat dicreat dan diinclude dalam global mapping (rencana global) kaum sekuler dan hedonis. Maka, sebagai muslim kita dituntun untuk mengabaikan semua bentuk pemaksaan, dan memfokuskan diri meraih wijhah (maksud, tujuan, ending goal) dan kiblat ka’bah kita dengan kontinus dan dengan semangat sportifitas. Mengabaikan segala bentuk perbedaan; kecil atau besar, dan memfokuskan diri untuk berlomba-lomba dalam kebaikan adalah solusi dalam mengatasi keberbedaan, perselisihan, dan konflik.
Dan setiap umat memiliki wijhah (tersendiri) yang ditentukan oleh-Nya. Oleh karena itu, (janganlah banyak berdebat tentang masalah ini, dan sebagai gantinya) berlomba-lombalah kalian (dalam berbuat) kebaikan…
Bila dicermati, ada perbedaan tipis antara berlomba-lomba dan ‘bertanding’. Pemilihan diksi yang sangat hati-hati; berlomba-lombalah kalian (dalam berbuat) kebaikan. Bukan bertandinglah kalian dalam kebaikan. Ada lapis-lapis makna yang membedakan antara berlomba dan bertanding. Ambil beberapa contoh cabang olahraga, misalnya. Sepak bola, tinju, lari, dan renang. Dua yang pertama, adalah simpul dari ‘pertandingan’. Sedangkan dua yang terakhir adalah contoh dari ‘perlombaan’. Dalam realitas sepak bola, terdapat prilaku-prilaku tidak fair dan tidak sportif yang terjadi. Begitu pula dalam tinju. Untuk menang, perlu memukul jatuh lawan. Beda halnya dalam cabang olah raga renang atau lari. Masing-masing peserta memiliki line sendiri. Tidak ada yang harus dijatuhkan, disepak, atau dilukai. Semuanya hanya berfokus mencapai finish tercepat.
Dalam konteks keberagamaan, mestinya setiap muslim menganut asas fastabiqul khairat. Ini berlaku dalam seluruh aspek; teologis, falsafi, sosial dan politik. Sebab, seandainya Allah swt berkenan, niscaya semua umat manusia akan menjadi ‘satu’. Akan tetapi Dia hendak menjalankan hukum semesta-Nya, menguji manusia atas karunia yang diberikan oleh-Nya, serta mengejawantahkan nilai-nilai ‘ciptaan’ ke dalam seluruh makhluk-Nya; spirit survival, kausalitas, naluri, insting, dan lain sebagainya.  Tidak perlu, untuk menjadi benar harus menyalahkan orang lain. Untuk menjadi yang baik, tidak perlu memburukkan citra orang lain. Untuk menjadi hebat, tidak perlu mengkerdilkan orang lain. Ia dinilai benar, karena kelurusan jalan hidupnya. Ia dinilai baik dengan kebaikan-kebaikannya. Dan ia dinilai hebat karena prestasinya. Killing for a living (membunuh untuk hidup) hanya berlaku di hukum rimba. Bukan di alam Islami, dan bukan pula di masyarakat madani. Sebab, Islam memberikan kunci ‘sportifitas’ dalam hidup.
Berlomba-lombalah kalian (dalam berbuat) kebaikan…
Di mana pun  kalian berada, pasti Allah akan mengumpulkan kalian semua (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Perjalanan hidup di dunia, hanyalah sebagian fase dari skenario penciptaan manusia dan alam semesta. Maka, segala yang terjadi di dalamnya adalah supraproses yang akan berujung di akhirat. Ini berarti hidup adalah pilihan. Life is choice. Sebagai muslim—yang semua nilai dalam kehidupannya berlandaskan Islam dan seluruh kreatifitas didedikasikan untuk Islam pula—menjadikan ‘perlombaan dalam  kebaikan’ adalah visi, guna meraih kebahagiaan sejati kelak di akhirat. Sebab, perlombaan kebaikan di dunia, akan dinilai di hadapan Rabb al-Izzah, Allah swt. Itulah garis finish kreatifitasnya; memperoleh ridha-Nya, dan bahagia di kehidupan akhirat.


Refleksi
Keindahan estetika pada untaian ayat di atas, menginspirasi setiap muslim untuk menciduk nilai-nilai luhur di dalamnya. Sebab, al-Qur’an adalah kitab petunjuk, jalan hidup, dan buku pedoman. Ia tidak hanya dipersembahkan bagi orang-orang yang menjadi saksi turunnya. Namun—sebagai miracle—nilai-nilai universal di dalamnya, abadi untuk umat manusia, sepanjang masa.
Berikut ini, kita akan mendedahnya dalam tadabbur sederhana, sebagai upaya mengaktualisasikan pesan luhur ayat di atas. Pertama, fragmentasi ayat; Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu. Penggalan ayat ini menegaskan bahwa kebenaran selalu datang dari Tuhan. Penilaian tentangnya pun haruslah dari-Nya. Manusia tidak memiliki hak untuk mengklaim kebenaran, memvonis dan memutuskan perkara kebenaran. Semuanya mutlak merupakan hak Allah swt. Bukankah di antara sekian asma-Nya, Dia menyematkan pada diri-Nya Al-Haq (Pemilik Kebenaran). Ibnu Juraij mengatakan; al-Haq adalah Allah swt, sebagaimana dikutip oleh al-Thusi. Semangat ayat ini akan menuntun setiap muslim menjadi pribadi yang;




  • Senantiasa berada di jalan al-Haq; sikap dan prilakunya.

  • Seluruh hidupnya berorientasi ‘ketuhanan’. Dalam bahasa sederhana, religius.


Kedua, penggalan ayat; Oleh sebab itu, janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu. Dalam menerima al-Haq sebagai prinsip dan jalan hidup, seorang muslim tidak pernah ragu-ragu dalam mengikutinya. Tidak setengah hati. Ia begitu yakin dan optimis. Pesan ayat ini akan membentuk seseorang menjadi pribadi muslim yang;




  • Senantiasa memiliki sikap yang tegas, tidak ragu-ragu, serta memiliki kekokohan komitmen.

  • Memunyai pemikiran dan prilaku positif. Tidak pernah negatif


Ketiga, penggalan ayat; Dan setiap umat memiliki wijhah (tersendiri) yang ditentukan oleh-Nya. Oleh karena itu, (janganlah banyak berdebat tentang masalah ini, dan sebagai gantinya) berlomba-lombalah kalian (dalam berbuat) kebaikan. Pesan luhur ayat ini berbicara tentang keragaman, kebhinnekaan, dan kemajemukan. Juga berisi uraian sikap yang mesti diambil oleh setiap muslim. Pengamalan ayat ini akan membentuk karakter muslim yang;




  • Menghargai ‘kebenaran’ yang diyakini orang lain, dan mampu bertoleransi dengan baik.

  • Memanfaatkan waktu. Sebab hidup adalah perlombaan kebaikan.

  • Menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas, sebagai renungan atas fastabiqul khairat.

  • Mampu memanajemen konflik, sehingga menjadikannya sebagai wahana berfastabiqul khairat. Bukan mengubah konflik menjadi kecarutmarutan, atau mengembangkannya sebagai keadaan yang lebih rumit.

  • Senantiasa meraih apa yang diharapkan, dengan kekuatan ruhaninya.


Dan keempat, ayat berbunyi; Di mana pun  kalian berada, pasti Allah akan mengumpulkan kalian semua (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Pesan ayat ini menjelaskan ending perjalanan hidup manusia. Semua bermuara di hadapan-Nya, kelak di hari kiamat. Maka seluruh amalan dan perbuatan yang dilakukan, akan diminta pertangungjawabannya. Keimanan terhadap ayat ini, akan melahirkan sikap positif, di antaranya:




  • Berpandangan jauh ke depan (visioner).

  • Mempunyai rencana masa depan yang tersistemik. Sebab, seluruh orientasi hidupnya, didedikasikan untuk meraih finish di hadapan Allah swt, sebagai orang yang diridhai, dan memperoleh kebahagiaan hakiki.


Point-point penting di atas bukanlah keseluruhannya. Sebab semakin diciduk, akan semakin banyak kandungan yang didapat. Karenanya, di dalam pendahuluan buku “Membumikan Al-Quran”, sang penulis; DR. Quraish Shihab mengutip pendapat Syekh Syaltut, beliau mengatakan; “Al-Quran adalah mutiara, yang setiap sisinya memancarkan cahaya.”
Semoga, kajian ini bermanfaat untuk menuntun kita meraih garis finish hidup kita dengan sempurna. Get what you want![] Husain Syadid

loading...
loading...
loading...
Name

#ahlulbait #shalawat #doa #AlQuds #buku putih mazhab syiah #DR Ahmad Thayyib #Dzikir #ebooks #Fatimah #FikihSyiah #ImamAli #ImamHasanAlMujtaba #ImamKhomeini #isis #kitabsyiah #syiahmenjawab #alkafi #Mufti Ahlusunnah Mesir #Mufti Al-Azhar #Persatuan Umat Islam #Syiah Bagian dari ISLAM #syiahmenjawab #tabayyun #alibinabithalib #Umur #Walipitu #Walisongo #Wawancara Eksklusif 10 kegagalan memahami syiah 17 Agustus 2017 4 Pesan Nabi SAW kepada 'Ali as ABI ABI berkunjung Kemenko Polhukam abu bakar abu dzar abu dzar al-ghifary abu jaham Abu Turab Adab Berkomunikasi Dalam Quran agama Agama amp; Dunia Agama dan AKhlak Agama dan Dunia Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern Agama Memperkuat Diri Hadapi Kesulitan Agama Sadis agama untuk manusia Agresi Saudi agustinus ahkamul quran Ahli Ibadah Yang Riya' ahlul bait ahlul bayt ahlul bayt as ahlulbait Ahlulbait as adalah Ahlu adz Dzikr Ahlulbait as Bagaikan Pintu Pengampunan Ahlulbait Nabi as adalah Tali Allah Ahlussunnah ahlusunah Ahmad Taufik Jufry air Air Mata Kerinduan Uwais Al Qarani Kepada Rasul SAW Ajaran Ajaran Nabi Muhammad Saw Untuk Kehidupan ajwibah akal fitrah AKAR FITNAH akhlak Akhlak Imam Sajjad Pasca Karbala Akhlak Mulia Akibat Lalai Shalat Akidah Akidah Syiah Aktivis Al Mahdi al quran Al Quran al quran syiah Al-Fatihah al-ghaib Al-Ghazali Al-Kalbi Al-Qur'anul Karim Al-Quran Alam Ali Ali Akbar Ali ibn Abi Thalib ali khamenei ali shariati ali syariati aliran sesat Amalan Malam Nisfu Sya’ban amaliyah Amr bin Yasir an-Najasy an-Najazyi Anda Bertanya Anda bertanya SYiah menjawab Annemarie Schimmel Anti Stres anti terorisme Antologi Islam Apa Apa Definisi Roti? Apa yang Kita Pikirkan Api Takfiriah Yang Menjilat Diri Sendiri Arab Saudi Arbain Husaini Argumentasi Rasional Syiah Tentang Imamah Aristoteles asal-usul syi'ah Asas Politik Kanjeng Nabi Muhammad SAW Asuransikan dirimu dengan doa ini Asyura asyuro At-Taqrib Audio awjibah Ayat-ayat Keagungan Nabi Ayatollah Bahjat qs Ayatullah Nuri Hamadani Ayatullah Shafi Ghulpaghani Ayatulloh Az-Zahra bab Bagaimanakah Bahagia? bahagia Bahasa Agama BANGGALAH MENJADI BANGSA INDONESIA Bangsa Iran Bangsa Persia Bantahan Keras Bahwa Syiah Pengikut Ibn Saba' Bedah Buku Putih Mazhab Syiah Berbahagia karena berbagi jalanNya berbuat baik Berdzikir dalam Perspektif Imam Khomeini Berita Berkah Sang belahan jiwa Nabi SAW amp; Doa Ziarah padanya Bersama Tuhan Di Bulan Suci bersuci bertindak Berwisata dengan Kemuliaan Fatimah Azzahra Betulkah Syi'ah Mengkafirkan Sunni? bijak Biografi Biografi Allamah Thabathaba'i Biografi Imam Ali Biografi Ulama Syiah Bisik-bisik Obama Tentang Islam di Indonesia Budaya Budaya & Gaya Hidup Budaya amp; Gaya Hidup Buku Putih Mazhab Syiah: Fakta Eksistensi Syiah Bulan bung karno Bung Karno pun Napak Tilas ke Imam Husain di Karbala Bung Karno pun Ziarah Imam Husain di Karbala Buya Syafi'i Ma'arif Cahaya Cahaya Nabi Muhammad Cahaya Nabi Muhammad saw Cahaya Tuhan cak nun CARA MENDIDIK ANAK ala AMIRUL MUKMININ ALI BIN ABI THALIB (S.A) cerita cerita sufi Chat Cinta Cinta Anugerah Terindah Cinta kepada Husein Cinta kepada Nabi SAW Cinta Kepada Keluarga Nabi Muhammad SAW Cinta Menyatu dalam taat kepadaNya Cinta Rasulullah SAW Kepada Empat Sahabat Radhiyallahu'anhum Copernicus corak filsafat Syiah Dan Sinterklas Turut Melakukan Aksi Intifadah Bela Palestina Daras Akidah Daras Akidah MIsbah Yazdi Definisi Roti Deklarasi Bersama Pulangkan Pengungsi Sampang Delapan jalan menghapus dosa Demonstrasi di Yaman Dialog Newton Diam diskriminasi Do’a Doa Adilah Doa Adilah adalah salah satu doa yang dianjurkan dan diajarkan untuk mencegah kita kehilangan iman saat ajal menjemput nanti. Doa Ahad (Janji Setia) Doa Hari Jum’at Doa Jausyan Kabir Doa Keamanan Doa Kumayl/Hazrat Haidr as doa perpisahan ramdhan doa ramdhan Doa Tawassul Nabi dan Ahlulbaitnya yang suci Doktrin Dosa dua belas imam dunia islam Dunia Islam dzulhijah Editorial Empat Hal Yang Mematikan Hati Enam Hal Yang Dapat Menghapus Amal Kebaikan enggan Epistemologi Agama Eskalasi Intoleransi Takfiri di Yogyakarta etika Ramadhan Face Off "Palestine" Fajar 5 Simbol Persatuan Sunni-Syiah FAKTA FATIMAH Faktor Faktor Pemicu Perpecahan falasi Falsafah Kebangkitan Imam Husain Fana Fana dalam dunia Irfan fathimah Fathimah as tentang Keagungan Al-Qur'an fathul bari Fatimah 'alaihassalam FATIMAH AZ- ZAHRA: IBU dari AYAHNYA dan PENGHULU SELURUH WANITA fatwa Fatwa Fatwa Sesat yang mensesatkan fatwa imam Khamenei Fatwa Marja' Fatwa Sayid Khamenei Larangan Mencaci Sahabat dan Simbol-Simbol Ahlussunnah Fenomena Alam fikih fikih ibadah Filosofi Filsafat Filsafat Iluminasionis Filsafat Islam filsafat Kant Filsafat Nahwu fiqh Fiqh Ibadah fiqih Syiah Fiqih syiah najis Firaun Fisafat Fitnah Syiah fuqoha gagal memahami syiah gaib Galileo Gallery Gerakan Politik-Sosial Imam Khomeini Gereja Ghadir Ghadir Khum golden ways Grand Syaikh Al Azhar : Fatwa Larangan Pembunuhan Muslim Syiah Meredam Konflik Sektarian gubernur gubernur mesir Guru hadis hadis ahlulbait hadis syiah Hadist Hadist Rosululloh Hadist Tsaqalain hadits Hadits hadits 12 khalifah. khulafa ar Rosyidin hadits ahlulbait hadits nabi haji Haji Langganan Hajj (The Pilgrimage): Menghampiri Allah Swt hak hak asasi manusia HAK IBU DAN HARI IBU hak sahabat hak teman HAKEKAT NISFU SYA'BAN Hakekat Puasa Menurut Perspektif Al-Quran Hakikat Dzikir Hakikat Syafaat dan Tawassul Menurut Al-Quran hakim Hakim Cium Tangan Terdakwa Halilintar HAM hamba Harapan Hari Internasional al-Quds di Semarang diikuti oleh ribuan orang yang cinta kemerdekaan dan perdamaian hari kemenangan Hari Raya Orang Berpuasa Harmoni Sunnah-Syiah di Irak Harmoni Titik-Temu Sunni/NU dan Syiah harmonis hasan al banna HASAN AL BANNA DAN PROGRAM PENDEKATAN SUNNI-SYIAH hasan al bashri Hasan al-Mujtaba Hati hawa nafsu hawa nafsu dalam al quran hadits hawa nafsu menurut syiah Hedonis Penyakit Kehidupan Hermeneutika hikmah hikmah imam Ali as Himah Hisbulloh Houthi hubungan hubungan antara agama dan akhlak hudud hukum hukum Islam hukum Qiyas hukum Tuhan Hume humor husain husain fadhlullah HUT RI ibadah wanita ibnu hajar ibu Ibu Kaum Mukminin dan Keutamaan Wanita Muslim Pertama Ideologi Syi'ah Idul Qurban dan Penyembelihan ihtiyath ijtihad ikhtilaf ilahi Ilmu Ilmu Agama Ilmu Firoq Image imam imam 12 imam ali Imam Ali Adalah Rahmat Imam Ali Al Ridho as Imam Ali ar-Ridha imam ali bin abi thalib Imam Ali dan Dua Orang Yahudi Imam ALi dan Filsafat Nahwu imam ali khamenei Imam Ali Zainal Abidin Imam Ali Zainal Abidin as Imam As-Shadiq Imam Asajad Imam Hasan Imam Hasan al mujtaba Imam Hasan dalam literatur Syiah Imam Hasan menurut Syiah Imam Husain IMAM HUSAIN PRIBADI DIDIKAN RASULULLAH SAW. Imam Husain Tragedi Karbala Imam Husein imam ja'far shadiq Imam Ja'far Shadiq dalam Mengurai Penyimpangan Imam Jafar Imam Jafar Asshadiq as imam Jafar shadiq as Imam Jafar Sodiq Imam Jawad imam khomeini Imam Khomeini Membangkitkan Kesadaran Umat Imam Khumaini Imam Mahdi Imam maksumin Imam Musa Al Kazhim as Imam Musa Kazhim as Imam Musa Kazim Imam Sajjad Imam Syiah imam syiah. imam ahlulbayt as IMAM ZAMAN as imamah Imamah amp; Wilayah imamah dan khilafah Imamah Imam Ali Imamah menurut syiah Iman iman dan amal. korelasi iman dan amal individu Indonesia indonesia merdeka Info Syi’ah Info Syiah Instropeksi Diri Internasional Iran Iran-kah Bangsa Yang Dijanjikan Dalam Surat Muhammad? Iranphobia dan Syiahphobia Irfan Irfan amp; Tasawuf Irfan dan Akhlak Irfan dan Filsafat Irfan Praktis Irfan Teoritis ISIS Berencana Teror Iran ISIS Perusak Citra Islam Muhammadi (Saw) iskandariah Islam islam damai Islam dan Keindonesiaan islam nusantara Islamisme Islamphobia israel istibra ISTIKHARAH DENGAN TASBIH Jabatan itu tidak lebih berarti dari sepatuku Jabir ibn Abdullah Al-Anshari Jadilah Orang Baik jagalah persatuan umat Jalaludin Rahmat Jalaludin Rumi Jangan Ada Ruang di Indonesia untuk Terorisme Jangan berpangku tangan Jawa Jejak-jejak Imam Ali pada Bendera Macan Ali Cirebon Jokowi Jokowi: Gus Dur tak rela konstitusi diremehkan judul Jurnalis Juru Selamat Kalau Di Jawa Ada Wali Songo Di Bali Punya Wali Pitu Kamu adalah Kebiasaanmu Kanjeng Nabi SAW Karbala KATA DAN UJARAN KATA-KATA YANG MEMBUAT ABU THALIB MANTAP keadilan kebahagiaan Kebangkitan Imam Husain keberkahan bulan ramadhan Kebhinekaaan Kedatangan Imam Mahdi as Kedudukan Bersikap Jujur Dalam Hidup kedudukan perempuan Kefakiran dan Kebakhilan kegagalan memahami syiah Keharmonisan Sunni-Syiah di Masjid Yardyam Rusia Kehendak Bebas Dan Takdir kehidupan Kehidupan Ali ibn Abi Thalib Keilmuan Islam Kejahilan yang paling besar kelahiran keledai Keluarga Nabi KELUH KESAH KAWAN (1) KELUH KESAH KAWAN (2) Kemaksuman Nabi dalam Perspektif Al-Quran Kemaksuman Nabi Muhammad SAW Kemaksuman Para Nabi Menurut Syiah Kembali Kepada Keaslian Jatidiri Manusia Kemenag Gelar Dialog Lintas Guru Agama Untuk Tingkatkan Toleransi Kemenangan Sudah Dekat kemiskinan Kenabian Kenapa Selalu Berpecah-belah? Kepeloporan Syiah di bidang Ilmu Kalam Kepemimpinan Dan Imam Maksum Kepler kerajaan aceh kerjasama Kesatria Karbala Ali akbar kesetaraan Kesucian ketenagakerjaan Keteraturan Keteraturan Fenomena Semesta Ketika Anak Melawan Kita Ketika Binatang-Binatang Berhaji Ketuhanan keutamaan bulan Keutamaan Hari dan Bulan Sya'ban khalifah khilafah khomeini Khotbah 1 Khurasan khutbah Imam Ali as Kilas Balik Murtadha Muthahhari kisah kisah bijak kisah hikmah Kisah Romantis Keluarga Kenabian Kisah sakitnya Rasul sebelum Wafat Kisah sebuah cincin Mulia Kita atau Imam Zaman yang Ghaib? Kita Beragam kitab kitab syiah Koalisi Saudi-Zionis Gagal Tenggelamkan Isu Quds dan Palestina Konsep Ketuhanan Konsep Ketuhanan Dalam Filsafat Konsultan Nikah Saudi bolehkan suami pukuli istri secara Islami Korban Crane kristen Kritik Israel Kumail kurr Lagu Kebangsaan Lahirnya Sang Putera Ka'bah lailatul qadar menurut syiah lailatul qadr Larangan Menolak Peminta Lau Kana Bainana Al-Habib Law Kana Bainana Lentera Ilahi lidah Link logika Lord of The Ring luqman luqman hakim Ma'arif Ma’rifah madzhab Ja'fari makna haji Makna Kesyahidan Makna Syahadah Makrifatullah malaki tabrizi malam di malam lailatul qadar malik asytar mantan Walikota London diskors manusia manusia dan alam semesta Masa Dhuhur Masa IMAM ZAMAN as masalah masehi masuknya islam masyarakat Matahari mazhab Melatih Diri Melatih Diri untuk Hidup Melihat Allah Melihat Tuhan Memohon Taufik Mempelajari Ilmu Agama Menahan Tangisan Si Miskin Menakar Kualitas Sang Mufti Ketika Murka Mencegah Predator Anak Menembus ruang dan waktu bersama Jibril Mengapa Asyura Diperingati Tiap tahun Mengapa Menangis Atas al Husain mengenal hawa nafsu Mengenang dan Berbahagia Menggalang Persatuan Seperti yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW Menghadapi Kemarahan Dengan Santun Menghampiri Allah Swt menjadi manusia haji Menjadi Musafir Yang berhasil Menjaga Amalan MENJAGA HATI amp; LIDAH menjawab fitnah menjawab tuduhan menolak buku panduan MUI Menolak syiah Menyangkal Filsafat Hampa Merdeka mesiah Milad Fatimah Az Zahra as Mimpi yang Terbeli Motivasi Qurani Mozaik muamalah mudhaf Muhammad Muhammad saw Muhasabah diri Muhsin Labib MUI MUI dan Syiah MUI dan Tugas Mempersatukan Umat mujtahid mukallid Mukjizat Nabi Mukmin Adalah Sekufu Bagi Mukmin Munajat/Doa Murid murtadha muthahhari muslimah muthahhari muthlaq Mutiara Ahlulbait Mutiara Hikmah mutiara imam Ali as MY MOTHER IS THE MIRROR OF MY LIFE MY MOTHER IS THE MIRROR OF MY LIFE (2) Nabi Nabi Muhammad nahjul balaghah najasah Najh al-Balaghah nakhai nama Allah Nasab Imam Ali Nasehat Imam Khomeini (qs) untuk Seorang Muslim nashiruddin Nasional Nasionalisme Nasruddin Natal Dan Teologi Cinta Neo Teologi Nikah Mut`ah Nilai dan Kadar Manusia NKRI Harga Mati nominalisme NU Meminta Jokowi Bubarkan Ormas Keagamaan Anti Pancasila Nur Muhamad Nur Muhammad Nusantara Opini Orang tua dan orang hitam tidak akan masuk surga Orang yang berilmu dengan orang yang beriman sangat berbeda Orang Yang Sombong ORATOR ZALIM Orde Baru ormas ahlulbait indonesia Ormas Anti Pancasila Harus dibubarkan Pahala Memaafkan pajak pancasila Pancasila Jaya Pandangan Imam Ali as Tentang Kebodohan Pandangan Ulama dan Sejarahwan Tentang Imam Ali Zainal Abidin as Panjang Umur Para Sahabat PBNU pejabat Pelajaran Dari Yang Telah Berlalu pembalasan Pembantaian Imam Husain PEMBENCI DAN KEBENCIAN pembicara Pembuktian Wajibul Wujud Pemicu pemikiran Pemikiran dan Kepribadian Imam Khomeini Bagi Dunia pemimpin islam Pemimpin Non Muslim penalaran Pencipta Pencipta Lagu pendekatan sunni syiah pendengar Pengakuan Mahasiswa Asal Myanmar Tentang Syiah Pengangkatan Yazid Pengaruh Buruk Malas dan Solusinya pengertian pengetahuan Pengetahuan memberikan manusia wawasan dan kesadaran Pengetahuan menurut Imam Ali as Pengetahuan Umum Penghalang Kehadiran Hati Ketika Shalat Penghancuran Situs Kuno: dari Suriah hingga Yogya Penghormatan Imam Ali as Kepada Para Tamu Pengorbanan Imam Ali bin Abi Thalib as untuk Tamu penguasa islam Pengungsi Sampang Penolakan Ulama Islam Terhadap Gerakan Takfiri Pentingnya Sejarah PERANG MELAWAN KEBODOHAN Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan perempuan perempuan muslimah Peringatan Wiladah Al-Mahdi Afs Peristiwa Karbala Permainan Politik di Balik Dukungan Wahabi Salafi Takfiri pernikahan Pernyataan Perpecahan persahabatan sunni-syiah Persatuan persatuan islam Persatuan Islam dalam Perspektif Imam Ja'far as Persatuan Syiah-Sunni persaudaraan sunni-syiah persaudaraan umat Persefektif Al-Quran Perspektif Perspektif Imam Jafar Shadiq as tentang Sumber Pengetahuan Perspektif Jendral Gatot tentang Persatuan dan Pertahanan Indonesia Perspektif/Opini Pertolongan Allah Pesan Pesan Asyuro Sayidah Zainab Pesan Asyuro Sayidah Zainab as Pesan Asyuro Sayidah Zainab Singa Bani Hasyim Pesan dan Nasehat untuk MUI Pesan Haji Ayatollah Sayyid Ali Khamenei 2016 Ini Hadirkan Tetesan Airmata Pesan Haji Oleh Ayatollah Sayyid Ali Khamenei 2016 Ini Hadirkan Tetesan Airmata Pesan Haji Rahbar 2017 pesan imam ali Pesan Majma Jahani Ahlul Bait PESAN NATAL AYATULLAH KHAMENEI pesan persahabatan Pesan Rahbar Pesan Syahid Mohsen Phobia Terhadap Syiah? Itulah Desain Kepentingan Barat Pilkada Piramida Planet Planet Matahari plato Pokoknya kambing walaupun bisa terbang praktis Presiden Presiden Perintahkan Aparat Cegah Aksi Teror Saat Natal pria dan wanita Primordialisme Prinsip Kemahdian Dalam Al-Qur'an Profil Ahlulbait proklamasi Puasa puasa batin puasa lahir puasa ramadhan puisi Puteri kesayangan Nabi Putin Qiyas menurut Syiah Qosim sulaemani Quds Day Dalam Pandangan Imam Khomeini ra Quds Day in Semarang Quote Qur'an quraish Shihab RACHEL CORRIE CUKUPLAH MENGENALIKU Rahasia Bulan Rahasia Halilintar Rahasia Matahari rahbar Raja Saudi ramadhan ramadhan dalam hadits rasulullah dan ahlulbait Rasulullah SAW Simbol Persatuan realitas Rektor IAIN: Banyak Titik Temu Sunni (NU) dan Syiah Rencana Allah Pasti Indah Rene Descartes renungan renungan akhir ramadhan Renungan Tengah Malam retorika Revolusi revolusi iran Revolusi Mental amp; Aku (Bukan) Siapa risalah Rizqi Romawi Rosululloh Ruh Saat Tidur Rukyatullah rumah tangga RUMAH TANGGA YANG SEHAT PONDASI KOKOH SEBUAH NEGARA Rusia Komitmen Dukungan Kepada Negara-Negara Islam sahabat Sahabat Nabi Sahabat Nabi SAW sains Salah Memahami Hukum salman Sambut Tahun Baru Rahbar Menyampaikan Pesan Khusus untuk Rakyat Iran Sampah Sampah Hati Samudera Hindia Masa Depan Ekonomi Dunia Sastra Sastra Barat Sastra Islam satu tuhan Saudi Saydah Fatimah Sayid Hasan Alaydrus Sayidah Fatimah sayyid Ali Khamenei Sayyid Hasan Khomeini Sayyidina Hasan Sebaik-baik manusia Sedekah seimbang sejarah sejarah islam Sejarah Perkembangan Syiah di Indonesia sejarah syi'ah Seluruh manusia tertidur pulas. Ketika ajal tiba mereka baru sadar Semua Tentang Ali Karamallahu Wajhah seni Senjata Musuh Masa Kini Seorang penjual keripik singkong Seri Tanya Jawab Irfan Serial Karbala Seruan Kanjeng Nabi SAW sesat Setan setan tidak disiksa api neraka Setelah Kunjungan Raja Saudi: Melawan Ekstremisme? shahifah Mahdiyyah shalat shalat sufi Siah Nusantara Siapa "Habib" itu? Siapa dari kita yang paling banyak memakan kurma? siapakah ahlulbait nabi Sifat Af'aliyah SIfat Allah Sifat Dzatiyah Simbol Keagungan Spiritualitas Simbol Kesabaran Ahli Bait as Simbol Persatuan Dunia Islam Sirah Sirah Ahlulbait as skeptisisme skolastik socrates soekarno Sofis sosial studi skolastik Sumber-sumber Pendanaan ISIS Sunan Kali Jaga sunni sunni syiah Sunni-Syiah di Nusantara Sup Panas surat surat imam ali surat malik asytar Surat Muhammad syafaat Ahlulbait as Syafaat dan Optimisme Syafaat Nabi syahadah Syahid Murtadha Muthahhari Syaikh Al Azhar syarat. syarif radhi Syed Ahmad Baragbah tentang Ahlulbait dalam Hadits Nabi Syed Ahmad Baragbah tentang Syiah Dan Salah Faham Terhadapnya Syed Ahmad Baragbah tentang Taqiyah Menurut Islam Syiah syiah aceh Syiah adalah madzhab Islam Syiah adalah muslim syiah ali syiah antara iran dan indonesia Syiah dalam Lisan Rasulullah Saw Syiah Houthi syiah imamiyah Syiah Indonesia Syiah Islam Syiah Isna Asyariyyah Syiah Menjawab Syiah menjawab Tasawuf Syiah menurut Syiah syiah nusantara syiah saudi Syiah Sesat Syiah takwa Syiah Tidak Sesat Syiahisasi syiahnusantara Syiria syukur ta'abbudi Tabayun tabayun Syiah TABIAT MENGKAFIRKAN tabiin Tafaqquh Fiddin Tafsir Tafsir al-Quran tafsir birrul walidaen Tafsir Cemerlang tentang Islam Nusantara Tafsir Hikmah Tafsir Maudhu'i Tafsir Mudah Tafsir Surah al-Falaq Tafsir Surat AN-Nas tafsir syiah Tafsir Tematik Tahajud Menurut Ajaran Ahlul Bait As Takdir dan Logika Takfiri Takfirisme takhalli taklid TAKWA takwa bulan ramadhan takwini tamar Tangisan Pemimpin Iran Atas Tragedi Mina Tanya Jawab Tanya Jawab Irfan Tanya Jawab Isyu Fitnah terhadap Syiah Dengan Ahlinya Tanya Jawab Tasawuf Taqi Misbah Yazdi taqiyah Taqiyah Identik dengan Kemunafikan? taqiyyah Tasawuf Tasawuf dan Irfan Tasawuf Praktis Tasawuf Teoritis Tasbih Semesta Tashawuf Tasyri Tauhid Tauhid Dzat TAUHID PADA WUJUD MANUSIA Tauhid Semesta Tauhid Sifat Tawadhuk Kepada Manusia tawassul Tawassul 14 Manusia Suci tembang jawa Tentang Kejujuran Tentang Orang Arif Tentang Usia teologi teologi syiah teoritis terjadi Terjemah Al-Qur'an TERLAMPAU BERSUKACITA Ternyata Penemu Musik Adalah Orang Islam teror Thaharah Thomas Hobbes Tokoh Tragedi Karbala tragedi pembantaian keluarga nabi Tribute to International Quds Day 2012 Tuhan tuhan yang ghaib Tujuan Karbala Tukang cukur Tukang cukur dan Keberadaan Tuhan TV Indosiar Merevisi Fitnah Tentang "Syiah Wukuf di Karbala" Ubay ibn Ka’ab udul Ufuk ukhuwah ukhuwah Islam ukhuwah Sunni Syiah ulama Ulama Sunni Ulama Syiah Ulama Tafsir ulil amri Ulumul Qur'an Ummul Mu`minin Aisyah Berkisah Tentang Kemuliaan Sayyidah Fatimah as undang-undang undang-undang ketenagakerjaan uqala'i Urgensi Ukhuwah Islamiyah amp; Ukhuwah Wathoniyah Ushul Fikih Ustadz Muhsin Labib: Kilas Balik Murtadha Muthahhari Ustadz Taufiq Ali Yahya tentang Tawassul Uswah Video Videos Wafat Wajibul Wujud wali wali faqih Wali Sanga Wani Ngalah Luhur Wekasane wanita wanita muslim wanita muslimah wanita pilihan Warga Syiah Tolak Ubah Keyakinan Wartawan Koran Independent 'Shock' Berkisah Liputannya Tentang Long March Arbain Wasiat Imam Ali Kepada Umat Islam Wasiat Imam Jafar Shadiq Wawancara Wawasan Keislaman Wayang Kulit Wiladah "Sang Penunggang Terbaik" Wilaya'iyah Fakih wilayah Wirid As Sakran wudhu Yaman Yang paling menakjubkan Yazid berkuasa Yazid Naik Tahta Yesus dalam pandangan Imam Ali Bin Abi Thalib as yunani Zainab Cucu Rasulullah SAW Ziarah Kubur zulfikar
false
ltr
item
syiahnusantara.com: Wijhah; Get What You Want!
Wijhah; Get What You Want!
http://www.syiahmenjawab.com/wp-content/uploads/wijhah.jpg
syiahnusantara.com
http://www.syiahnusantara.com/2014/09/wijhah-get-what-you-want.html
http://www.syiahnusantara.com/
http://www.syiahnusantara.com/
http://www.syiahnusantara.com/2014/09/wijhah-get-what-you-want.html
true
1073726697356742094
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy