Menggalang Persatuan Seperti yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW

"Persatuan masyarakat merupakan fondasi yang kokoh bagi stabilitas, kemakmuran dan kebahagiaan manusia yang ditugaskan menjadi khalifah...

"Persatuan masyarakat merupakan fondasi yang kokoh bagi stabilitas, kemakmuran dan kebahagiaan manusia yang ditugaskan menjadi khalifah di muka bumi. Sementara itu, perpecahan dan fitnah melapangkan jalan bagi terciptanya kekacauan, keterbelakangan, dan kesengsaraan."


Pendahuluan
Islam dibangun di atas fondasi yang kokoh, yaitu akidah dan kalimat tauhid. Orang-orang yang meneliti realitas umat Islam akan menemukan sejumlah upaya musuh-musuh Islam dalam menyebarkan fitnah dan menabur bibit-bibit perpecahan di tengah-tengah umat Islam. Zionis-Amerika merekrut kekuatan material dan intelektual yang besar untuk menaburkan benih-benih perselisihan di antara kaum Muslimin. Mereka menciptakan faksi-faksi dan pandangan yang picik. Hal itu mereka lakukan, karena umat Islam akan lemah bila mereka terpecah belah, dan akan semakin kuat apabila mereka bersatu padu.


Dalam beberapa tahun terakhir, muncul berbagai artikel dan ide yang tidak bertanggung jawab. Di samping itu, ada pula kegiatan membongkar warisan-warisan yang telah mati dan menghidupkan kembali sesuatu yang sudah punah. Tujuannya jelas, yaitu untuk dijadikan senjata dalam menyebarkan fitnah. Untuk misi yang mencurigakan seperti itu, direkrutlah tentara bayaran yang bodoh, pekerja-pekerja yang tidak jelas atau semacamnya yang tidak mengkhawatirkan konsekuensi apa pun.


Solusi untuk mengatasi hal itu dapat dicari dari berbagai referensi, terutama dari al-Quran dan Sunah Nabi Saw. Kemudian bisa juga dicari dari buku-buku turats tentang pemahaman dan pemikiran yang positif, atau beberapa pemikiran kontemporer yang ditulis oleh orang-orang yang berkomitmen kepada persatuan dan peduli terhadap karakter bangsa.


Menanganiaspek substansi intelektual dan menentukan metode merupakan satu dari sekian obat mujarab yang harus didahulukan dalam memurnikan pikiran dan hati dari hal-hal yang membelenggunya. Hal itu difokuskan untuk mereformasi secara menyeluruh supaya bergegas mengerjakan kewajiban seperti yang dipatuhi oleh orang-orang yang ikhlas, berdedikasi, dan merdeka.


Penelitian ini tidak bertujuan menyatukan umat Islam dalam satu mazhab fikih, mazhab kalam, atau mazhab pemikiran, melainkan untuk memelihara keragaman dan pluralitas di bawah satu naungan yang dibangun dengan komposisi dasar-dasar akidah, nas, norma, dan maq'shid syariat.


Sunah Nabi Saw meliputi perbuatan, ucapan, dan ketetapan. Ia merupakan referensi utama dalam menata hubungan guna merealisasikan persatuan, titik temu, dan kerja sama yang didasarkan kepada elemen-elemen umum, baik dalam prinsip dan starting point, dalam nilai-nilai baku dan norma-norma, maupun dalam maksud dan tujuan.


Sebelum Diutus Menjadi Nabi
Muhammad Saw dipilih oleh Allah Swt untuk menjadi nabi. Tanda-tanda kenabian sudah muncul pada diri beliau sedari kecil hingga memasuki usia balig, bahkan sampai beliau menginjak usia empat puluh tahun sebelum diangkat menjadi nabi. Kepribadian beliau mendorong orang-orang sezamannya mencari gelar yang tepat untuk disematkan kepada beliau dan dapat memberikan hak-haknya sebagai orang yang luar biasa. Akhirnya mereka menggelari beliau dengan al-shadiq al-am'n (orang yang jujur dan tepercaya). Nabi Saw mendapat kepercayaan dan penghargaan dari orang-orang di sekitarnya, yang membuat Sayyidah Khadijah terpikat untuk menikahinya, dan keinginannya itu pun tercapai.


Sebuah tinjauan biografi Rasulullah Saw sebelum diutus menjelaskan dua peristiwa berdimensi persatuan yang layak diadopsi oleh Islam, yaitu Perjanjian "Hilful Fudhul" dan renovasi Ka'bah.


1.Perjanjian "Hilful Fudhul"
Dua puluh tahun sebelum Nabi Saw diutus, atau sekitar tahun 590 M, meletus sebuah peperangan yang disebut dengan Perang Fijar. Perang ini dipicu oleh tindakan al-Rahhal bin Utbah bin Kilab bin Rubai'ah yang melanggar kehormatan bulan suci dan membunuh al-Baradh bin Qais dari Kinanah. Setelah perang berkecamuk, Utbah bin Rubai'ah berinisiatif mengajukan perdamaian. Kabilahnya berjanji akan membayar diyat (kompensasi) atas korban meninggal dari pihak lawan dan membebaskan pihak lawan dari diyat atas orang-orang yang terbunuh dari pihak mereka. Perjanjian damai akhirnya disepakati pada bulan Sya'ban tahun itu juga (590 M). Perdamaian itu tercapai dalam sebuah perundingan yang digelar di rumah Abdullah bin Jud'an dan disebut dengan Hilful Fudhul.


Ibn al-Atsir, dalam al-Kamil fi al-Tarikh, menuturkan, "Kabilah-kabilah Quraisy menyerukan perundingan. Kemudian mereka berunding di rumah 'Abdullah bin Jud'an mengingat kemuliaan dan senioritasnya. Mereka yang terlibat dalam perundingan itu adalah Bani Hasyim, Bani Muthalib, Bani Asad bin Abdiluzza, Zahrah bin Kilab, dan Taim bin Murrah. Mereka bersumpah dan mengikat perjanjian untuk menolong siapa pun yang teraniaya di Makkah, baik berasal dari Makkah maupun dari luar, dan menindak orang yang menzaliminya. Bangsa Quraisy menamakan perjanjian damai itu dengan Hilful Fudhul. Rasulullah Saw turut menyaksikannya. Setelah diangkat menjadi rasul beliau bersabda, "Bersama para pamanku aku turut menyaksikan sebuah perjanjian damai di rumah 'Abdullah bin Jud'an. Betapa senang hatiku menyaksikan hal itu. Seandainya setelah Islam datang aku diajak mengadakan perjanjian seperti itu, pastiakan kusambut dengan baik."


Studi menunjukkan bahwa perjanjian tersebut bertujuan menciptakan harmoni, keamanan, dan perdamaian setelah silang sengketa dan peperangan. Perdamaian jauh lebih baik dan bermanfaat bagi manusia, di mana pun dan kapan pun, dengansyarat perdamaian tersebut didasarkan kepada keadilan dan meniadakan ketidakadilan. Itulah fondasi perjanjian damai.


Bangsa Quraisy sepakat tidak boleh ada lagi orang yang teraniaya di Makkah, baik dari pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian damai maupun dari pihak luar. Bahkan perjanjian tersebut mengharuskan setiap hak dikembalikan kepada pemiliknya dan keadilan diberikan secara merata. Perdamaian dicapai dalam sebuah perundingan yang digelar di rumah orang yang paling senior dan memiliki status terhormat di antara mereka. Etika moral ini sangat didukung oleh Islam, di mana Islam mengajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua dan mengakui keutamaan orang-orang baik.


Setiap Muslim sepatutnya membayangkan seandainya nilai-nilai semacam itu hidup dalam sebuah masyarakat: masih adakah di sana huru-hara, fitnah, dan silang sengketa


Hilful Fudhul dan seluruh prosesnya mendapat penghargaan dari Rasulullah Saw. Beliau mengumumkan penghargaannya setelah diutus menjadi rasul. Beliau mengandaikan ada undangan perjanjian semacam itu dalam Islam, tentu tidak akan terlambat memenuhi undangannya. Itulah yang diterangkan dalam hadis Nabi Saw yang mulia, "Seandainya aku diundang untuk mengikutinya, niscaya aku memenuhinya. Itulah Hilful Fudhul."


Persatuan masyarakat merupakan fondasi yang kokoh bagi stabilitas, kemakmuran dan kebahagiaan manusia yang ditugaskan menjadi khalifah di muka bumi. Sementara itu, perpecahan dan fitnah melapangkan jalan bagi terciptanya kekacauan, keterbelakangan, dan kesengsaraan. Dua puluh tahun sebelum misi kenabian dan proses perjalanan Islam dimulai ada orang yang mengingatkan hal itu kepada orang-orang musyrik Hijaz dan Makkah. Lalu mengapa orang-orang yang dibesarkan di bawah naungan Islam malah menyongsong fitnah yang diperingatkan oleh Allah dalam firman-Nya, "sedangkan fitnah lebih kejam daripada pembunuhan." (QS. al-Baqarah [2]: 217); "Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan." (QS. al-Baqarah [2]: 191)


Bangsa Arab dan Umat Islam, bahkan seluruh dunia, memerlukan perjanjian semacam Hilful Fudhul yang akan mencegah kelaliman dan kesewenang-wenangan. Saat ini kaum Muslimin harus mengambil pelajaran dari situasi yang dihadapi oleh Nabi Saw yang mulia, karena kaum Zionis-Amerika di satu pihak dan orang-orang yang memahami agama secara keliru di pihak lain terus berupaya menanamkan benih-benih pertengkaran dan menyebarkan fitnah. Agama ini (Islam) menyeru umatnya kepada keharmonisan dan persatuan.


2.Renovasi Ka'bah
Penduduk Makkah memutuskan untuk merenovasi Ka'bah. Proyek itu sendiri dimulai lima tahun sebelum Nabi Saw diutus atau sekitar tahun 505 M. Memasuki tahap peletakan Hajar Aswad yang merupakan pilar utama dan bagian istimewa dari Ka'bah, terjadilah perselisihan dalam menentukan siapakah yang paling berhak mendapatkan kehormatan untuk meletakkan Hajar Aswad pada tempatnya. Untuk menjelaskan hal ini, biarlah riwayat Ibn Sa'ad yang menceritakannya.


Ibn Sa'ad mengisahkan:
Memasuki tahap peletakan pilar utama Ka'bah, setiap kabilah mengatakan bahwa merekalah yang paling berhak melakukan tugas tersebut. Mereka bersitegang satu sama ain sampai-sampai timbul kekhawatiran akan terjadi peperangan. Kemudian muncul ide di antara mereka untuk menyerahkan tugas mulia tersebut kepada orang yang pertama kali datang ke sana lewat pintu Bani Syaibah, dan ide tersebut disetujui. Ternyata orang pertama yang datang ke sana lewat pintu itu adalah Rasulullah Saw. Mengetahui hal itu, orang-orang berkata, "Inilah al-Amin. Kami rela dia memutuskan persoalan di antara kita." Mereka memberitahukan kesepakatan itu kepada Rasulullah Saw.


Rasulullah Saw kemudian mengambil selendang dan menghamparkannya di atas tanah, lalu Hajar Aswad diletakkan di tengah-tengahnya. Beliau meminta salah seorang perwakilan dari empat penjuru kabilah Quraisy untuk maju. Penjuru pertama adalah Kabilah Abdi Manaf yang diwakili oleh 'Utbah bin Rubai'ah. Penjuru kedua diwakili oleh Abu Zam'ah. Penjuru ketiga diwakili oleh Abu Hudzaifah bin al-Mughirah. Adapun penjuru keempat diwakili oleh Qais bin 'Adi. Rasulullah Saw meminta semua perwakilan itu untuk memegang ujung selendang dan mengangkatnya bersama-sama. Lalu beliau mengambil Hajar Aswad dan meletakkan pada tempatnya."


Orang-orang yang merenovasi Ka'bah, yang notabene orang musyrik, mengetahui arti saling memahami, menjaga persatuan dan tidak memberikan ruang bagi terciptanya pertikaian di tengah-tengah mereka. Mereka sepakat menyelesaikan persoalan di antara mereka dengan keputusan dari orang yang pertama kali datang ke sana lewat pintu Bani Syaibah. Orang tersebut adalah Rasulullah Saw yang sudah digelari sebagai orang jujur dan tepercaya (al-sh'diq al-am'n) oleh mereka sebelum diutus menjadi rasul. Mereka sangat senang atas kedatangan Rasulullah Saw dan memintanya memutuskan perselisihan di antara mereka.


Keputusan yang bijaksana adalah keputusan yang memberikan solusi. Rasulullah Saw mengambil jalan keluar dengan menghamparkan selendang. Kemudian salah seorang perwakilan dari kabilah yang berselisih memegang ujungnya dan mengangkat selendang itu bersama-sama. Itu merupakan solusi yang diterima oleh semua pihak. Dengan cara itulah Rasulullah Saw mengakhiri konflik di antara mereka.


Inilah materi ilmiah dari intelektualitas turats dan sikap yang layak diadopsi dalam membuat solusi yang kompatibel bagi segala macam pertentangan. Fondasinya adalah mencari titik temu dan memiliki kecenderungan untuk menemukan solusi dari setiap lumpur dan api fitnah. Kaum musyrik Quraisy saja mau bersepakat menerima kehadiran hakim yang memutuskan persoalan di antara mereka, seharusnya kaum Mukminin lebih siap untuk bertahkim kepada syariat Allah dan sunah Rasulullah Saw agar tercipta keharmonisan di antara mereka. Dengandemikian, masyarakat akan terbangun atas dasar persaudaraan dan tidak ada ruang bagi syaitan untuk menyebarkan benih-benih permusuhan di tengah-tengah mereka.


Setelah Diutus Menjadi Nabi
Sunah Nabi Saw yang mulia telah meletakkan dasar-dasar persatuan. Beliau menyerukan memerangi fitnah, karena fitnah merupakan godaan syaitan. Apabila al-Qur'an memuat nas-nas yang menjadi sumber rujukan persatuan, maka berbagai peristiwa yang terjadisetelah Nabi Saw diutus dan bagaimana cara beliau menanganinya hadir untuk menjelaskan persoalan ini secara terperinci. Sunah Nabi Saw menawarkan obat yang mujarab untuk mengobati penyakit perselisihan dan mengokohkan persatuan dan keharmonisan.


1.Mempersaudarakan setelah Hijrah ke Madinah al-Munawarah
Setelah hijrah ke Madinah al-Munawarah, Rasulullah Saw mulai membangun masyarakat pertama pasca kenabian. Beliau menetap di sana bersama para sahabat Muhajirin dan disambut dengan hangat oleh sahabat Anshar. Hal mendasar yang dilakukan oleh Nabi Saw dalam membangun masyarakat model ini adalah mempersaudarakan. Nabi Saw bersabda kepada sahabat Muhajirin dan Anshar, "Jalinlah persaudaraan karena Allah, dua orang dua orang!" Kemudian beliau memegang tangan 'Ali bin Abi Thalib seraya berkata, "Inilah saudaraku!" Cerita menjalin persaudaraan pun dimulai. Hamzah bin 'Abdil Muthalib r.a menjalin persaudaraan dengan Zaid bin Haritsah r.a, pelayan setia Rasulullah Saw.


Masyarakat Islam pertama dibangun atas dasar persaudaraan. Sumbernya adalah Sunah Nabi Saw yang merinci penjelasan al-Qur'an yang mulia, yaitu firman Allah Swt, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." (QS. al-Hujurat [49]: 10).


Hubungan yang dijalin atas dasar persaudaraan sangat kokoh, lebih kekal, dan tidak ada bandingannya. Persaudaraan seperti yang dijelaskan dalam ayat di atas hadir untuk membangun masyarakat Islam di atas pilar yang kokoh, bukan sebatas memberdayakan perekonomian saja, sebagaimana anggapan sementara orang. Mereka menafsirkan fakta hubungan itu sebatas bagi-bagi potensi materi dari orang-orang Anshar kepada sahabat Muhajirin yang dijadikan saudaranya. Akan tetapi mereka mengabaikan fakta lain, yaitu persaudaraan antara Nabi Saw dan 'Ali karamahullahu wajhah. Mereka berdua sama-sama dari kalangan Muhajirin. Begitu juga persaudaraan antara Hamzah r.a dan Zaid bin Haritsah ra. Mereka berdua dari kalangan Muhajirin juga.


Berdasarkan paparan di atas, persaudaraan adalah fondasi sebuah masyarakat yang menjadikan kesatuan akidah dan syariat sebagai landasan dalam membina setiap hubungan. Sebuah hubungan yang dibangun atas dasar persaudaraan tidak akan terlerai. Orang-orang yang menjalin persaudaraan dan berperang karena Allah akan tetap bersama di dunia dan akhirat.


Persoalan berikutnya adalah yang terjadi selama hubungan terjalin. Hubungan persaudaraan dibangun atas dasar pilihan, sedangkan pertalian nasab dibangun karena keterpaksaan. Hubungan yang kuat dan saling memahami akan menciptakan masyarakat yang stabil dan jauh dari godaan setan. Persaudaraan tidak menyisakan ruang bagi syaitan dari kalangan manusia ataupun bangsa jin untuk berbuat kerusakan di muka bumi. Syaitan tidak akan bisa melepaskan racun perselisihan di antara barisan orang-orang yang mematuhi aturan-aturan yang telah digariskan oleh iman. Syaitan saling bantu satu sama lain. Begitu juga orang-orang beriman yang saling mencintai karena Allah Swt adalah saudara.


2.Piagam Madinah
Arahan lain terhadap persatuan bisa disaksikan pada level masyarakat Madinah. Di sana ada non-Muslim. Mayoritasnya adalah pemeluk agama Yahudi. Di samping mereka ada pula orang-orang musyrik, pemeluk agama Kristen dan Majusi. Konstitusi Madinah dikenal dengan sebutan "Piagam Madinah". Piagam ini lebih mirip dengan perjanjian dan konstitusi nasional yang mengatur tata hubungan antara kaum Muslimin dengan non-Muslim. Seandainya orang-orang Yahudi tidak berkhianat dan melanggar perjanjian yang tertuang dalam Piagam tersebut, niscaya masyarakatnya akan stabil.


Piagam Madinah menyatakan bahwa persatuan kaum Muslimin di tengah-tengah masyarakat yang terbina di Madinah al-Munawarah tidak dimaksudkan untuk melawan pemeluk agama lain yang hidup berdampingan dengan mereka. Islam mengakui kemajemukan dan keanekaragaman. Apabila hubungan dan perjanjian dibangun atas dasar nilai-nilai baku dan pilar-pilar yang disepakati, maka perjalanan masyarakat akan senantiasa bergerak ke arah yang damai, selama stabilitas hubungan tersebut tidak diganggu oleh pengkhianat atau orang yang ingin membatalkan perjanjian.


1.Perang Bani Mushthaliq atau Perang al-Muraisi'
Perhentian misi berikutnya dalam mengatasi fitnah adalah insiden yang terjadi dalam Perang Bani Mushtaliq atau yang disebut Perang al-Muraisi'. Perang ini terjadi pada bulan Sya'ban tahun enam Hijriah. Ibn Ishaq mengisahkan:
Manakala Rasulullah Saw berada di sekitar mata air tersebut (al-Muraisi'), seseorang mendekat untuk mengambil air. Ketika itu Umar bin Khatthab bersama pelayannya dari Bani Ghifar bernama Jahjah bin Mas'ud yang menuntun kudanya. Tiba-tiba Jahjah dan Sinan bin Wabar Al-Juhani, sekutu Bani 'Auf bin al-Khazraj, saling berebut menuju mata air dan bertikai. Al-Juhani berkata, "Wahai kaum Anshar!" Jahjah juga tidak mau kalah,dia berseru, "Wahai kaum Muhajirin!" Karena kejadian tersebut, 'Abdullah bin Ubai bin Salul yang ketika itu bersama beberapa orang dari kaumnya, di antaranya Zaid bin Arqam yang masih belia,naik pitam kemudian berkata, "Sungguh, mereka telah melakukannya. Mereka mengalahkan dan mengungguli kita di Madinah. Demi Allah, aku tidak mengibaratkan kita dengan orang-orang gembel Quraisy tersebut melainkan seperti pepatah yang dikatakan orang-orang tua dulu, "Gemukkan anjingmu, niscaya ia memakanmu!' Demi Allah, jika kita tiba di Madinah, orang-orang mulia di dalamnya pasti mengusir orang-orang hina."


Abdullah bin Ubai bin Salul menghadap kepada beberapa orang dari kaumnya yang ada di tempat tersebut, kemudian berkata kepada mereka, "Inilah yang kalian perbuat terhadap diri kalian. Kalian tempatkan mereka di negeri kalian dan membagi harta kalian dengan mereka. Demi Allah, jika kalian tidak memberikan kekayaan kalian kepada mereka, niscaya mereka pindah ke negeri lain."


Zaid bin Arqam mendengar dengan jelas ucapan Abdullah bin Ubai bin Salul tersebut. Dia kemudian pergi menemui Rasulullah Saw setelah beliau berhasil mengatasi musuhnya. Zaid bin Arqam melaporkan kejadian tersebut kepada Rasulullah Saw yang ketika itu ditemani 'Umar bin al-Khaththab. 'Umar berkata kepada Rasulullah Saw, "Perintahkanlah 'Abbad bin Bisyr untuk membunuhnya!' Rasulullah Saw bersabda, "Wahai Umar! Bagaimana pendapatmu jika orang-orang mengatakan bahwa Muhammad membunuh sahabat-sahabatnya? Tidak (aku tidak akan memerintahkan membunuhnya), tapi umumkan agar semua orang pulang.' Para sahabat pulang ke Madinah, sementara Rasulullah Saw masih berdiam di sana."


Ibn Ishaq melanjutkan kisahnya:
Ashim bin Umar bin Qatadah bercerita kepadaku bahwa Abdullah (putra Abdullah bin Ubai bin Salul) menemui Rasulullah Saw dan berkata, "Wahai Rasulullah! Saya mendengar bahwa Paduka ingin membunuh Abdullah bin Ubai, ayah saya, atas informasi yang Paduka dengar tentangnya. Jika Paduka benar-benar ingin melakukannya, saya bersedia membawa kepalanya ke hadapan Paduka. Demi Allah, saya tahu betul Bani al-Khazraj. Di antara mereka tidak ada yang lebih berbakti kepada ayahnya daripada saya. Saya khawatir Paduka memerintahkan orang lain untuk membunuh 'Abdullah bin Ubai. Jangan sampai saya melihat pembunuhnya berkeliaran di tengah orang-orang, kemudian saya membunuhnya. Itu sama artinya saya membunuh orang mukmin karena orang kafir. Karenanya saya masuk neraka." Rasulullah Saw bersabda, "Tidak. Malah, kamu harus bersikap lembut dan menemaninya dengan baik selama dia ada bersama kita."


Setelah itu, apabila Abdullah bin Ubai bin Salul berbuat onar, orang-orangnya sendirilah yang mengecam, menindak, dan memarahinya. Rasulullah bersabda kepada Umar bin al-Khaththab ketika mendengar sikap kaum Abdullah bin Ubai bin Salul seperti itu, "Wahai Umar! Bagaimana pendapatmu jika aku sampai membunuhnya pada saat engkau memerintahkanku membunuhnya. Semua hidung pasti dibuat gemetar karenanya. Jika sekarang engkau menyuruhku membunuhnya, aku pasti membunuhnya." Umar bin al-Khaththab berkata, "Demi Allah, aku tahu bahwa perintah Rasulullah itu lebih besar keberkahannya daripada perintahku."


Perang Bani Mushthaliq atau Perang al-Muraisi' banyak menyimpan makna tentang menyebarkan fitnah dan bagaimana cara mengatasinya. Anda layak berhenti sejenak menyimak fakta-fakta yang akan membuat umat bergejolak, kemudian menyatukan kata dan langkah agar umat mengetahui cara-cara damai dalam menghadapi fitnah dan menjaga persatuan.


Fakta-fakta dalam peperangan tersebut memberikan pelajaran sebagai berikut:




  1. Bahwa tuntutan duniawi sering kali menjadi pemicu perselisihan di antara manusia. Dalam Perang al-Muraisi' ini terjadi sebuah fitnah yang dipicu karena berebut air.

  2. Fanatisme golongan merupakan pemantik yang menyalakan api fitnah. Itulah yang akan terjadi apabila pihak-pihak yang berselisih mengedepankan fanatisme golongan, sehingga kata-kata yang muncul adalah, "Wahai kaum Anshar!" dan "Wahai kaum Muhajirin!"

  3. Orang-orang yang gila jabatan akan memanfaatkan fanatisme golongan dan mengeksploitasinya demi keuntungan pribadi. Itulah yang tampak pada diri Abdullah bin Ubai bin Salul yang diangkat menjadi pemimpin oleh kaumnya sebelum Islam datang. Ketika kaumnya menyambut seruan Islam, dia paham betul bahwa dirinya telah kehilangan jabatan dan mata pencahariannya. Dia memendam kebencian kepada Islam dan kaum Muslimin, dan senantiasa mencari kesempatan untuk melampiaskan kedengkiannya. Para cendekiawan dan para aktivis lembaga-lembaga kemasyarakatan harus mewaspadai orang-orang semacam Abdullah bin Ubai. Mereka harus bisa menemukan cara untuk mengatasi kedengkian dan rasa permusuhan yang tertanam dalam dada orang-orang semacam itu, bisa dengan cara persuasif atau bisa pula dengan cara konsiliasi. Jika cara-cara itu tidak berhasil, terpaksa mereka harus dibatasi dan dikurangi pengaruhnya terhadap yang lain. Fanatisme yang mereka agungkan harus ditekan untuk dipergunakan ketika saat yang tepat datang.

  4. Seorang mukmin tidak memiliki sikap dan perhitungan pribadi sehubungan dengan kepentingan dirinya sendiri, jika diperlukan. Dia akan mengedepankan kesetiaan kepada agama Allah Swt. Kecenderungannya didasarkan kepada kesetiaan itu. Dalam dirinya tidak tersisa ruang bagi sikap yang ditimbulkan oleh fanatisme golongan, kekerabatan, atau yang lainnya. Itulah yang tampak pada diri sahabat Abdullah terhadap ayahnya sendiri (Abdullah bin Ubai) yang telah mengancam Islam dan kaum Muslimin dengan memanfaatkan fanatisme golongan dari kaum Anshar dan penduduk Madinah sebagai perisai.Sahabat yang mukmin, 'Abdullah, meminta kepada Rasulullah Saw agar diperintahkan membunuh ayahnya sendiri untuk menghindari tindakan balas dendam karena fanatisme bila ayahnya sampai dibunuh oleh orang lain. Jika itu terjadi, berarti dia telah mendurhakai Allah Swt.

  5. Mengatasi sikap-sikap emosional membutuhkan kebijaksanaan dan kesabaran dari seorang pemimpin. Situasi pada saat perang Bani Mushthaliq memberikan banyak pelajaran yang bisa dipetik dari petunjuk Nabi Saw. Beliau memerintahkan para sahabat untuk pulang sebelum waktu normalnya. Beliau terlambat pulang agar para sahabat sampai lebih dulu di Madinah. Dengan demikian, tensi kemarahan mereka berangsur-angsur turun sehingga mudah mencari solusi.

  6. Sikap yang diambil oleh seorang pemimpin dalam menangani sebuah persoalan terkadang tidak sepenuhnya diterima oleh para sahabatnya. Akan tetapi, jika solusi yang diambilnya membuahkan hasil, semua orang menerimanya dengan lapang dada. Itulah yang tercermin dalam pernyataan akhir Umar bin al-Khaththab. Dia mengatakan, "Demi Allah, aku tahu bahwa perintah Rasulullah itu lebih besar keberkahannya daripada perintahku."


Kesimpulan dan Saran
Persatuan Islam merupakan tujuan utama kaum Mukminin yang mematuhi perintah Allah, "Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berselisih yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, dan bersabarlah! Sungguh, Allah beserta orang-orang sabar." (QS. 8: 46).


Apabila topik kajian ini dimaksudkan untuk mencari rujukan atas masalah menggalang persatuan dan mengatasi fitnah dari Sunah Nabi Saw, maka akan banyak ditemukan hadis Nabi Saw yang mengarahkan kepada persatuan dan persaudaraan, antara lain,




  1. "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Dia tidak menganiaya saudaranya dan tidak membiarkannya disakiti. Siapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya. Siapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Dan siapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya pada hari kiamat."

  2. "Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, dan saling membelakangi, tapi jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi tiga hari."

  3. Dalam pidato perpisahan pada saat haji Wada' Rasulullah Saw berpesan, "Janganlahkalian kembali kepada kesesatan sepeninggalku, lalu saling bunuh di antara kalian."


Berdasarkan paparan di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan dan saran sebagai berikut:

  1. Persatuan Islam sangat menghindari fanatisme yang tidak baik dan semua bentuk fitnah dan perselisihan. Perintah Allah Swt, petunjuk Nabi Saw, dan kemaslahatan umat membawa kepada kebahagiaan dunia akhirat. Orang yang memicu terjadinya fitnah atau menonjolkan fanatisme adalah pengikut syaitan, sedangkan orang yang memegang teguh persatuan dan senantiasa berupaya mewujudkannya adalah hamba Allah yang Maha Penyayang.

  2. Zionis-Amerika memandang Islam sebagai penghalang bagi berbagai proyek imperialismenya. Pandangan mereka direalisasikan dalam sebuah proyek yang mereka sebut dengan "Timur Tengah Baru". Melalui proyek ini mereka berupaya memecah belah bangsa Arab dan sejumlah negara Islam, semisal Iran, Turki, Pakistan dan yang lainnya ke dalam negara-negara kecil yang didasarkan kepada mazhab, etnis, dan sekte. Untuk mengatasi proyek imperialisme ini tidak ada jalan lain kecuali bangsa Arab dan Dunia Islam harus menjalin persatuan.

  3. Persatuan kaum Muslimin bukanlah slogan untuk tawar menawar, melainkan mempraktekkan keimanan. Ia merupakan ruang bagi gerakan ijtihad dan memahami syariat. Pemahaman ini mengkristal dalam berbagai mazhab yang berbeda-beda. Perbedaan adalah Sunatullah yang ada pada makhluk-Nya. Allah Swt berfirman, "Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berbeda (pendapat)." (QS. Hud [11]: 118). Perbedaan bukanlah pertentangan. Pertentangan adalah pertengkaran dan permusuhan, sementara perbedaan adalah keanekaragaman dan kemajemukan di bawah naungan persatuan.

  4. Persatuan kaum Muslimin bukanlah fanatisme untuk melawan pihak lain dari kalangan non-Muslim. Piagam Madinah di zaman Nabi Saw hadir guna mendirikan masyarakat yang majemuk berdasarkan standar kehidupan nasional. Persatuan kaum Muslimin dan stabilitas masyarakatnya yang dibangun atas dasar persaudaraan, cinta, dan harmoni membuka jalan bagi terciptanya kehidupan yang harmonis dengan non-Muslim dalam sebuah masyarakat yang stabil, yang dijalin atas dasar keadilan, kebenaran, dan memelihara kemuliaan manusia.

  5. Referensi Syariah, yakni al-Qur'an dan Sunah, merupakan sumber persatuan. Sumber berikutnya adalah berbagai referensi yang berdampak positif dan metode dari generasi salaf yang saleh. Referensikontemporer juga ada, dan salah satu yang paling populer adalah proyek yang diberi nama "Strategi Pendekatan antar Mazhab Islam" yang diluncurkan oleh Organisasi Konferensi Islam (OKI) melalui Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu, dan Kebudayaan (ISESCO) pada tahun 2004. Mengadopsi strategi ini dan ditunjang dengan produk-produk pemikiran yang positif karya para pemikir kontemporer lainnya akan mengamankan perjalanan umat ke arah persatuan.
    Di samping itu, kita perlu meninjau ulang secara kritis pembongkaran warisan-warisan yang telah mati, yang dilakukan oleh sebagian orang meskipun hal itu menjijikkan dan berbau ajaran syaitan. Para musuh umat ini mengendalikan orang-orang bayaran untuk menjalankan tugas-tugas konspirasi tersebut. Tampak dengan jelas mereka mengobarkan api fitnah dengan mengatasnamakan tuntutan meluruskan sejarah dan orang-orangnya, atau dengan melemparkan pemahaman-pemahaman yang keliru tentang sejumlah persoalan keagamaan. Mereka memelintir nas dan menafsirkannya secara sembarangan. Mereka menggunakan pemahaman yang merusak demi memuluskan maksud-maksud mereka yang sarat fitnah.

  6. Ini kesimpulan terakhir dan saruan bagi seluruh umat Islam. Syariat menuntut seluruh umat untuk berkomitmen kepada persatuan, ikatan persaudaraan, dan saling mencintai karena Allah Swt. Diriwayatkan dalam hadis Qudsi bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Pada hari kiamat kelak Allah Swt berfirman, "Mana orang-orang yang saling mencintai karena kemuliaan-Ku? Hari ini aku akan menaungi mereka di saat tidak ada naungan lain kecuali naungan-Ku.'" Dalam hadis Qudsi yang lain, Mu'adz bin Jabal r.a meriwayatkan bahwa dia mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Allah Swt berfirman, "Orang-orang yang saling mencintai karena kemuliaan-Ku akan mendapatkan mimbar dari cahaya yang membuat para nabi dan para syuhada iri."


______________________________________________
Oleh: Prof. Dr. As'ad al-Sahmarani
Guru Besar Akidah dan Agama Universitas Imam al-Auzai - Beirut
loading...
loading...
loading...
Name

#ahlulbait #shalawat #doa #AlQuds #buku putih mazhab syiah #DR Ahmad Thayyib #Dzikir #ebooks #Fatimah #FikihSyiah #ImamAli #ImamHasanAlMujtaba #ImamKhomeini #isis #kitabsyiah #syiahmenjawab #alkafi #Mufti Ahlusunnah Mesir #Mufti Al-Azhar #Persatuan Umat Islam #Syiah Bagian dari ISLAM #syiahmenjawab #tabayyun #alibinabithalib #Umur #Walipitu #Walisongo #Wawancara Eksklusif 10 kegagalan memahami syiah 17 Agustus 2017 4 Pesan Nabi SAW kepada 'Ali as ABI ABI berkunjung Kemenko Polhukam abu bakar abu dzar abu dzar al-ghifary abu jaham Abu Turab Adab Berkomunikasi Dalam Quran agama Agama amp; Dunia Agama dan AKhlak Agama dan Dunia Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern Agama Memperkuat Diri Hadapi Kesulitan Agama Sadis agama untuk manusia Agresi Saudi agustinus ahkamul quran Ahli Ibadah Yang Riya' ahlul bait ahlul bayt ahlul bayt as ahlulbait Ahlulbait as adalah Ahlu adz Dzikr Ahlulbait as Bagaikan Pintu Pengampunan Ahlulbait Nabi as adalah Tali Allah Ahlussunnah ahlusunah Ahmad Taufik Jufry air Air Mata Kerinduan Uwais Al Qarani Kepada Rasul SAW Ajaran Ajaran Nabi Muhammad Saw Untuk Kehidupan ajwibah akal fitrah AKAR FITNAH akhlak Akhlak Imam Sajjad Pasca Karbala Akhlak Mulia Akibat Lalai Shalat Akidah Akidah Syiah Aktivis Al Mahdi al quran Al Quran al quran syiah Al-Fatihah al-ghaib Al-Ghazali Al-Kalbi Al-Qur'anul Karim Al-Quran Alam Ali Ali Akbar Ali ibn Abi Thalib ali khamenei ali shariati ali syariati aliran sesat Amalan Malam Nisfu Sya’ban amaliyah Amr bin Yasir an-Najasy an-Najazyi Anda Bertanya Anda bertanya SYiah menjawab Annemarie Schimmel Anti Stres anti terorisme Antologi Islam Apa Apa Definisi Roti? Apa yang Kita Pikirkan Api Takfiriah Yang Menjilat Diri Sendiri Arab Saudi Arbain Husaini Argumentasi Rasional Syiah Tentang Imamah Aristoteles asal-usul syi'ah Asas Politik Kanjeng Nabi Muhammad SAW Asuransikan dirimu dengan doa ini Asyura asyuro At-Taqrib Audio awjibah Ayat-ayat Keagungan Nabi Ayatollah Bahjat qs Ayatullah Nuri Hamadani Ayatullah Shafi Ghulpaghani Ayatulloh Az-Zahra bab Bagaimanakah Bahagia? bahagia Bahasa Agama BANGGALAH MENJADI BANGSA INDONESIA Bangsa Iran Bangsa Persia Bantahan Keras Bahwa Syiah Pengikut Ibn Saba' Bedah Buku Putih Mazhab Syiah Berbahagia karena berbagi jalanNya berbuat baik Berdzikir dalam Perspektif Imam Khomeini Berita Berkah Sang belahan jiwa Nabi SAW amp; Doa Ziarah padanya Bersama Tuhan Di Bulan Suci bersuci bertindak Berwisata dengan Kemuliaan Fatimah Azzahra Betulkah Syi'ah Mengkafirkan Sunni? bijak Biografi Biografi Allamah Thabathaba'i Biografi Imam Ali Biografi Ulama Syiah Bisik-bisik Obama Tentang Islam di Indonesia Budaya Budaya & Gaya Hidup Budaya amp; Gaya Hidup Buku Putih Mazhab Syiah: Fakta Eksistensi Syiah Bulan bung karno Bung Karno pun Napak Tilas ke Imam Husain di Karbala Bung Karno pun Ziarah Imam Husain di Karbala Buya Syafi'i Ma'arif Cahaya Cahaya Nabi Muhammad Cahaya Nabi Muhammad saw Cahaya Tuhan cak nun CARA MENDIDIK ANAK ala AMIRUL MUKMININ ALI BIN ABI THALIB (S.A) cerita cerita sufi Chat Cinta Cinta Anugerah Terindah Cinta kepada Husein Cinta kepada Nabi SAW Cinta Kepada Keluarga Nabi Muhammad SAW Cinta Menyatu dalam taat kepadaNya Cinta Rasulullah SAW Kepada Empat Sahabat Radhiyallahu'anhum Copernicus corak filsafat Syiah Dan Sinterklas Turut Melakukan Aksi Intifadah Bela Palestina Daras Akidah Daras Akidah MIsbah Yazdi Definisi Roti Deklarasi Bersama Pulangkan Pengungsi Sampang Delapan jalan menghapus dosa Demonstrasi di Yaman Dialog Newton Diam diskriminasi Do’a Doa Adilah Doa Adilah adalah salah satu doa yang dianjurkan dan diajarkan untuk mencegah kita kehilangan iman saat ajal menjemput nanti. Doa Ahad (Janji Setia) Doa Hari Jum’at Doa Jausyan Kabir Doa Keamanan Doa Kumayl/Hazrat Haidr as doa perpisahan ramdhan doa ramdhan Doa Tawassul Nabi dan Ahlulbaitnya yang suci Doktrin Dosa dua belas imam dunia islam Dunia Islam dzulhijah Editorial Empat Hal Yang Mematikan Hati Enam Hal Yang Dapat Menghapus Amal Kebaikan enggan Epistemologi Agama Eskalasi Intoleransi Takfiri di Yogyakarta etika Ramadhan Face Off "Palestine" Fajar 5 Simbol Persatuan Sunni-Syiah FAKTA FATIMAH Faktor Faktor Pemicu Perpecahan falasi Falsafah Kebangkitan Imam Husain Fana Fana dalam dunia Irfan fathimah Fathimah as tentang Keagungan Al-Qur'an fathul bari Fatimah 'alaihassalam FATIMAH AZ- ZAHRA: IBU dari AYAHNYA dan PENGHULU SELURUH WANITA fatwa Fatwa Fatwa Sesat yang mensesatkan fatwa imam Khamenei Fatwa Marja' Fatwa Sayid Khamenei Larangan Mencaci Sahabat dan Simbol-Simbol Ahlussunnah Fenomena Alam fikih fikih ibadah Filosofi Filsafat Filsafat Iluminasionis Filsafat Islam filsafat Kant Filsafat Nahwu fiqh Fiqh Ibadah fiqih Syiah Fiqih syiah najis Firaun Fisafat Fitnah Syiah fuqoha gagal memahami syiah gaib Galileo Gallery Gerakan Politik-Sosial Imam Khomeini Gereja Ghadir Ghadir Khum golden ways Grand Syaikh Al Azhar : Fatwa Larangan Pembunuhan Muslim Syiah Meredam Konflik Sektarian gubernur gubernur mesir Guru hadis hadis ahlulbait hadis syiah Hadist Hadist Rosululloh Hadist Tsaqalain hadits Hadits hadits 12 khalifah. khulafa ar Rosyidin hadits ahlulbait hadits nabi haji Haji Langganan Hajj (The Pilgrimage): Menghampiri Allah Swt hak hak asasi manusia HAK IBU DAN HARI IBU hak sahabat hak teman HAKEKAT NISFU SYA'BAN Hakekat Puasa Menurut Perspektif Al-Quran Hakikat Dzikir Hakikat Syafaat dan Tawassul Menurut Al-Quran hakim Hakim Cium Tangan Terdakwa Halilintar HAM hamba Harapan Hari Internasional al-Quds di Semarang diikuti oleh ribuan orang yang cinta kemerdekaan dan perdamaian hari kemenangan Hari Raya Orang Berpuasa Harmoni Sunnah-Syiah di Irak Harmoni Titik-Temu Sunni/NU dan Syiah harmonis hasan al banna HASAN AL BANNA DAN PROGRAM PENDEKATAN SUNNI-SYIAH hasan al bashri Hasan al-Mujtaba Hati hawa nafsu hawa nafsu dalam al quran hadits hawa nafsu menurut syiah Hedonis Penyakit Kehidupan Hermeneutika hikmah hikmah imam Ali as Himah Hisbulloh Houthi hubungan hubungan antara agama dan akhlak hudud hukum hukum Islam hukum Qiyas hukum Tuhan Hume humor husain husain fadhlullah HUT RI ibadah wanita ibnu hajar ibu Ibu Kaum Mukminin dan Keutamaan Wanita Muslim Pertama Ideologi Syi'ah Idul Qurban dan Penyembelihan ihtiyath ijtihad ikhtilaf ilahi Ilmu Ilmu Agama Ilmu Firoq Image imam imam 12 imam ali Imam Ali Adalah Rahmat Imam Ali Al Ridho as Imam Ali ar-Ridha imam ali bin abi thalib Imam Ali dan Dua Orang Yahudi Imam ALi dan Filsafat Nahwu imam ali khamenei Imam Ali Zainal Abidin Imam Ali Zainal Abidin as Imam As-Shadiq Imam Asajad Imam Hasan Imam Hasan al mujtaba Imam Hasan dalam literatur Syiah Imam Hasan menurut Syiah Imam Husain IMAM HUSAIN PRIBADI DIDIKAN RASULULLAH SAW. Imam Husain Tragedi Karbala Imam Husein imam ja'far shadiq Imam Ja'far Shadiq dalam Mengurai Penyimpangan Imam Jafar Imam Jafar Asshadiq as imam Jafar shadiq as Imam Jafar Sodiq Imam Jawad imam khomeini Imam Khomeini Membangkitkan Kesadaran Umat Imam Khumaini Imam Mahdi Imam maksumin Imam Musa Al Kazhim as Imam Musa Kazhim as Imam Musa Kazim Imam Sajjad Imam Syiah imam syiah. imam ahlulbayt as IMAM ZAMAN as imamah Imamah amp; Wilayah imamah dan khilafah Imamah Imam Ali Imamah menurut syiah Iman iman dan amal. korelasi iman dan amal individu Indonesia indonesia merdeka Info Syi’ah Info Syiah Instropeksi Diri Internasional Iran Iran-kah Bangsa Yang Dijanjikan Dalam Surat Muhammad? Iranphobia dan Syiahphobia Irfan Irfan amp; Tasawuf Irfan dan Akhlak Irfan dan Filsafat Irfan Praktis Irfan Teoritis ISIS Berencana Teror Iran ISIS Perusak Citra Islam Muhammadi (Saw) iskandariah Islam islam damai Islam dan Keindonesiaan islam nusantara Islamisme Islamphobia israel istibra ISTIKHARAH DENGAN TASBIH Jabatan itu tidak lebih berarti dari sepatuku Jabir ibn Abdullah Al-Anshari Jadilah Orang Baik jagalah persatuan umat Jalaludin Rahmat Jalaludin Rumi Jangan Ada Ruang di Indonesia untuk Terorisme Jangan berpangku tangan Jawa Jejak-jejak Imam Ali pada Bendera Macan Ali Cirebon Jokowi Jokowi: Gus Dur tak rela konstitusi diremehkan judul Jurnalis Juru Selamat Kalau Di Jawa Ada Wali Songo Di Bali Punya Wali Pitu Kamu adalah Kebiasaanmu Kanjeng Nabi SAW Karbala KATA DAN UJARAN KATA-KATA YANG MEMBUAT ABU THALIB MANTAP keadilan kebahagiaan Kebangkitan Imam Husain keberkahan bulan ramadhan Kebhinekaaan Kedatangan Imam Mahdi as Kedudukan Bersikap Jujur Dalam Hidup kedudukan perempuan Kefakiran dan Kebakhilan kegagalan memahami syiah Keharmonisan Sunni-Syiah di Masjid Yardyam Rusia Kehendak Bebas Dan Takdir kehidupan Kehidupan Ali ibn Abi Thalib Keilmuan Islam Kejahilan yang paling besar kelahiran keledai Keluarga Nabi KELUH KESAH KAWAN (1) KELUH KESAH KAWAN (2) Kemaksuman Nabi dalam Perspektif Al-Quran Kemaksuman Nabi Muhammad SAW Kemaksuman Para Nabi Menurut Syiah Kembali Kepada Keaslian Jatidiri Manusia Kemenag Gelar Dialog Lintas Guru Agama Untuk Tingkatkan Toleransi Kemenangan Sudah Dekat kemiskinan Kenabian Kenapa Selalu Berpecah-belah? Kepeloporan Syiah di bidang Ilmu Kalam Kepemimpinan Dan Imam Maksum Kepler kerajaan aceh kerjasama Kesatria Karbala Ali akbar kesetaraan Kesucian ketenagakerjaan Keteraturan Keteraturan Fenomena Semesta Ketika Anak Melawan Kita Ketika Binatang-Binatang Berhaji Ketuhanan keutamaan bulan Keutamaan Hari dan Bulan Sya'ban khalifah khilafah khomeini Khotbah 1 Khurasan khutbah Imam Ali as Kilas Balik Murtadha Muthahhari kisah kisah bijak kisah hikmah Kisah Romantis Keluarga Kenabian Kisah sakitnya Rasul sebelum Wafat Kisah sebuah cincin Mulia Kita atau Imam Zaman yang Ghaib? Kita Beragam kitab kitab syiah Koalisi Saudi-Zionis Gagal Tenggelamkan Isu Quds dan Palestina Konsep Ketuhanan Konsep Ketuhanan Dalam Filsafat Konsultan Nikah Saudi bolehkan suami pukuli istri secara Islami Korban Crane kristen Kritik Israel Kumail kurr Lagu Kebangsaan Lahirnya Sang Putera Ka'bah lailatul qadar menurut syiah lailatul qadr Larangan Menolak Peminta Lau Kana Bainana Al-Habib Law Kana Bainana Lentera Ilahi lidah Link logika Lord of The Ring luqman luqman hakim Ma'arif Ma’rifah madzhab Ja'fari makna haji Makna Kesyahidan Makna Syahadah Makrifatullah malaki tabrizi malam di malam lailatul qadar malik asytar mantan Walikota London diskors manusia manusia dan alam semesta Masa Dhuhur Masa IMAM ZAMAN as masalah masehi masuknya islam masyarakat Matahari mazhab Melatih Diri Melatih Diri untuk Hidup Melihat Allah Melihat Tuhan Memohon Taufik Mempelajari Ilmu Agama Menahan Tangisan Si Miskin Menakar Kualitas Sang Mufti Ketika Murka Mencegah Predator Anak Menembus ruang dan waktu bersama Jibril Mengapa Asyura Diperingati Tiap tahun Mengapa Menangis Atas al Husain mengenal hawa nafsu Mengenang dan Berbahagia Menggalang Persatuan Seperti yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW Menghadapi Kemarahan Dengan Santun Menghampiri Allah Swt menjadi manusia haji Menjadi Musafir Yang berhasil Menjaga Amalan MENJAGA HATI amp; LIDAH menjawab fitnah menjawab tuduhan menolak buku panduan MUI Menolak syiah Menyangkal Filsafat Hampa Merdeka mesiah Milad Fatimah Az Zahra as Mimpi yang Terbeli Motivasi Qurani Mozaik muamalah mudhaf Muhammad Muhammad saw Muhasabah diri Muhsin Labib MUI MUI dan Syiah MUI dan Tugas Mempersatukan Umat mujtahid mukallid Mukjizat Nabi Mukmin Adalah Sekufu Bagi Mukmin Munajat/Doa Murid murtadha muthahhari muslimah muthahhari muthlaq Mutiara Ahlulbait Mutiara Hikmah mutiara imam Ali as MY MOTHER IS THE MIRROR OF MY LIFE MY MOTHER IS THE MIRROR OF MY LIFE (2) Nabi Nabi Muhammad nahjul balaghah najasah Najh al-Balaghah nakhai nama Allah Nasab Imam Ali Nasehat Imam Khomeini (qs) untuk Seorang Muslim nashiruddin Nasional Nasionalisme Nasruddin Natal Dan Teologi Cinta Neo Teologi Nikah Mut`ah Nilai dan Kadar Manusia NKRI Harga Mati nominalisme NU Meminta Jokowi Bubarkan Ormas Keagamaan Anti Pancasila Nur Muhamad Nur Muhammad Nusantara Opini Orang tua dan orang hitam tidak akan masuk surga Orang yang berilmu dengan orang yang beriman sangat berbeda Orang Yang Sombong ORATOR ZALIM Orde Baru ormas ahlulbait indonesia Ormas Anti Pancasila Harus dibubarkan Pahala Memaafkan pajak pancasila Pancasila Jaya Pandangan Imam Ali as Tentang Kebodohan Pandangan Ulama dan Sejarahwan Tentang Imam Ali Zainal Abidin as Panjang Umur Para Sahabat PBNU pejabat Pelajaran Dari Yang Telah Berlalu pembalasan Pembantaian Imam Husain PEMBENCI DAN KEBENCIAN pembicara Pembuktian Wajibul Wujud Pemicu pemikiran Pemikiran dan Kepribadian Imam Khomeini Bagi Dunia pemimpin islam Pemimpin Non Muslim penalaran Pencipta Pencipta Lagu pendekatan sunni syiah pendengar Pengakuan Mahasiswa Asal Myanmar Tentang Syiah Pengangkatan Yazid Pengaruh Buruk Malas dan Solusinya pengertian pengetahuan Pengetahuan memberikan manusia wawasan dan kesadaran Pengetahuan menurut Imam Ali as Pengetahuan Umum Penghalang Kehadiran Hati Ketika Shalat Penghancuran Situs Kuno: dari Suriah hingga Yogya Penghormatan Imam Ali as Kepada Para Tamu Pengorbanan Imam Ali bin Abi Thalib as untuk Tamu penguasa islam Pengungsi Sampang Penolakan Ulama Islam Terhadap Gerakan Takfiri Pentingnya Sejarah PERANG MELAWAN KEBODOHAN Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan perempuan perempuan muslimah Peringatan Wiladah Al-Mahdi Afs Peristiwa Karbala Permainan Politik di Balik Dukungan Wahabi Salafi Takfiri pernikahan Pernyataan Perpecahan persahabatan sunni-syiah Persatuan persatuan islam Persatuan Islam dalam Perspektif Imam Ja'far as Persatuan Syiah-Sunni persaudaraan sunni-syiah persaudaraan umat Persefektif Al-Quran Perspektif Perspektif Imam Jafar Shadiq as tentang Sumber Pengetahuan Perspektif Jendral Gatot tentang Persatuan dan Pertahanan Indonesia Perspektif/Opini Pertolongan Allah Pesan Pesan Asyuro Sayidah Zainab Pesan Asyuro Sayidah Zainab as Pesan Asyuro Sayidah Zainab Singa Bani Hasyim Pesan dan Nasehat untuk MUI Pesan Haji Ayatollah Sayyid Ali Khamenei 2016 Ini Hadirkan Tetesan Airmata Pesan Haji Oleh Ayatollah Sayyid Ali Khamenei 2016 Ini Hadirkan Tetesan Airmata Pesan Haji Rahbar 2017 pesan imam ali Pesan Majma Jahani Ahlul Bait PESAN NATAL AYATULLAH KHAMENEI pesan persahabatan Pesan Rahbar Pesan Syahid Mohsen Phobia Terhadap Syiah? Itulah Desain Kepentingan Barat Pilkada Piramida Planet Planet Matahari plato Pokoknya kambing walaupun bisa terbang praktis Presiden Presiden Perintahkan Aparat Cegah Aksi Teror Saat Natal pria dan wanita Primordialisme Prinsip Kemahdian Dalam Al-Qur'an Profil Ahlulbait proklamasi Puasa puasa batin puasa lahir puasa ramadhan puisi Puteri kesayangan Nabi Putin Qiyas menurut Syiah Qosim sulaemani Quds Day Dalam Pandangan Imam Khomeini ra Quds Day in Semarang Quote Qur'an quraish Shihab RACHEL CORRIE CUKUPLAH MENGENALIKU Rahasia Bulan Rahasia Halilintar Rahasia Matahari rahbar Raja Saudi ramadhan ramadhan dalam hadits rasulullah dan ahlulbait Rasulullah SAW Simbol Persatuan realitas Rektor IAIN: Banyak Titik Temu Sunni (NU) dan Syiah Rencana Allah Pasti Indah Rene Descartes renungan renungan akhir ramadhan Renungan Tengah Malam retorika Revolusi revolusi iran Revolusi Mental amp; Aku (Bukan) Siapa risalah Rizqi Romawi Rosululloh Ruh Saat Tidur Rukyatullah rumah tangga RUMAH TANGGA YANG SEHAT PONDASI KOKOH SEBUAH NEGARA Rusia Komitmen Dukungan Kepada Negara-Negara Islam sahabat Sahabat Nabi Sahabat Nabi SAW sains Salah Memahami Hukum salman Sambut Tahun Baru Rahbar Menyampaikan Pesan Khusus untuk Rakyat Iran Sampah Sampah Hati Samudera Hindia Masa Depan Ekonomi Dunia Sastra Sastra Barat Sastra Islam satu tuhan Saudi Saydah Fatimah Sayid Hasan Alaydrus Sayidah Fatimah sayyid Ali Khamenei Sayyid Hasan Khomeini Sayyidina Hasan Sebaik-baik manusia Sedekah seimbang sejarah sejarah islam Sejarah Perkembangan Syiah di Indonesia sejarah syi'ah Seluruh manusia tertidur pulas. Ketika ajal tiba mereka baru sadar Semua Tentang Ali Karamallahu Wajhah seni Senjata Musuh Masa Kini Seorang penjual keripik singkong Seri Tanya Jawab Irfan Serial Karbala Seruan Kanjeng Nabi SAW sesat Setan setan tidak disiksa api neraka Setelah Kunjungan Raja Saudi: Melawan Ekstremisme? shahifah Mahdiyyah shalat shalat sufi Siah Nusantara Siapa "Habib" itu? Siapa dari kita yang paling banyak memakan kurma? siapakah ahlulbait nabi Sifat Af'aliyah SIfat Allah Sifat Dzatiyah Simbol Keagungan Spiritualitas Simbol Kesabaran Ahli Bait as Simbol Persatuan Dunia Islam Sirah Sirah Ahlulbait as skeptisisme skolastik socrates soekarno Sofis sosial studi skolastik Sumber-sumber Pendanaan ISIS Sunan Kali Jaga sunni sunni syiah Sunni-Syiah di Nusantara Sup Panas surat surat imam ali surat malik asytar Surat Muhammad syafaat Ahlulbait as Syafaat dan Optimisme Syafaat Nabi syahadah Syahid Murtadha Muthahhari Syaikh Al Azhar syarat. syarif radhi Syed Ahmad Baragbah tentang Ahlulbait dalam Hadits Nabi Syed Ahmad Baragbah tentang Syiah Dan Salah Faham Terhadapnya Syed Ahmad Baragbah tentang Taqiyah Menurut Islam Syiah syiah aceh Syiah adalah madzhab Islam Syiah adalah muslim syiah ali syiah antara iran dan indonesia Syiah dalam Lisan Rasulullah Saw Syiah Houthi syiah imamiyah Syiah Indonesia Syiah Islam Syiah Isna Asyariyyah Syiah Menjawab Syiah menjawab Tasawuf Syiah menurut Syiah syiah nusantara syiah saudi Syiah Sesat Syiah takwa Syiah Tidak Sesat Syiahisasi syiahnusantara Syiria syukur ta'abbudi Tabayun tabayun Syiah TABIAT MENGKAFIRKAN tabiin Tafaqquh Fiddin Tafsir Tafsir al-Quran tafsir birrul walidaen Tafsir Cemerlang tentang Islam Nusantara Tafsir Hikmah Tafsir Maudhu'i Tafsir Mudah Tafsir Surah al-Falaq Tafsir Surat AN-Nas tafsir syiah Tafsir Tematik Tahajud Menurut Ajaran Ahlul Bait As Takdir dan Logika Takfiri Takfirisme takhalli taklid TAKWA takwa bulan ramadhan takwini tamar Tangisan Pemimpin Iran Atas Tragedi Mina Tanya Jawab Tanya Jawab Irfan Tanya Jawab Isyu Fitnah terhadap Syiah Dengan Ahlinya Tanya Jawab Tasawuf Taqi Misbah Yazdi taqiyah Taqiyah Identik dengan Kemunafikan? taqiyyah Tasawuf Tasawuf dan Irfan Tasawuf Praktis Tasawuf Teoritis Tasbih Semesta Tashawuf Tasyri Tauhid Tauhid Dzat TAUHID PADA WUJUD MANUSIA Tauhid Semesta Tauhid Sifat Tawadhuk Kepada Manusia tawassul Tawassul 14 Manusia Suci tembang jawa Tentang Kejujuran Tentang Orang Arif Tentang Usia teologi teologi syiah teoritis terjadi Terjemah Al-Qur'an TERLAMPAU BERSUKACITA Ternyata Penemu Musik Adalah Orang Islam teror Thaharah Thomas Hobbes Tokoh Tragedi Karbala tragedi pembantaian keluarga nabi Tribute to International Quds Day 2012 Tuhan tuhan yang ghaib Tujuan Karbala Tukang cukur Tukang cukur dan Keberadaan Tuhan TV Indosiar Merevisi Fitnah Tentang "Syiah Wukuf di Karbala" Ubay ibn Ka’ab udul Ufuk ukhuwah ukhuwah Islam ukhuwah Sunni Syiah ulama Ulama Sunni Ulama Syiah Ulama Tafsir ulil amri Ulumul Qur'an Ummul Mu`minin Aisyah Berkisah Tentang Kemuliaan Sayyidah Fatimah as undang-undang undang-undang ketenagakerjaan uqala'i Urgensi Ukhuwah Islamiyah amp; Ukhuwah Wathoniyah Ushul Fikih Ustadz Muhsin Labib: Kilas Balik Murtadha Muthahhari Ustadz Taufiq Ali Yahya tentang Tawassul Uswah Video Videos Wafat Wajibul Wujud wali wali faqih Wali Sanga Wani Ngalah Luhur Wekasane wanita wanita muslim wanita muslimah wanita pilihan Warga Syiah Tolak Ubah Keyakinan Wartawan Koran Independent 'Shock' Berkisah Liputannya Tentang Long March Arbain Wasiat Imam Ali Kepada Umat Islam Wasiat Imam Jafar Shadiq Wawancara Wawasan Keislaman Wayang Kulit Wiladah "Sang Penunggang Terbaik" Wilaya'iyah Fakih wilayah Wirid As Sakran wudhu Yaman Yang paling menakjubkan Yazid berkuasa Yazid Naik Tahta Yesus dalam pandangan Imam Ali Bin Abi Thalib as yunani Zainab Cucu Rasulullah SAW Ziarah Kubur zulfikar
false
ltr
item
syiahnusantara.com: Menggalang Persatuan Seperti yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW
Menggalang Persatuan Seperti yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW
syiahnusantara.com
http://www.syiahnusantara.com/2016/07/menggalang-persatuan-seperti-yang.html
http://www.syiahnusantara.com/
http://www.syiahnusantara.com/
http://www.syiahnusantara.com/2016/07/menggalang-persatuan-seperti-yang.html
true
1073726697356742094
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy