Manusia Suci Kelima, Imam Ketiga; Imam Husain as-Syahid As.

Manusia Suci Kelima, Imam Ketiga;  Imam Husain as-Syahid As Nama                     : Al-Husain Gelar                     : Sayyidusy Syuha...


husainManusia Suci Kelima,


Imam Ketiga; Imam Husain as-Syahid As



Nama                     : Al-Husain


Gelar                     : Sayyidusy Syuhada


Panggilan               : Abu Abdillah


Nama Ayah           : 'Ali bin Abi Thalib


Nama Ibu              : Fatimah binti Muhammad


Wiladah                  : Madinah, Kamis 3 Sya'ban 4 H.


Syahadah                : Syahid di Karbala (Irak) pada usia 57 tahun, Jum'at, 10 Muharram 61 H


Haram                    : Karbala, Irak.



Di kediaman Nabi Saw, yang merupakan perwakilan citra kedua dunia -langit dan bumi– seorang anak yang dianugerahi kemanusiaan laksana seseorang yang memiliki citra Ilahi memancar di penjuru persada, lahir pada salah satu malam dari bulan Sya'ban. Ayahnya adalah Imam 'Ali, seorang manusia teladan terhadap kawan dan prawira terhadap lawan-lawan Islam, dan bundanya adalah Hadrat Fatimah, putri satu-satunya baginda Rasulullah Saw, yang diakui oleh semesta, mewarisi sifat-sifat mulia ayahnya.


Imam Husain adalah Imam Ketiga dalam hierarki Imâmah. Ketika berita kelahirannya sampai kepada Rasulullah Saw, Nabi Saw segera bertolak menuju ke kediaman putrinya, mengambil bayi merah tersebut ke tangan ia, membacakan adzan dan iqamah masing-masing pada kedua telinganya, dan pada hari ketujuh kelahirannya, setelah melaksanakan ritual aqiqah, ia memberi nama kepada bayi mungil tersebut dengan nama Husain, sesuai dengan perintah Allah Swt.


'Abdullah bin 'Abbas meriwayatkan: "Pada hari Imam Husain lahir, Allah Swt memerintahkan Malaikat Jibril untuk menyampaikan selamat kepada Nabi Saw. Ketika melaksanakan tugas tersebut, Malaikat Jibril melintasi sebuah daerah, tempat Malaikat Futrus dibuang karena kelambatannya menunaikan tugas yang diemban. Sayap Malaikat Futrus dihilangkan dan dibuang di sebuah tempat yang dia huni selama tujuh tahun ibadah dan menyembah Allah Swt dan meminta ampunan-Nya."


"Ketika Malaikat Futrus melihat Malaikat Jibril, "Kemana engkau akan pergi wahai Jibril? Katanya. Malaikat Jibril menjawab "Husain putra Rasulullah Saw telah lahir, dan atas alasan ini Allah telah memerintahkan aku untuk menyampaikan ucapan selamat kepada Rasul-Nya. Lalu, Malaikat Futrus berkata, "Dapatkah engkau membawaku besertamu?"Semoga Muhammad menjadi wasilah atas masalahku ini. Malaikat Jibril membawa Malaikat Futrus bersamanya untuk menyampaikan ucapan selamat kepada Rasulullah dan mengajukan masalah yang dihadapi oleh Malaikat Futrus kepada ia. Nabi Saw berkata kepada Jibril, "Katakan kepada Malaikat Futrus untuk menyentuh badan bayi ini dan kembali ke tempatnya di Surga. Dengan melakukan ini, Malaikat Futrus segera mendapatkan kembali kedua sayapnya dan berterima kasih kepada Nabi Saw dan kepada cucunya yang baru, dan terbang ke langit."


Hasan dan Husain, kedua putra Imam 'Ali As dan Hadrat Fatimah As, dihormati dan dipuja-puja sebagai "Pengulu pemuda di surga" sebagaimana disebutkan oleh Nabi Saw.


Nabi Muhammad Saw secara terbuka menubuwatkan bahwa Islam akan diselamatkan oleh cucunya Husain, ketika Yazid putra Mu'awiyah berupaya untuk menghancurkannya.


Yazid dikenal karena sifatnya yang bejat dan kejam. Dia dikenal sebagai orang paling bejat. Orang-orang yang telah mengetahui dan mengerti sifat keji Yazid ini, membentuk sebuah perjanjian sehingga Muawiyyah tidak akan memilih Yazid sebagai penggantinya. Pelaksanaan pemindahan kekuasaan ini kepada Imam Hasan yang darinya Mua'wiyah merebut kekuasaan. Mu'awiyah melanggar perjanjian ini dan mencalonkan Yazid sebagai penggantinya.


Segera setelah ia naik kursi kekuasaan, Yazid mulai menunjukkan karakter bejatnya ini. Ia mulai campur tangan dalam masalah-masalah fundamental Islam dan berbuat segala kejahatan dan kebejatan secara bebas dan tetap berkeyakinan bahwa ia adalah khalifah Rasulullah Saw, menuntut bai'at dari masyarakat untuk mengakuinya sebagai Amirul Mukminin. Memberikan bai'at kepada Yazid tidak lain mengakui kejahatan sebagai Tuhan. Jika seorang yang memiliki kepribadian takwa seperti Imam Husain menerima Yazid, sejatinya menganjurkan kebejatan kepada manusia sebagai ganti Tuhan. Yazid menuntut bai'at dari Imam Husain, yang tentu saja tidak akan pernah melakukan perbuatan tersebut apapun resikonya. Orang-orang takut celaka dan binasa di tangan seorang tiran seperti Yazid. Imam Husain berkata bahwa apa pun yang terjadi, dia tidak akan menempatkan kejahatan sebagai ganti Tuhan, dan melakukan kembali apa yang telah dibina oleh datuknya, Rasulullah Saw.


Penolakan Imam Husain untum memberikan bai'at kepada Yazid telah menandai bermulanya penindasan kepada Imam As. Sebagai hasilnya, Imam Husain mengungsi ke Madinah di mana ia menjalani uzlah.  Bahkan di tempat ini, Imam Husain tidak diizinkan untuk hidup secara damai, dan terpaksa untuk mencari perlindungan di Mekkah – di sana juga ia mendapatkan perlakuan biadab, dan Yazid merencanakan untuk membunuhnya di hadapan Ka'bah.


Dengan maksud untuk menjaga bangunan suci ini, Imam Husain memutuskan untuk meninggalkan Makkah menuju Kufah sehari setelah menunaikan ibadah Haji. Ketika ditanya alasan kepergiannya dari Mekkah padahal hari haji tiba sehari lagi, Imam Husain berkata bahwa ia akan menunaikan ibadah haji tahun ini di Karbala, tidak mengorbankan domba-domba, akan tetapi mengorbankan kerabatnya, keluarganya, sahabatnya. Imam Husain menyebutkan nama-nama para kerabatnya yang mengorbankan hidupnya beserta Imam Husain di Karbala.


Orang-orang Kufah yang telah lelah dan muak dengan kekuasaan tiranik dan setanik Yazid, telah menulis surat-surat yang tak-terbilang banyaknya dan mengutus duta kepada Imam Husain untuk datang ke Kufah dan membimbing mereka jalan Islam. Meskipun Imam Husain tahu kesudahan  dari undangan-undangan ini, karena ia adalah Imam yang terpilih, tidak dapat menolak permintaan orang-orang yang meminta petunjuk dan bimbingan darinya. Ketika Imam Husain beserta kafilahnya tiba di bumi Karbala, kudanya secara mengejutkan berhenti dan enggan untuk melangkah lagi. Atas keengganan kuda ini untuk melangkah, Imam Husain mengumumkan "Di sinilah tempatnya, bumi duka dan bala." Ia turun dari kudanya, dan memerintahkan kepada para pengikutnya untuk mendirikan tenda. Imam Husain berkata: "Di sini kita akan disyahidkan dan anak-anak kita akan dibantai. Di sini tenda-tenda kita akan dibakar dan keluarga kita akan ditangkap. Di sini adalah tempat yang telah dinubuwatkan oleh datukku Rasulullah Saw, dan ramalan ia akan terpenuhi."


Pada hari ke-7 Muharram  persediaan air ke kemah Imam Husain dipotong dan mulailah derita lapar dan dahaga. Kemah Imam Husain yang didiami oleh wanita-wanita, anak-anak tak-berdosa termasuk bayi-bayi dan beberapa pria dari Ahlulbait Nabi Saw; bersama dengan sahabat-sahabat setia Imam Husain yang telah memilih syahid bersama Imam, berperang melawan kejahatan demi mencari keRidhaan Allah Swt.



'Âsyurâ (Hari kesepuluh Muharam)


Tatkala fajar menyingsing, Imam Husain menengok ke arah lasykar Yazid dan menyaksikan 'Umar bin Sa'ad yang memerintahkan pasukannya untuk bergerak menuju ke arah Imam Husain. Imam Husain mengumpulkan para pasukannya dan menyampaikan kepada mereka: "Hari ini Allah telah mengizinkan kita untuk terjun ke dalam sebuah Perang Suci dan Dia akan memberikan ganjaran yang tinggi atas kesyahidan kita. Oleh karena itu, persiapkan diri kalian untuk bertempur melawan musuh-musuh Islam dengan kesabaran dan perlawanan. Wahai putra-putra kemuliaan dan bermartabat, bersabarlah! Kematian bukanlah sesuatu melainkan sebuah jembatan yang harus kalian seberangi setelah menjalani ujian-ujian dan cobaan-cobaan untuk mencapai Firdaus dan kesenangan di dalamnya. Siapakah di antara kalian yang tidak ingin beranjak dari penjara dunia ini menuju istana-istana yang tinggi Firdaus?.


Setelah mendengar khutbah Imam Husain As, seluruh sahabat-sahabatnya berseru: "Wahai Maulana (Tuan kami)! Kami bersedia membelamu dan Ahlulbaitmu, dan siap mengorbankan jiwa dan raga kami demi membela Islam."


Imam Husain mengutus seorang demi seorang dari tenda sahabat-sahabatnya untuk bertempur dan mengorbankan jiwa mereka di jalan Allah. Akhirnya, ketika seluruh para pengikutnya dan para anak-anak mempersembahkan hidupnya, Imam Husain menggendong 'Ali Asghar, bayi ia yang berusia enam bulan dan meminta air untuk sang bayi, yang  telah sekarat karena dahaga. Dahaga sang bayi tertebus dengan sebuah anak panah beracun yang dilancarkan oleh lasykar biadab yang mengoyak pipi si bayi malang hingga ke tangan ayahnya. Akhirnya, ketika jiwa sang bayi melayang, Imam Hasan berseru kepada Allah Swt: "Wahai Tuhan! HusainMu telah mempersembahkan di jalan-Mu apa saja yang Engkau berikan kepadanya. Berkati Husain-Mu Ya Allah! Dengan penerimaan atas pengorbanan ini. Segala yang dapat dilakukan oleh Husain hingga kini melalui pertolongan-Mu dan atas rahmat-Mu." Akhirnya Imam Husain maju ke medan laga dan gugur, musuh-musuh yang tak mengenal belas-kasih. Lasykar Yazid setelah membunuh Imam Husain, memenggal kepala Imam Husain dari raganya dan mengangkatnya di atas tombak. Kepala Imam Husain mulai memuji Allah Swt dari atas tombak, Allahu Akbar. Segala kekuasan di tangan Allah."


Setelah dengan susah-payah, tanpa belas-kasih dan dengan kebrutalan membantai Imam Husain beserta sahabat-sahabatnya, wanita-wanita dan anak-anak malang dengan putra Imam Husain As, Imam 'Ali Zainal Abidin digiring sebagai tawanan.



Beberapa Hadis Nabi Saw ihwal Imam Husain As




  1. Hasan dan Husain adalah penghulu pemuda di Surga

  2. Husain dariku dan Aku dari Husain, Allah menjadikan teman orang yang menjadikan Husain sebagai temannya dan memusuhi orang yang menjadikan Husain sebagai musuhnya.

  3. Barang siapa yang ingin melihat orang yang hidup di dunia namun kemuliaannya dihormati oleh para penghuni langit, lihatlah putraku Husain.

  4. Wahai putraku! Dagingmu adalah dagingku dan darahmu adalah darahku; Engkau adalah seorang pemimpin, putra seorang pemimpin dan saudara seorang pemimpin; engkau adalah seorang penuntun ruhani; engkau adalah seorang Imam, putra seorang Imam, dan saudara seorang Imam; Engkau adalah bapak bagi sembilan Imam, dan yang kesembilan adalah Qaim.

  5. Hukuman yang dikenakan kepada pembunuh Imam Husain di Jahannam kelak setimpal dengan setengah dari seluruh hukuman yang dikenakan kepada seluruh pendosa yang hidup di dunia.

  6. Ketika Nabi Saw mengabarkan Hadrat Fatimah ihwal syahidnya putranya, Hadrat Fatimah As mengucurkan air mata dan bertanya: "Duhai Ayah! Bilamanakah putraku akan disyahidkan? "Dalam keadaan susah-payah, Jawab Nabi Saw, "Ketika Aku, engkau dan 'Ali sudah tidak ada lagi." Jawaban Nabi ini membuat kesedihan Hadrat Fatimah semakin tumpah dan bertanya lagi, "Duhai Ayahku! Lalu, siapakah yang akan memperingati syahdah Husainku? Nabi Saw berkata: "Pria dan wanita dari pengikutku, yang menjadi sahabat Ahlulbaitku, akan menangisi Husain dan memperingati syahadahnya di setiap tahun pada setiap kurun waktu.



Ibn Sa'd meriwayatkan dari asy-Sya'bi:


Imam 'Ali, dalam perjalanannya menuju Siffin, melalui sahara Karbala, di sana ia berhenti dan menangis dengan pilu. Ketika ditanya mengapa dia menangis sedemikian pilu, ia bercerita bahwa suatu hari ia mengunjungi Rasulullah Saw dan mendapatkan ia menangis. Ketika ditanya mengapa ia menangis, ia menjawab: "Duhai 'Ali! Jibril baru saja bersamaku dan mengabarkan bahwa putraku Husain akan disyahidkan di Karbala, sebuah tempat di tepi sungai Eufrat. Cerita Nabi ini yang membuatku menangis.



Anas bin Harits meriwayatkan:


Pada suatu hari Rasulullah Saw naik mimbar untuk menyampapaikan khutbah kepada sahabat-sahabatnya sementara Imam Husain dan Imam Hasan sedang duduk di hadapan mereka. ketika Nabi selesai menyampaikan khutbahnya, ia menggendong Imam Husain dengan tangan kiri ia dan mengangkat kepalanya ke arah langit sembari berkata: "Wahai Tuhanku! Aku adalah Muhammad, hamba dan rasulMu, dan kedua anak ini adalah anggota keluargaku yang akan membentengi urusanku setelahku.  Tuhanku! Jibril telah mengabarkan bahwa putraku Husain akan dibunuh. Tuhanku! Berkati diriku agar dapat membalas syahidnya Husain, jadikanlah dia sebagai pemimpin para syuhada, Engkau sebagai penolongnya dan penjaganya dan jangan Engkau rahmati pembunuhnya."


 


Sir Muhammad Iqbal berkata:


Imam Husain mencabut akar-akar despotisme selamanya hingga hari kiamat. Dia telah menyirami taman kebebasan yang kering dengan darahnya, dan sesungguhnya dia telah membangunkan umat yang sedang tidur.


Jika Imam Husain memiliki maksud untuk mendapatkan kekuasaan dunia, dia tidak akan mengadakan perjalanan (dari Madinah ke Karbala). Husain lebur dalam darah dan debu demi untuk menegakkan kebenaran. Dengan demikian, sesungguhnya dia telah menjadi landasan kokoh bagi keimanan kaum muslim; laa ilaha illa Allah (Tiada tuhan selain Allah).


 


Khawaja Mu'inuddin Cyisti berkata:


Ia memberikan kepalanya, tapi tidak menyerahkan tangannya kepada Yazid. Sesungguhnya, Imam Husain adalah landasan kalimat tauhid, laa ilaha illa Allah. Husain adalah tuan dan tuan dari para tuan-tuan.


Husain sendiri adalah Islam dan pelindung Islam. Meskipun dia menyerahkan kepalanya (untuk Islam) namun dia tidak pernah rela memberikan bai'at kepada Yazid. Sesungguhnya Imam Husain merupakan penegak panji "Laa ilaha illa Allah".



Brown dalam A Literary History of Persia menulis:


            Sebagai sebuah pengenang, darah-ternoda di padang Karbala tempat cucu Rasulullah Saw jatuh tersungkur, didera oleh dahaga, dan dikelilingi oleh jasad-jasad keluarganya yang terbunuh, senantiasa memadai untuk dikenang kembali, bahkan yang paling hangat-suam dan acuh-tak-acuh sekalipun, emosi yang terdalam, nestapa yang getir, dan ruh yang terbang di hadapan luka, bahaya, dan kematian bersembunyi dari hal-hal remeh. Setiap tahun, pada hari kesepuluh Muharram (Asyura), tragedi getir ini diperagakan kembali di tanah Persia, India, Turki, Mesir, di mana saja komunitas Syiah hidup;...ketika aku menulisnya segalanya kembali; lagu sendu, sedu-sedan, pakaian putih bernoda darah dari luka-luka yang dibuat sendiri, mabuk nestapa dan simpati.


 


Allamah Thabathaba'i menulis:


Imam Husain As (Sayyidus Syuhada)), putra kedua 'Ali dan Fatimah As lahir pada tahun ke-4 Hijriah, dan setelah syahadah saudaranya Imam Hasan Mujtaba. Imam Hasan menjadi Imam sesuai dengan perintah Allah Swt dan wasiat saudaranya. Imam Husain adalah Imam selama sepuluh tahun, akan tetapi pada enam bulang terakhir bertepatan dengan khalifah Mu'awiyah. Imam Husain hidup di bawah keadaan teror dan tertindas. Keadaan ini terjadi karena, pertama, hukum syar'i dan dustur agama telah kehilangan kredibilitas dan bobotnya, maklumat pemerintahan Mu'awiyah telah meraih kekuasaan dan wewenang. Kedua, Mu'awiyah dan antek-anteknya telah menggunakan berbagai macam cara untuk menyingkirkan dan menjauhkan Ahlulbait Nabi As dan Syiah, dan menjelek-jelekkan nama Imam 'Ali dan keluarganya. Dan di atas segalanya, Mu'awiyah menghendaki semua ini untuk menguatkan landasan khilâfah putranya, Yazid, karena kurangnya prinsip-prinsip dan ketelitian ditentang oleh sebagian besar oleh kaum Muslimin. Dengan demikian, untuk memadamkan api perlawanan, Mu'awiyah telah mengambil langkah-langkah strategis dan licik. Dengan kekuataan dan kepastian Imam Husain harus menerima dan menjalani hari-harinya dengan agoni (luka) dan deraan mental-spritual dari Mu'awiyah dan antek-anteknya – sampai pada pertengahan 60 H, Mu'awiyah wafat dan putranya Yazid naik tahta menggantikannya.


Memberikan bai'at merupakan kebiasaan arab kuno yang dilaksanakan dalam urusan-urusan penting seperti dalam urusan kerajaan (kingship) dan pemerintahan (governorship).  Mereka yang berkuasa dan khususnya yang terkenal di kalangan mereka, akan memberikan tangan mereka sebagai tanda bai'at, persetujuan dan ketaatan kepada raja atau pangeran mereka dan cara seperti ini menunjukkan dukungan mereka terhadap perbuatan orang yang dibai'at. Penolakan terhadap bai'at ini dianggap menghina dan merendahkan masyarakat dan, ibarat melanggar perjanjian setelah menandatanganinya secara resmi, dan hal ini dipandang sebagai sebuah kejahatan.


Mengambil contoh dari Nabi Saw, masyarakat meyakini bahwa bai'at, ketika diberikan dengan bebas dan tanpa melalui paksaan, pertanda bai'at ini memiliki keabsahan dan bobot.


Mu'wiyah telah meminta para pembesar di kalangan masyarakat untuk memberikan bai'atnya kepada Yazid, tapi tidak meminta kepada Imam Husain. Dia secara khusus berkata kepada Yazid dalam wasiat terakhirnya bahwa jika Husain menolak untuk memberikan bai'at maka ia harus berdiam diri dan tidak mengindahkan masalah ini, karena dia sangat mengerti akibat-akibat serius yang akan terjadi jika masalah ini ditekan. Akan tetapi karena rasa egois dan keras-kepala, Yazid mengabaikan nasihat ayahnya dan segera setelah kematian ayahnya memerintahkan kepada gubernur Madinah mengambil bai'at dari Imam Husain secara paksa atau mengirim kepalanya ke Damaskus.


Setelah gubernur Madinah memberikan kabar kepada Imam Husain tentang tuntutan Yazid ini, Imam meminta waktu untuk memikirkan masalah ini dan memulai perjalanan beserta keluarganya menuju Makkah. Imam Husain mencari suaka di bawah lindungan Tuhan yang dalam Islam merupakan perlindungan dan tempat aman yang resmi.  Peristiwa ini berlangsung pada akhir bulan Rajab dan permulaan Sya'ban tahun 60 H.


Selama hampir empat bulan Imam Husain bermukim di Makkah sebagai orang yang mencari suaka. Kabar ini menyebar ke seluruh penjuru dunia Islam. Di satu sisi, banyak orang-orang yang telah muak dengan pemerintahan zalim Mu'awiyah dan semakin kecewa ketika Yazid menjadi khalifah, berhubungan dengan Imam Husain dan menyampaikan rasa simpati mereka kepada Imam Husain. Di sisi lain, banjir surat yang berdatangan, khususnya dari Irak dan Kufah, mengundang Imam Husain untuk datang ke Irak dan menerima kepemimpinan masyarakat di sana dengan maksud untuk memulai pemberontakan melawan kezaliman dan ketidakadilan. Secara tabiat, keadaan seperti ini sangat berbahaya bagi Yazid.


Imam Husain bermukim di Makkah hingga musim haji ketika kaum Muslimin dari seantero dunia datang ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Imam mendapatkan beberapa antek-antek Yazid memasuki Makkah menyamar sebagai penziarah (haji) dengan misi untuk membunuh Imam selama ritual haji berlangsung dengan senjata yang mereka bawah di balik pakaian ihram mereka.


Imam mempersingkat masa ritual hajinya dan memutuskan untuk meninggalkan Mekkah. Di tengah lautan manusia yang berziarah, Imam Husain berdiri menyampaikan pidato singkat yang berisikan bahwa ia akan bertolak menuju Irak. Dalam pidato singkat ini, ia juga menyatakan bahwa ia akan disyahidkan dan meminta kaum Muslimin untuk menolong untuk mencapai tujuan yang telah ia canangkan dan mempersembahkan hidup mereka di jalan Allah. Pada hari berikutnya Imam Husain bertolak menuju Irak ditemani oleh keluarga dan para sahabatnya.


Tekad Imam Husain untuk tidak memberikan bai'at kepada Yazid sudah bulat dan mengerti akibat dari penolakan ini. Ia sadar bahwa kematian tidak dapat dihindari dalam berhadapan dengan lasykar raksasa Mu'awiyah, dengan didukung oleh keadaan yang telah rusak, kemerosotan ruhani dan kurangnya tekad dari orang-orang, khususnya di Irak.


 Beberapa orang-orang terkemuka di Makkah berdiri menghadang jalan Imam Husain dan memperingatkan akan bahaya jalan yang ia pilih. Namun Imam Husain menjawab bahwa ia menolak untuk memberikan bai'at dan persetujuan kepada sebuah pemerintahan zalim dan tiranik. Imam Husain menambahkan bahwa di mana pun dan ke manapun ia berada atau pergi ia akan tetap dibunuh. Ia meninggalkan Mekkah demi menjaga kehormatan Ka'bah dan tidak rela bangunan kudus ini dihancurkan dengan menumpahkan darahnya di sekitar Ka'bah.


Dalam perjalanannya menuju Kufah dan beberapa hari perjalanannya menjauh dari kota Makkah, ia menerima kabar bahwa antek-antek Yazid telah membunuh duta Imam Husain di kota itu dan juga salah seorang pendukung setia Imam di Kufah. Kaki-kaki mereka dibelenggu dan mereka diseret di jalan-jalan kota. Kota dan daerah-daerah sekelilingnya berada di bawah pengawasan ekstra-ketat dan lasykar musuh yang tak-berbilang jumlahnya sedang menantikannya. Tidak ada jalan terbuka baginya untuk melangkah ke depan dan menghadapi sang maut. Di sini Imam menyampaikan tekadnya yang bulat untuk tetap maju ke depan dan siap menerima syahid; sehingga Imam Husain melanjutkan perjalanannya.


Kurang-lebih tujuh puluh kilometer dari Kufah di sebuah padang bernama Karbala, Imam dan kafilahnya dikepung oleh pasukan tempur Yazid. Selama delapan hari mereka mendirikan tenda di tempat ini sementara jumlah pasukan musuh semakin bertambah. Akhirnya, Imam bersama Ahlulbaitnya dan beberapa orang sahabat dikelilingi oleh tiga puluh ribu pasukan bersenjata lengkap. Selama masa-masa itu, Imam membentengi posisinya dan membuat sebuah pilihan terakhir kepada para sahabatnya. Pada malam harinya, Imam memanggil para sahabatnya dan memberikan sebuah pidato singkat yang berisikan peringatan bahwa tiada jalan lain di hadapan kita selain mati dan syahadah. Imam menambahkan bahwa karena musuh hanya menghendaki dirinya saja, Imam memberikan kebebasan kepada mereka untuk pergi dan kabur di tengah kegelapan malam dan menyelamatkan jiwa mereka. Lalu ia memerintahkan lentera-lentara untuk dinyalakan dan hampir seluruh sahabatnya, yang bergabung bersama Imam demi kepentingan mereka sendiri, kabur. Hanya beberapa orang yang mencintai kebenaran sekitar empat puluh pengikut setia Imam dan beberapa orang Bani Hasyim bertahan bersama Imam.


Sekali lagi Imam mengumpulkan mereka yang bertahan dan menguji mereka. Ia menyampaikan kepada para sahabatnya dan kerabatnya, bahwa musuh hanya menghendaki dirinya saja. Mereka masih punya kesempatan dengan memanfaatkan kegelapan malam untuk kabur menyelematkan diri mereka dari bahaya yang siap menerjang. Tapi kali ini, sahabat-sahabat setia Imam menjawab bahwa mereka tidak akan menyimpangkan jalan sedetik pun dari jalan kebenaran yang telah ditunjukkan oleh Imam mereka dan tidak akan membiarkan Imam tinggal sendiri. Mereka berkata akan membela Ahlulbait Imam hingga tetes darah penghabisan dan sepanjang mereka mampu mengayunkan pedang mereka.


Pada hari kesembilan Muharram tantangan terakhir untuk memilih antara "bai'at atau perang" yang dibuat oleh musuh kepada Imam. Imam meminta jeda untuk melakukan shalat pada malam itu dan supaya lebih tegar dan segar untuk memasuki medan tempur pada hari berikutnya.


Pada hari kesepuluh Muharram tahun 61 H (680) Imam berbaris di hadapan musuh dengan pengikutnya yang berjumlah kecil, kurang lebih sembilan puluh orang yang berisikan empat puluh sahabatnya, tiga puluh lasykar musuh yang bergabung dengannya siang dan malam peperangan, dan kerabatnya dari Bani Hasyim, anak-anak, saudara-saudaranya, kemenakannya dan saudara sepupunya. Hari itu mereka bertempur dengan gagah berani sejak pagi hingga nafas terakhir, Imam dan pemuda Bani Hasyim, serta para sahabat-sahabatnya telah melewati titian syahadah. Di antara yang terbunuh adalah dua putra Imam Hasan, yang berusia tiga belas dan sebelas tahun; seorang bocah berusia lima tahun dan bayi Imam Husain yang masih dalam susuan ibunya.


Lasykar tempur musuh, setelah mengakhiri perang, merampas kehormatan Imam dan membakar tenda-tenda. Mereka memenggal kepala jasad-jasad para syuhada, menelanjangi mereka dan melemparnya ke tanah tanpa dikubur. Lalu mereka menggiring Ahlulbait Imam Husain, yang terdiri dari wanita-wanita dan gadis-gadis, bersama dengan kepala para syuhada ke Kufah. Di antara para tawanan terdiri dari tiga pria Ahlulbait Imam; putra Imam yang berusia dua puluh dua tahun yang sakit dan tidak dapat bergerak, namanya, 'Ali bin Husain, Imam Keempat; putra 'Ali bin Husain, Imam kelima, Muhamamad bin 'Ali dan akhirnya Hasan al-Mutsanna, putra Imam Hasan Mujtaba yang juga merupakan anak-mantu Imam Husain yang karena terluka, terbaring di antara jasad orang-orang yang gugur.  Mereka menemukannya dalam keadaan sekarat dan melalui belas-kasih jendral perang lasykar kepalanya tidak dipenggal. Sebaliknya, mereka membawanya bersama dengan para tawanan ke Kufah dan dari Kufah menuju Damaskus untuk dihadapkan kepada Yazid.


Tragedi Karbala, wanita-wanita dan anak-anak Ahlulbait Nabi Saw menjadi tawanan perang, mereka  diseret sebagai tawanan perang dari kota ke kota dan pidato yang disampaikan oleh Zainab binti 'Ali, dan Imam 'Ali Zainal Abidin yang telah membuat citra Bani Umayyah menjadi ambruk. Fitnah yang dipropagandakan oleh Mu'awiyyah yang menghantam Ahlulbait Nabi Saw terbongkar. Keadaan ini mencapai puncaknya Yazid dicela dan dicaci oleh massa akibat perbuatan biadab dan keji antek-anteknya. Tragedi Karbala merupakan faktor utama kejatuhan kekuasaan Bani Umayyah walaupun beberapa lama setelah tragedi ini. Tragedi ini juga yang telah memperkuat posisi Syiah. Di antara buah tragedi ini adalah pemberontakan dan pembangkangan berupa pertempuran berdarah yang berlanjut hingga dua belas tahun. Mereka yang menjadi alat untuk membunuh Imam Husain tidak satu pun yang selamat dari balas-dendam dan mendapatkan hukuman yang setimpal.


Setiap orang yang mengkaji sejarah hidup Imam Husain dan Yazid serta keadaan ketika itu, kemudian menganalisa bagian ini dalam sejarah Islam, tidak akan ragu bahwa dalam keadaan-keadaan seperti itu tidak memberikan pilihan lain kepada Imam Husain melainkan harus dibunuh. Menyampaikan bai'at kepada Yazid berarti penghinaan terang-terangan terhadap Islam, sesuatu yang mustahil dilakukan oleh Imam. Yazid tidak hanya tidak menaruh hormat terhadap Islam tetapi juga membuat demonstrasi yang menginjak-injak hukum-hukum dan fondasi Islam.


Orang-orang di depannya, bahkan jika mereka menentang ajaran-ajaran agama, selalu melakukannya dengan sembunyi-sembunyi, dan sekurang-kurangya menaruh hormat terhadap Islam secara resmi.


Mereka menaruh rasa bangga sebagai sahabat-sahabat Nabi Saw dan agamawan yang diyakini oleh umat. Dari sini, dapat disimpulkan bahwa klaim beberapa mufassir tentang peristiwa ini yang menyoroti tentang dua saudara, Hasan dan Husain, memiliki dua selera yang berbeda. Yang pertama cinta damai dan yang lainnya cinta jalan perang. Sehingga saudara yang pertama membuat perdamaian dengan Mu'awiyah meskipun dia memiliki lasykar yang berkekuatan empat puluh ribu anggota pasukan dan saudara yang kedua mengangkat senjata melawan Yazid dengan lasykar berjumlah empat puluh orang. Karena kita melihat bahwa Imam Husain ini, yang menolak untuk memberikan bai'at kepada Yazid selama sehari, hidup selama sepuluh tahun di bawah kekuasaan Mu'awiyah, adalah sama dengan saudaranya yang juga menjalani masa sepuluh tahun di bawah kekuasaan Mu'awiyah tanpa melakukan perlawanan.


Harus dikatakan dengan benar bahwa jika Imam Hasan atau Imam Husain harus bertempur melawan Mu'awiyah mereka akan dibunuh tanpa sedikitpun manfaat bagi Islam. Kematian mereka tidak akan memiliki pengaruh di hadapan kebijakan saleh lahiriyah Mu'awiyah, seorang politisi yang berkompeten yang menekankan persahabatannya dengan Nabi Saw, "kâtibul wahy" (penulis wahyu) dan "khali al-Mu'minin" (paman orang-orang beriman) dan menggunakan setiap strategi yang mungkin seperti penyamaran religious untuk mejaga kekuasaannya. Terlebih, dengan kemampuannya menata skenario untuk  mencapai kehendaknya mereka dapat membunuh keduanya melalui orang-orang suruhannya dan kemudian mengumumkan duka nasional pada pagi harinya dan menuntut balas atas darah mereka,  persis sebagaimana ia kesankan menuntut balas atas darah khalifah ketiga. (Shi'te Islam).[]

loading...
loading...
loading...
Name

#ahlulbait #shalawat #doa #AlQuds #buku putih mazhab syiah #DR Ahmad Thayyib #Dzikir #ebooks #Fatimah #FikihSyiah #ImamAli #ImamHasanAlMujtaba #ImamKhomeini #isis #kitabsyiah #syiahmenjawab #alkafi #Mufti Ahlusunnah Mesir #Mufti Al-Azhar #Persatuan Umat Islam #Syiah Bagian dari ISLAM #syiahmenjawab #tabayyun #alibinabithalib #Umur #Walipitu #Walisongo #Wawancara Eksklusif 10 kegagalan memahami syiah 17 Agustus 2017 4 Pesan Nabi SAW kepada 'Ali as ABI ABI berkunjung Kemenko Polhukam abu bakar abu dzar abu dzar al-ghifary abu jaham Abu Turab Adab Berkomunikasi Dalam Quran agama Agama amp; Dunia Agama dan AKhlak Agama dan Dunia Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern Agama Memperkuat Diri Hadapi Kesulitan Agama Sadis agama untuk manusia Agresi Saudi agustinus ahkamul quran Ahli Ibadah Yang Riya' ahlul bait ahlul bayt ahlul bayt as ahlulbait Ahlulbait as adalah Ahlu adz Dzikr Ahlulbait as Bagaikan Pintu Pengampunan Ahlulbait Nabi as adalah Tali Allah Ahlussunnah ahlusunah Ahmad Taufik Jufry air Air Mata Kerinduan Uwais Al Qarani Kepada Rasul SAW Ajaran Ajaran Nabi Muhammad Saw Untuk Kehidupan ajwibah akal fitrah AKAR FITNAH akhlak Akhlak Imam Sajjad Pasca Karbala Akhlak Mulia Akibat Lalai Shalat Akidah Akidah Syiah Aktivis Al Mahdi al quran Al Quran al quran syiah Al-Fatihah al-ghaib Al-Ghazali Al-Kalbi Al-Qur'anul Karim Al-Quran Alam Ali Ali Akbar Ali ibn Abi Thalib ali khamenei ali shariati ali syariati aliran sesat Amalan Malam Nisfu Sya’ban amaliyah Amr bin Yasir an-Najasy an-Najazyi Anda Bertanya Anda bertanya SYiah menjawab Annemarie Schimmel Anti Stres anti terorisme Antologi Islam Apa Apa Definisi Roti? Apa yang Kita Pikirkan Api Takfiriah Yang Menjilat Diri Sendiri Arab Saudi Arbain Husaini Argumentasi Rasional Syiah Tentang Imamah Aristoteles asal-usul syi'ah Asas Politik Kanjeng Nabi Muhammad SAW Asuransikan dirimu dengan doa ini Asyura asyuro At-Taqrib Audio awjibah Ayat-ayat Keagungan Nabi Ayatollah Bahjat qs Ayatullah Nuri Hamadani Ayatullah Shafi Ghulpaghani Ayatulloh Az-Zahra bab Bagaimanakah Bahagia? bahagia Bahasa Agama BANGGALAH MENJADI BANGSA INDONESIA Bangsa Iran Bangsa Persia Bantahan Keras Bahwa Syiah Pengikut Ibn Saba' Bedah Buku Putih Mazhab Syiah Berbahagia karena berbagi jalanNya berbuat baik Berdzikir dalam Perspektif Imam Khomeini Berita Berkah Sang belahan jiwa Nabi SAW amp; Doa Ziarah padanya Bersama Tuhan Di Bulan Suci bersuci bertindak Berwisata dengan Kemuliaan Fatimah Azzahra Betulkah Syi'ah Mengkafirkan Sunni? bijak Biografi Biografi Allamah Thabathaba'i Biografi Imam Ali Biografi Ulama Syiah Bisik-bisik Obama Tentang Islam di Indonesia Budaya Budaya & Gaya Hidup Budaya amp; Gaya Hidup Buku Putih Mazhab Syiah: Fakta Eksistensi Syiah Bulan bung karno Bung Karno pun Napak Tilas ke Imam Husain di Karbala Bung Karno pun Ziarah Imam Husain di Karbala Buya Syafi'i Ma'arif Cahaya Cahaya Nabi Muhammad Cahaya Nabi Muhammad saw Cahaya Tuhan cak nun CARA MENDIDIK ANAK ala AMIRUL MUKMININ ALI BIN ABI THALIB (S.A) cerita cerita sufi Chat Cinta Cinta Anugerah Terindah Cinta kepada Husein Cinta kepada Nabi SAW Cinta Kepada Keluarga Nabi Muhammad SAW Cinta Menyatu dalam taat kepadaNya Cinta Rasulullah SAW Kepada Empat Sahabat Radhiyallahu'anhum Copernicus corak filsafat Syiah Dan Sinterklas Turut Melakukan Aksi Intifadah Bela Palestina Daras Akidah Daras Akidah MIsbah Yazdi Definisi Roti Deklarasi Bersama Pulangkan Pengungsi Sampang Delapan jalan menghapus dosa Demonstrasi di Yaman Dialog Newton Diam diskriminasi Do’a Doa Adilah Doa Adilah adalah salah satu doa yang dianjurkan dan diajarkan untuk mencegah kita kehilangan iman saat ajal menjemput nanti. Doa Ahad (Janji Setia) Doa Hari Jum’at Doa Jausyan Kabir Doa Keamanan Doa Kumayl/Hazrat Haidr as doa perpisahan ramdhan doa ramdhan Doa Tawassul Nabi dan Ahlulbaitnya yang suci Doktrin Dosa dua belas imam dunia islam Dunia Islam dzulhijah Editorial Empat Hal Yang Mematikan Hati Enam Hal Yang Dapat Menghapus Amal Kebaikan enggan Epistemologi Agama Eskalasi Intoleransi Takfiri di Yogyakarta etika Ramadhan Face Off "Palestine" Fajar 5 Simbol Persatuan Sunni-Syiah FAKTA FATIMAH Faktor Faktor Pemicu Perpecahan falasi Falsafah Kebangkitan Imam Husain Fana Fana dalam dunia Irfan fathimah Fathimah as tentang Keagungan Al-Qur'an fathul bari Fatimah 'alaihassalam FATIMAH AZ- ZAHRA: IBU dari AYAHNYA dan PENGHULU SELURUH WANITA fatwa Fatwa Fatwa Sesat yang mensesatkan fatwa imam Khamenei Fatwa Marja' Fatwa Sayid Khamenei Larangan Mencaci Sahabat dan Simbol-Simbol Ahlussunnah Fenomena Alam fikih fikih ibadah Filosofi Filsafat Filsafat Iluminasionis Filsafat Islam filsafat Kant Filsafat Nahwu fiqh Fiqh Ibadah fiqih Syiah Fiqih syiah najis Firaun Fisafat Fitnah Syiah fuqoha gagal memahami syiah gaib Galileo Gallery Gerakan Politik-Sosial Imam Khomeini Gereja Ghadir Ghadir Khum golden ways Grand Syaikh Al Azhar : Fatwa Larangan Pembunuhan Muslim Syiah Meredam Konflik Sektarian gubernur gubernur mesir Guru hadis hadis ahlulbait hadis syiah Hadist Hadist Rosululloh Hadist Tsaqalain hadits Hadits hadits 12 khalifah. khulafa ar Rosyidin hadits ahlulbait hadits nabi haji Haji Langganan Hajj (The Pilgrimage): Menghampiri Allah Swt hak hak asasi manusia HAK IBU DAN HARI IBU hak sahabat hak teman HAKEKAT NISFU SYA'BAN Hakekat Puasa Menurut Perspektif Al-Quran Hakikat Dzikir Hakikat Syafaat dan Tawassul Menurut Al-Quran hakim Hakim Cium Tangan Terdakwa Halilintar HAM hamba Harapan Hari Internasional al-Quds di Semarang diikuti oleh ribuan orang yang cinta kemerdekaan dan perdamaian hari kemenangan Hari Raya Orang Berpuasa Harmoni Sunnah-Syiah di Irak Harmoni Titik-Temu Sunni/NU dan Syiah harmonis hasan al banna HASAN AL BANNA DAN PROGRAM PENDEKATAN SUNNI-SYIAH hasan al bashri Hasan al-Mujtaba Hati hawa nafsu hawa nafsu dalam al quran hadits hawa nafsu menurut syiah Hedonis Penyakit Kehidupan Hermeneutika hikmah hikmah imam Ali as Himah Hisbulloh Houthi hubungan hubungan antara agama dan akhlak hudud hukum hukum Islam hukum Qiyas hukum Tuhan Hume humor husain husain fadhlullah HUT RI ibadah wanita ibnu hajar ibu Ibu Kaum Mukminin dan Keutamaan Wanita Muslim Pertama Ideologi Syi'ah Idul Qurban dan Penyembelihan ihtiyath ijtihad ikhtilaf ilahi Ilmu Ilmu Agama Ilmu Firoq Image imam imam 12 imam ali Imam Ali Adalah Rahmat Imam Ali Al Ridho as Imam Ali ar-Ridha imam ali bin abi thalib Imam Ali dan Dua Orang Yahudi Imam ALi dan Filsafat Nahwu imam ali khamenei Imam Ali Zainal Abidin Imam Ali Zainal Abidin as Imam As-Shadiq Imam Asajad Imam Hasan Imam Hasan al mujtaba Imam Hasan dalam literatur Syiah Imam Hasan menurut Syiah Imam Husain IMAM HUSAIN PRIBADI DIDIKAN RASULULLAH SAW. Imam Husain Tragedi Karbala Imam Husein imam ja'far shadiq Imam Ja'far Shadiq dalam Mengurai Penyimpangan Imam Jafar Imam Jafar Asshadiq as imam Jafar shadiq as Imam Jafar Sodiq Imam Jawad imam khomeini Imam Khomeini Membangkitkan Kesadaran Umat Imam Khumaini Imam Mahdi Imam maksumin Imam Musa Al Kazhim as Imam Musa Kazhim as Imam Musa Kazim Imam Sajjad Imam Syiah imam syiah. imam ahlulbayt as IMAM ZAMAN as imamah Imamah amp; Wilayah imamah dan khilafah Imamah Imam Ali Imamah menurut syiah Iman iman dan amal. korelasi iman dan amal individu Indonesia indonesia merdeka Info Syi’ah Info Syiah Instropeksi Diri Internasional Iran Iran-kah Bangsa Yang Dijanjikan Dalam Surat Muhammad? Iranphobia dan Syiahphobia Irfan Irfan amp; Tasawuf Irfan dan Akhlak Irfan dan Filsafat Irfan Praktis Irfan Teoritis ISIS Berencana Teror Iran ISIS Perusak Citra Islam Muhammadi (Saw) iskandariah Islam islam damai Islam dan Keindonesiaan islam nusantara Islamisme Islamphobia israel istibra ISTIKHARAH DENGAN TASBIH Jabatan itu tidak lebih berarti dari sepatuku Jabir ibn Abdullah Al-Anshari Jadilah Orang Baik jagalah persatuan umat Jalaludin Rahmat Jalaludin Rumi Jangan Ada Ruang di Indonesia untuk Terorisme Jangan berpangku tangan Jawa Jejak-jejak Imam Ali pada Bendera Macan Ali Cirebon Jokowi Jokowi: Gus Dur tak rela konstitusi diremehkan judul Jurnalis Juru Selamat Kalau Di Jawa Ada Wali Songo Di Bali Punya Wali Pitu Kamu adalah Kebiasaanmu Kanjeng Nabi SAW Karbala KATA DAN UJARAN KATA-KATA YANG MEMBUAT ABU THALIB MANTAP keadilan kebahagiaan Kebangkitan Imam Husain keberkahan bulan ramadhan Kebhinekaaan Kedatangan Imam Mahdi as Kedudukan Bersikap Jujur Dalam Hidup kedudukan perempuan Kefakiran dan Kebakhilan kegagalan memahami syiah Keharmonisan Sunni-Syiah di Masjid Yardyam Rusia Kehendak Bebas Dan Takdir kehidupan Kehidupan Ali ibn Abi Thalib Keilmuan Islam Kejahilan yang paling besar kelahiran keledai Keluarga Nabi KELUH KESAH KAWAN (1) KELUH KESAH KAWAN (2) Kemaksuman Nabi dalam Perspektif Al-Quran Kemaksuman Nabi Muhammad SAW Kemaksuman Para Nabi Menurut Syiah Kembali Kepada Keaslian Jatidiri Manusia Kemenag Gelar Dialog Lintas Guru Agama Untuk Tingkatkan Toleransi Kemenangan Sudah Dekat kemiskinan Kenabian Kenapa Selalu Berpecah-belah? Kepeloporan Syiah di bidang Ilmu Kalam Kepemimpinan Dan Imam Maksum Kepler kerajaan aceh kerjasama Kesatria Karbala Ali akbar kesetaraan Kesucian ketenagakerjaan Keteraturan Keteraturan Fenomena Semesta Ketika Anak Melawan Kita Ketika Binatang-Binatang Berhaji Ketuhanan keutamaan bulan Keutamaan Hari dan Bulan Sya'ban khalifah khilafah khomeini Khotbah 1 Khurasan khutbah Imam Ali as Kilas Balik Murtadha Muthahhari kisah kisah bijak kisah hikmah Kisah Romantis Keluarga Kenabian Kisah sakitnya Rasul sebelum Wafat Kisah sebuah cincin Mulia Kita atau Imam Zaman yang Ghaib? Kita Beragam kitab kitab syiah Koalisi Saudi-Zionis Gagal Tenggelamkan Isu Quds dan Palestina Konsep Ketuhanan Konsep Ketuhanan Dalam Filsafat Konsultan Nikah Saudi bolehkan suami pukuli istri secara Islami Korban Crane kristen Kritik Israel Kumail kurr Lagu Kebangsaan Lahirnya Sang Putera Ka'bah lailatul qadar menurut syiah lailatul qadr Larangan Menolak Peminta Lau Kana Bainana Al-Habib Law Kana Bainana Lentera Ilahi lidah Link logika Lord of The Ring luqman luqman hakim Ma'arif Ma’rifah madzhab Ja'fari makna haji Makna Kesyahidan Makna Syahadah Makrifatullah malaki tabrizi malam di malam lailatul qadar malik asytar mantan Walikota London diskors manusia manusia dan alam semesta Masa Dhuhur Masa IMAM ZAMAN as masalah masehi masuknya islam masyarakat Matahari mazhab Melatih Diri Melatih Diri untuk Hidup Melihat Allah Melihat Tuhan Memohon Taufik Mempelajari Ilmu Agama Menahan Tangisan Si Miskin Menakar Kualitas Sang Mufti Ketika Murka Mencegah Predator Anak Menembus ruang dan waktu bersama Jibril Mengapa Asyura Diperingati Tiap tahun Mengapa Menangis Atas al Husain mengenal hawa nafsu Mengenang dan Berbahagia Menggalang Persatuan Seperti yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW Menghadapi Kemarahan Dengan Santun Menghampiri Allah Swt menjadi manusia haji Menjadi Musafir Yang berhasil Menjaga Amalan MENJAGA HATI amp; LIDAH menjawab fitnah menjawab tuduhan menolak buku panduan MUI Menolak syiah Menyangkal Filsafat Hampa Merdeka mesiah Milad Fatimah Az Zahra as Mimpi yang Terbeli Motivasi Qurani Mozaik muamalah mudhaf Muhammad Muhammad saw Muhasabah diri Muhsin Labib MUI MUI dan Syiah MUI dan Tugas Mempersatukan Umat mujtahid mukallid Mukjizat Nabi Mukmin Adalah Sekufu Bagi Mukmin Munajat/Doa Murid murtadha muthahhari muslimah muthahhari muthlaq Mutiara Ahlulbait Mutiara Hikmah mutiara imam Ali as MY MOTHER IS THE MIRROR OF MY LIFE MY MOTHER IS THE MIRROR OF MY LIFE (2) Nabi Nabi Muhammad nahjul balaghah najasah Najh al-Balaghah nakhai nama Allah Nasab Imam Ali Nasehat Imam Khomeini (qs) untuk Seorang Muslim nashiruddin Nasional Nasionalisme Nasruddin Natal Dan Teologi Cinta Neo Teologi Nikah Mut`ah Nilai dan Kadar Manusia NKRI Harga Mati nominalisme NU Meminta Jokowi Bubarkan Ormas Keagamaan Anti Pancasila Nur Muhamad Nur Muhammad Nusantara Opini Orang tua dan orang hitam tidak akan masuk surga Orang yang berilmu dengan orang yang beriman sangat berbeda Orang Yang Sombong ORATOR ZALIM Orde Baru ormas ahlulbait indonesia Ormas Anti Pancasila Harus dibubarkan Pahala Memaafkan pajak pancasila Pancasila Jaya Pandangan Imam Ali as Tentang Kebodohan Pandangan Ulama dan Sejarahwan Tentang Imam Ali Zainal Abidin as Panjang Umur Para Sahabat PBNU pejabat Pelajaran Dari Yang Telah Berlalu pembalasan Pembantaian Imam Husain PEMBENCI DAN KEBENCIAN pembicara Pembuktian Wajibul Wujud Pemicu pemikiran Pemikiran dan Kepribadian Imam Khomeini Bagi Dunia pemimpin islam Pemimpin Non Muslim penalaran Pencipta Pencipta Lagu pendekatan sunni syiah pendengar Pengakuan Mahasiswa Asal Myanmar Tentang Syiah Pengangkatan Yazid Pengaruh Buruk Malas dan Solusinya pengertian pengetahuan Pengetahuan memberikan manusia wawasan dan kesadaran Pengetahuan menurut Imam Ali as Pengetahuan Umum Penghalang Kehadiran Hati Ketika Shalat Penghancuran Situs Kuno: dari Suriah hingga Yogya Penghormatan Imam Ali as Kepada Para Tamu Pengorbanan Imam Ali bin Abi Thalib as untuk Tamu penguasa islam Pengungsi Sampang Penolakan Ulama Islam Terhadap Gerakan Takfiri Pentingnya Sejarah PERANG MELAWAN KEBODOHAN Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan perempuan perempuan muslimah Peringatan Wiladah Al-Mahdi Afs Peristiwa Karbala Permainan Politik di Balik Dukungan Wahabi Salafi Takfiri pernikahan Pernyataan Perpecahan persahabatan sunni-syiah Persatuan persatuan islam Persatuan Islam dalam Perspektif Imam Ja'far as Persatuan Syiah-Sunni persaudaraan sunni-syiah persaudaraan umat Persefektif Al-Quran Perspektif Perspektif Imam Jafar Shadiq as tentang Sumber Pengetahuan Perspektif Jendral Gatot tentang Persatuan dan Pertahanan Indonesia Perspektif/Opini Pertolongan Allah Pesan Pesan Asyuro Sayidah Zainab Pesan Asyuro Sayidah Zainab as Pesan Asyuro Sayidah Zainab Singa Bani Hasyim Pesan dan Nasehat untuk MUI Pesan Haji Ayatollah Sayyid Ali Khamenei 2016 Ini Hadirkan Tetesan Airmata Pesan Haji Oleh Ayatollah Sayyid Ali Khamenei 2016 Ini Hadirkan Tetesan Airmata Pesan Haji Rahbar 2017 pesan imam ali Pesan Majma Jahani Ahlul Bait PESAN NATAL AYATULLAH KHAMENEI pesan persahabatan Pesan Rahbar Pesan Syahid Mohsen Phobia Terhadap Syiah? Itulah Desain Kepentingan Barat Pilkada Piramida Planet Planet Matahari plato Pokoknya kambing walaupun bisa terbang praktis Presiden Presiden Perintahkan Aparat Cegah Aksi Teror Saat Natal pria dan wanita Primordialisme Prinsip Kemahdian Dalam Al-Qur'an Profil Ahlulbait proklamasi Puasa puasa batin puasa lahir puasa ramadhan puisi Puteri kesayangan Nabi Putin Qiyas menurut Syiah Qosim sulaemani Quds Day Dalam Pandangan Imam Khomeini ra Quds Day in Semarang Quote Qur'an quraish Shihab RACHEL CORRIE CUKUPLAH MENGENALIKU Rahasia Bulan Rahasia Halilintar Rahasia Matahari rahbar Raja Saudi ramadhan ramadhan dalam hadits rasulullah dan ahlulbait Rasulullah SAW Simbol Persatuan realitas Rektor IAIN: Banyak Titik Temu Sunni (NU) dan Syiah Rencana Allah Pasti Indah Rene Descartes renungan renungan akhir ramadhan Renungan Tengah Malam retorika Revolusi revolusi iran Revolusi Mental amp; Aku (Bukan) Siapa risalah Rizqi Romawi Rosululloh Ruh Saat Tidur Rukyatullah rumah tangga RUMAH TANGGA YANG SEHAT PONDASI KOKOH SEBUAH NEGARA Rusia Komitmen Dukungan Kepada Negara-Negara Islam sahabat Sahabat Nabi Sahabat Nabi SAW sains Salah Memahami Hukum salman Sambut Tahun Baru Rahbar Menyampaikan Pesan Khusus untuk Rakyat Iran Sampah Sampah Hati Samudera Hindia Masa Depan Ekonomi Dunia Sastra Sastra Barat Sastra Islam satu tuhan Saudi Saydah Fatimah Sayid Hasan Alaydrus Sayidah Fatimah sayyid Ali Khamenei Sayyid Hasan Khomeini Sayyidina Hasan Sebaik-baik manusia Sedekah seimbang sejarah sejarah islam Sejarah Perkembangan Syiah di Indonesia sejarah syi'ah Seluruh manusia tertidur pulas. Ketika ajal tiba mereka baru sadar Semua Tentang Ali Karamallahu Wajhah seni Senjata Musuh Masa Kini Seorang penjual keripik singkong Seri Tanya Jawab Irfan Serial Karbala Seruan Kanjeng Nabi SAW sesat Setan setan tidak disiksa api neraka Setelah Kunjungan Raja Saudi: Melawan Ekstremisme? shahifah Mahdiyyah shalat shalat sufi Siah Nusantara Siapa "Habib" itu? Siapa dari kita yang paling banyak memakan kurma? siapakah ahlulbait nabi Sifat Af'aliyah SIfat Allah Sifat Dzatiyah Simbol Keagungan Spiritualitas Simbol Kesabaran Ahli Bait as Simbol Persatuan Dunia Islam Sirah Sirah Ahlulbait as skeptisisme skolastik socrates soekarno Sofis sosial studi skolastik Sumber-sumber Pendanaan ISIS Sunan Kali Jaga sunni sunni syiah Sunni-Syiah di Nusantara Sup Panas surat surat imam ali surat malik asytar Surat Muhammad syafaat Ahlulbait as Syafaat dan Optimisme Syafaat Nabi syahadah Syahid Murtadha Muthahhari Syaikh Al Azhar syarat. syarif radhi Syed Ahmad Baragbah tentang Ahlulbait dalam Hadits Nabi Syed Ahmad Baragbah tentang Syiah Dan Salah Faham Terhadapnya Syed Ahmad Baragbah tentang Taqiyah Menurut Islam Syiah syiah aceh Syiah adalah madzhab Islam Syiah adalah muslim syiah ali syiah antara iran dan indonesia Syiah dalam Lisan Rasulullah Saw Syiah Houthi syiah imamiyah Syiah Indonesia Syiah Islam Syiah Isna Asyariyyah Syiah Menjawab Syiah menjawab Tasawuf Syiah menurut Syiah syiah nusantara syiah saudi Syiah Sesat Syiah takwa Syiah Tidak Sesat Syiahisasi syiahnusantara Syiria syukur ta'abbudi Tabayun tabayun Syiah TABIAT MENGKAFIRKAN tabiin Tafaqquh Fiddin Tafsir Tafsir al-Quran tafsir birrul walidaen Tafsir Cemerlang tentang Islam Nusantara Tafsir Hikmah Tafsir Maudhu'i Tafsir Mudah Tafsir Surah al-Falaq Tafsir Surat AN-Nas tafsir syiah Tafsir Tematik Tahajud Menurut Ajaran Ahlul Bait As Takdir dan Logika Takfiri Takfirisme takhalli taklid TAKWA takwa bulan ramadhan takwini tamar Tangisan Pemimpin Iran Atas Tragedi Mina Tanya Jawab Tanya Jawab Irfan Tanya Jawab Isyu Fitnah terhadap Syiah Dengan Ahlinya Tanya Jawab Tasawuf Taqi Misbah Yazdi taqiyah Taqiyah Identik dengan Kemunafikan? taqiyyah Tasawuf Tasawuf dan Irfan Tasawuf Praktis Tasawuf Teoritis Tasbih Semesta Tashawuf Tasyri Tauhid Tauhid Dzat TAUHID PADA WUJUD MANUSIA Tauhid Semesta Tauhid Sifat Tawadhuk Kepada Manusia tawassul Tawassul 14 Manusia Suci tembang jawa Tentang Kejujuran Tentang Orang Arif Tentang Usia teologi teologi syiah teoritis terjadi Terjemah Al-Qur'an TERLAMPAU BERSUKACITA Ternyata Penemu Musik Adalah Orang Islam teror Thaharah Thomas Hobbes Tokoh Tragedi Karbala tragedi pembantaian keluarga nabi Tribute to International Quds Day 2012 Tuhan tuhan yang ghaib Tujuan Karbala Tukang cukur Tukang cukur dan Keberadaan Tuhan TV Indosiar Merevisi Fitnah Tentang "Syiah Wukuf di Karbala" Ubay ibn Ka’ab udul Ufuk ukhuwah ukhuwah Islam ukhuwah Sunni Syiah ulama Ulama Sunni Ulama Syiah Ulama Tafsir ulil amri Ulumul Qur'an Ummul Mu`minin Aisyah Berkisah Tentang Kemuliaan Sayyidah Fatimah as undang-undang undang-undang ketenagakerjaan uqala'i Urgensi Ukhuwah Islamiyah amp; Ukhuwah Wathoniyah Ushul Fikih Ustadz Muhsin Labib: Kilas Balik Murtadha Muthahhari Ustadz Taufiq Ali Yahya tentang Tawassul Uswah Video Videos Wafat Wajibul Wujud wali wali faqih Wali Sanga Wani Ngalah Luhur Wekasane wanita wanita muslim wanita muslimah wanita pilihan Warga Syiah Tolak Ubah Keyakinan Wartawan Koran Independent 'Shock' Berkisah Liputannya Tentang Long March Arbain Wasiat Imam Ali Kepada Umat Islam Wasiat Imam Jafar Shadiq Wawancara Wawasan Keislaman Wayang Kulit Wiladah "Sang Penunggang Terbaik" Wilaya'iyah Fakih wilayah Wirid As Sakran wudhu Yaman Yang paling menakjubkan Yazid berkuasa Yazid Naik Tahta Yesus dalam pandangan Imam Ali Bin Abi Thalib as yunani Zainab Cucu Rasulullah SAW Ziarah Kubur zulfikar
false
ltr
item
syiahnusantara.com: Manusia Suci Kelima, Imam Ketiga; Imam Husain as-Syahid As.
Manusia Suci Kelima, Imam Ketiga; Imam Husain as-Syahid As.
http://www.syiahmenjawab.com/wp-content/uploads/husain.jpg
syiahnusantara.com
https://www.syiahnusantara.com/2014/09/manusia-suci-kelima-imam-ketiga-imam.html
https://www.syiahnusantara.com/
http://www.syiahnusantara.com/
http://www.syiahnusantara.com/2014/09/manusia-suci-kelima-imam-ketiga-imam.html
true
1073726697356742094
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy