Sesnsor Diri Dalam Sejarah Islam

Sensor Diri dalam Sejarah Islam: Sebuah Studi Kasus atas Da'wat dzu'l Asyira   Pengantar Kebanyakan pelajar dalam bidang sejarah Isl...

imamah


Sensor Diri dalam Sejarah Islam:


Sebuah Studi Kasus atas Da'wat dzu'l Asyira


 

Pengantar

Kebanyakan pelajar dalam bidang sejarah Islam memulai dengan asumsi bahwa jika sebuah peristiwa atau sebuah perkataan tidak dinukilkan dalam kitab-kitab sumber awal sejarah kaum Muslimin atau hadis seperti as-Sirah an-Nabawiyah-nya Ibnuu Hisyam atau Sahih al-Bukhari, maka keberadaan hadis atau suatu peristiwa pada kitab lainnya niscaya terjadi sebuah pemalsuan sehingga tidak dapat diandalkan kebenarannya. Mereka cenderung mengabaikan bias (keberpihakan) dan keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh sejarawan itu, mungkin karena aturan penguasa atau juga karena kecendrungan pribadi mereka. Bias-bias ini tidak hanya relevan dalam memalsukan sosok mistikal, peristiwa dan perkataan, tetapi ia juga selaras dalam mengabaikan dan dengan diam-diam melewatkan begitu saja cerita-cerita atau tokoh-tokoh sejarah tertentu.

Tulisan ini bermaksud untuk menguji metode para sejarawan muslim yang berhubungan dengan dakwah pertama kepada Islam yang lebih dikenal sebagai " Da'wat dzu 'l Asyira ."

 

Dakwah Pertama kepada Islam

Islam bermula ketika Nabi Muhammad Saw berusia empat puluh tahun. Sebelumnya dakwah Rasulullah Saw bersifat sembunyi-sembunyi. Kemudian tiga tahun selepas kedatangan Islam, Nabi Saw diperintahkan supaya memulai dakwah terbuka untuk menyampaikan pesan-pesan samawi. Kejadian ini berlangsung ketika Allah Swt mewahyukan ayat: "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat" (Qs.Asy-Syu'araa [26]:214)

Ketika ayat ini turun, Rasulullah Saw mengadakan sebuah perjamuan yang dikenal dalam sejarah sebagai " Da'wat dzu 'l Asyira ". Rasulullah Saw mengundang sekitar empat puluh laki-laki kerabat beliau dari Bani Hasyim dan meminta Ali bin Abi Thalib untuk menyiapkan jamuan makan malam. Setelah menjamu tamu-tamu beliau dengan makanan dan minuman, Rasulullah Saw bermaksud untuk berbicara kepada mereka tentang Islam, Abu Lahab mendahuluinya sambil berkata kepada para tamu ketika itu, katanya: "Tuan rumahnya telah sekian lama menyihir anda ". Seluruh tamu membubarkan diri sebelum Rasulullah Saw menyampaikan pesan beliau.

Rasulullah Saw kemudian mengundang mereka lagi pada hari berikutnya, Setelah perjamuan, beliau bersabda kepada mereka: " Wahai Bani Abdul Muttalib, Demi Allah, Aku tidak kenal seseorang pun dari bangsa Arab yang datang kepada umatnya lebih baik dari apa yang aku bawa untuk kalian. Aku datang membawa sesuatu untuk kebaikan kalian dunia dan akhirat. Aku telah diperintahkan oleh Allah Swt untuk mengajak kalian kepada-Nya. Oleh karena itu, siapa di antara kalian yang ingin membantuku dalam urusan ini sehingga ia akan menjadi saudaraku (akhi), pelaksana wasiatku (wasiyyi) dan khalifah sepeninggalku?

Panggilan ini adalah panggilan pertama ketika Rasulullah Saw berdakwah secara terbuka kepada mereka dalam hubungannya untuk menerima beliau sebagai utusan dan Rasul Allah Swt; beliau juga menggunakan kalimat: " akhi wa wasiyyi wa khalifati " – saudaraku, penggantiku, khalifahku " dengan alasan, ialah yang akan membantunya dalam menunaikan misi Rasulullah Saw. Ketika itu mereka semua diam dan tidak menjawab seruan Nabi, mereka semuanya mundur teratur menghadapi seruan ini, kecuali seorang yang paling muda di antara mereka yakni Ali bin Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib berdiri dan berkata: "Aku akan bersedia menjadi penolongmu, wahai Rasulullah."

Nabi Saw kemudian menaruh tangannya di pundak Ali dan berkata: " Innâ hadzâ akhii wa wasiyyi wa khalifati fikum, fasma'u lahu wa athi'u – sesungguhnya ia ini adalah saudaraku, penggantiku dan khalifahku di antara kalian, dengarkan dan taatilah ia."[1]

Proklamasi ini merupakan perkataan yang terang karena para hadirin memahami penunjukkan Ali ini dengan sangat jelas. Beberapa di antara hadirin, termasuk Abu Lahab, bahkan dengan bercanda kepada Abu Thalib ia berkata bahwa kemenakanmu, Muhammad, memerintahkanmu untuk mendengarkan anakmu dan mentaatinya! Setidaknya, seloroh Abu Lahab ini menunjukkan bahwa pengangkatan Ali bin Abi Talib adalah masalah yang terang dan jelas (eksplisit), tidak samar (implisit).

 

Ibnu Hisyam dan Da'wat

Satu pertanyaan yang mengemuka dalam hubungannya dengan masalah ini, mengapa Abdul Malik Ibnu Hisyam (wafat 213 H) tidak menyebutkan peristiwa ini dalam kitabnya, as-Sirah an-Nabawiyyah? Padahal ia adalah sejarawan pertama.

Apa yang dikenal sebagai Sirah-nya Ibnuu Hisyam sebenarnya adalah ringkasan kitab Muhammad Ibnu Ishaq (lahir tahun 85 Setelah Hijriah di Madinah dan wafat 151 Setelah Hijrah di Baghdad). Kitab Târikh Ibnu Ishaq merupakan kitab yang masih utuh, lengkap belum diringkas. Dan kitab ini tidak dapat dijumpai lagi. Jadi pertanyaan yang kini  harus dirumuskan kembali adalah: "Apakah Ibnu Ishaq tidak menyebutkan peristiwa ini  di dalam kitabnya?"

Pertimbangan-pertimbangan politik yang mempengaruhi Ibnu Hisyam dalam menghilangkan beberapa peristiwa tertentu dan menjaga yang lainnya jelas sesuai dengan komentarnya sendiri. Selagi menyusun daftar bagian-bagian yang telah ia  hilangkan, Ibnuu Hisyam menulis: "Hal-hal yang tidak perlu untuk didiskusikan, perkara yang akan merusak pikiran kebanyakan orang, hal-hal ini yang telah aku hilangkan".[2]  Penyunting kitab Sirah Ibnu Hisyam pada tahun 1955 edisi Mesir dalam kitab itu menulis bahwa Ibnu Ishaq mengutip peristiwa-peristiwa yang menggerahkan penguasa Abbasiyah "seperti keikutsertaan al-Abbas dalam jajaran pasukan kafir ketika perang Badar dan tertawannya ia oleh pasukan Muslim – cerita yang kemudian dihilangkan oleh Ibnu Hisyam karena takut terhadap penguasa Abbasiyah.[3]

Dan puja-pujian terhadap Imam Ali bin Abi Thâlib, khususnya dalam hadits dar, adalah salah satu bagian yang dihilangkan oleh Ibnu Hisyam dalam membuat ringkasan Sirah-nya Ibnuu Ishaq. Hadis dar adalah ihwal peristiwa Da'wat dzu 'l Asyira sebagaimana telah disebutkan di  atas.

Pada kenyataannya, dapat disaksikan Ibnu Ishaq menukilkan peristiwa ini dari Ibnuu Ishaq, melalui sumber-sumber lain selain Ibnu Hisyam. Misalnya, at-Tabari (wafat 310 Setelah Hijrah) menukilkan peristiwa yang dimaksud dari Ibnu Ishaq. Syaikh Abu Ja'far Tusi (wafat 460 setelah Hijrah) juga menceritakan perisitwa yang dimaksudkan di atas melalui dua sanad yang berbeda : keduanya adalah melalui sanad dari Ibnu Ishaq melalui at-Tabari.[4]

 

 

tabel

Tabel ini menunjukkan secara jelas bahwa apa yang telah dikenali sebagai paling awal dan sejarah paling sahih tidak terlepas dari bias dalam mengabaikan beberapa peristiwa tertentu dan menukilkan orang-orang.

Ibnu Ishaq sendiri dikecam karena memiliki kecenderungan terhadap Syiah. Jika hal ini ada benarnya, maka boleh jadi pertimbangan Ibnu Hisyam dalam menghapus peristiwa tersebut karena alasan Syiah ini. Betapapun, al-Khatib al-Baghdadi dalam Târikh Baghdâd-nya dan Ibnu Sayyidi ' N Nas dalam 'Uyunul Athâr, keduanya adalah tokoh sejarah Sunni, telah membuat pembelaan terhadap Ibnu Ishaq. Mereka membela Ibnu Ishaq atas segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya sebagai orang yang memiliki kecenderungan terhadap Syiah.[5]

 

Sensor Diri (self-censorship) oleh at-Tabari

Kasus Muhammad bin Jarir at-Tabari (wafat 310 Setelah Hijrah) merupakan kasus yang lebih menarik lagi. Peristiwa Da'wat dzu 'l Asyira diberikan di atas berdasarkan kepada versi karya monumental Tabari: "Târikhul Umam wal Muluk. " At-Tabari juga mengarang sebuah kitab tafsir Qur'an yang terkenal: "Jâmiul Bayân Ta'wil Âyatul Qur'ân". Yang menarik adalah membandingkan antara Târikh Tabari dan tafsir Qur'annya sehubungan dengan pembahasan utama kita.

 Dalam Târikh-nya, at-Tabari mengutip kalimat-kalimat yang digunakan oleh Nabi Saw kepada Ali dalam perjamuan itu  secara keseluruhan,

"Akhi wa wasiyyi wa khalifati: saudaraku, penggantiku, khalifaku.[6]

Namun di dalam at-Ta'wil-nya (jilid.19, hal. 74) dalam mendiskusikan ayat yang berhubungan dengan Nabi yang diperintahkan untuk mengajak mereka kepada Islam, at-Tabari menggunakan sensor diri dan telah menyembunyikan fakta yang jelas dan terang (eksplisit) dari perkataan Nabi Saw dengan menulisnya sebagai berikut :

"Akhi wa kadza wa kadza (saudaraku, demikian dan demikian)."

Ibnu Katsir, seorang ulama terkemuka dari Damaskus, pengarang kitab al-Bidâyah wa an-Nihâyah (jilid.3, hal.40), telah menggunakan Târikh Tabari sebagai sumber rujukannya. Namun ketika ia tiba pada peristiwa Da'wat dzu 'l Asyira, ia meninggalkan Târikh Tabari dan menggunakan versi yang telah diramu dan diubah Jâmiul Bayan! Hal ini tidaklah mengherankan kita, mengingat bahwa Ibnu Katsir dikenal sebagai orang yang memiliki sikap anti-Syiah.

 

Sensor Diri di Abad Kiwari

Seorang penulis kiwari (modern) dari Mesir, Dr. Muhammad Husain Haikal, menulis sebuah buku ternama tentang riwayat hidup Nabi Saw. Buku ini dikenal sebagai Hayat Muhammad. Haikal pertama kali menerbitkan Hayat Muhammad ini dalam tulisan mingguannya as-Siyâsa. Peristiwa Da'wat dzu 'l Asyira diterbitkan dalam suplemen # 2751 (12 Dzul-Qaidah)hal. 5, kolom 2. Salah satu kritikannya, menulis sebuah surat yang mengkritisi tulisan Haikal, menudingnya menggunakan sumber-sumber Syiah yang bercerita tentang Imam Ali. Haikal menanggapi tudingan ini dalam suplemen keluaran # 2758, hal. 6, kolom 4. Dengan mengingkari bahwa ia tidak menggunakan sumber Syiah " karena seluruh hadis bercerita tentang peristiwa ini, perilaku Ali, dan mengutip hadis dari Shahih Muslim, Musnad Ahmad dan yang lainnya.[7]

Haikal tetap bersiteguh melawan tekanan yang memintanya supaya perkataan Nabi ihwal Ali dihilangkan, ketika buku itu hampir selesai dicetak menjadi sebuah buku. Dalam edisi perdana Hayat Muhammad, Haikal menukil peristiwa Da'wat dzu 'l Asyira sebagai berikut: "Ketika mereka selesai menyantap jamuan yang disediakan, ia (Nabi) berkata kepada mereka: "Aku tidak mengenal satu pun dari kalangan bangsa Arab yang lebih baik daripada apa yang aku bawa kepada kalian, Aku datang kepadamu dengan sesuatu yang terbaik di dunia dan di akhirat. Tuhanku telah memerintahkanku untuk mengajak kalian kepada-Nya.

"Jadi siapa di antara kalian yang bersedia menolongku dalam urusan ini, sehingga ia akan menjadi saudaraku, penggantiku dan khalifahku di antara kalian?" Seluruh hadirin menjauh darinya dan bermaksud untuk meninggalkannya namun Ali berdiri meskipun ketika itu ia masih seorang belia yang belum mencapai masa baligh. Ali berkata: "Wahai Rasulullah, Aku bersedia menjadi penolongmu! Aku akan membantumu melawan siapa saja yang menentangmu. " Bani Hasyim tersenyum, beberapa di antara mereka ada yang tertawa, dan pandangan mereka layangkan ke Abu Talib hingga ke anaknya, lalu mereka meninggalkan tempat itu sambil mencemooh kejadian tadi."[8]

Haikal telah mengutip kalimat-kalimat penting dalam perkataan pertama Rasulullah yang meminta bantuan, namun secara sengaja meninggalkan seluruh jawaban Rasulullah atas kesediaan Ali tersebut untuk membantunya!

Pada edisi kedua, Haikal nampaknya mendapat tekanan para puritan sehingga ia bahkan menghapus kata-kata penting Rasulullah Saw dan hanya menulis: "....Dia berkata kepada mereka, " Siapa di antara kalian yang ingin membantuku dalam urusan ini? Seluruh hadirin menjauh darinya ....."[9]

 

Keadaan di atas menunjukkan secara jelas bahwa Haikal tidak merasa ragu tentang peristiwa  Da'wat dzu 'l Asyira namun ia kurang memiliki keberanian intelektual untuk bertahan pada kesimpulan logis dari temuan perdananya dalam kajiannya tentang sejarah.

 

Isnad "Da'wat dzu'l Asyira"

Pandangan musuh-musuh Syiah secara wajar berupaya menanyakan kredibilitas beberapa perawi hadis dari peristiwa masyhur ini.

Ibnu Taimiyyah, seorang ulama Sunni yang terkenal sebagai anti-Syiah, secara terang-terangan mengumumkan bahwa hadis ini termasuk hadis palsu. Ia telah menyerang kredibilitas Abdul Ghaffar bin al-Qasim yang dikenal sebagai Abu Maryam al-Kufi".[10] Abu Maryam adalah sumber rujukan Ibnu Ishaq dalam menukil peristiwa Da'wat dzu 'l Asyira. Betapapun, dasar utama yang mempertanyakan kredibilitas Abu Maryam ini hanya karena hubungannya dengan Syiah. Namun, sebagaiamana setiap orang yang netral tahu, bahwa pandangan seperti yang dimiliki oleh Ibnu Taimiyyah tersebut tidak memiliki landasan yang memadai dalam menolak riwayat dari Abu Maryam.  Para perawi hadis Syiah telah menghitungnya di antara perawi-perawi handal dapat dipercaya dalam meriwayatkan hadis dari Imam Keempat, Kelima, Keenam Syiah."[11]

Salma bin al-Fadhl (wafat 191), adalah murid utama Ibnuu Ishaq, ia juga dikenal dapat dipercaya dalam meriwayatkan riwayat hidup Nabi Saw dari gurunya. Salma dikutip dalam sebuah kitab dengan mengatakan: "Aku mendengar al-Maghazi dari Ibnu Ishaq sebanyak dua kali, " dan ia adalah seorang ulama ternama karena riwayat hadis darinya berasal dari Ibnu Ishâq.[12]

Menurut Muta at-Tarabishi, riwayat dari Salma bin al-Fadl tentang sejarah alam diterima oleh semua kalangan.[13] Ibnu Mu'in berkata "Salma bin al-Fadl al-Abrasy ar-Razi adalah seorang Syiah sebagaimana yang telah ditulis dan tidak ada cela dan aib dalam dirinya. Abu Zuhra berkata: "Penduduk Rey tidak menyenanginya karena keyakinannya yang "aneh" ( Syiah).[14] Adh-Dzahabi  menulis tentang Salma sebagai berikut: "Ia adalah orang yang istiqamah dalam salat dan penuh penghormatan kepada keyakinannya dan ia wafat pada tahun 191 Setelah Hijrah."[15]

Syaikh Salim al-Bisyri telah mengemukakan pertanyaan ihwal mengapa Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkan hadis ini dalam Sahih mereka. Syarafuddin al-Musawi menanggapinya sebagai berikut :

"Hadis ini menyebabkan konflik pandangan dari dua syaikh, Bukhari dan Muslim, karena termasuk urusan kekhalifahan dan hal ini adalah alasan mengapa mereka tidak mencatatnya dalam Sahih mereka. Mereka juga secara cermat menghindari beberapa hadis-hadis asli yang disyaratkan Khalifah demi Amirul Mukminin....sehingga boleh jadi menjadi senjata di tangan orang-orang Syiah, dan mereka secara sengaja menyembunyikan kebenaran. Tidak hanya Bukhari dan Muslim yang masuk dalam kategori ini, tetapi juga beberapa syaikh yang lain (yang termasuk senior) dikalangan Ahli Sunnah yang mengikuti praktik syaikhain (Bukhari dan Muslim) ini. Mereka menyembunyikan segala sesuatu dan terkenal akan keyakinan mereka dalam menyembunyikan fakta (yang mengutamakan Ali dan Ahli Baytnya). Hafiz Ibnu Hajar telah menukil perkataan ini dalam Fathul Bari-nya:

"Siapa saja yang tahu akan perilaku Bukhari terhadap Amirul Mukminin dan anggota lain dari Ahlulbait juga tahu bahwa penanya juga secara tetap menghilangkan hadis-hadis jelas dari Rasulullah Saw dalam menjelaskan keutamaan Ahlulbait dan pena Bukhari keburu menjadi kering sebelum menukilkan kelebihan mereka, keunggulan sifat mereka, dan siapa pun tidak akan terkejut atas lompatan-lompatannya  dalam meriwayatkan hadis tentang Ahlulbait dan hadis-hadis yang serupa.  Tidak ada daya dan kekuatan selain dari Allah, al'a'la wal Akbar."[16]

 

Kesimpulan

Pandangan singkat ini seputar masalah Kendali Diri yang dipraktikkan oleh sejarawan masa-masa awal dan pengumpul hadis masa lampau membuktikan bahwa kealpaan sebuah peristiwa dalam sebuah kitab sejarah Islam masa awal yang terkenal dan hadis, tidak berarti bahwa peristiwa itu adalah hasil rekayasa Syiah yang menciptakan hadis itu atau tidak memandangnya sebagai suatu yang patut dipercaya. Seseorang harus lepas dari sekat-sekat palsu "masa awal " dan sejarah resmi dari masyarakat muslim dan juga mengkaji sumber-sumber "non-ortodoks" lainnya untuk dapat memahami secara utuh drama kehidupan yang terjadi di masa lampau dan tidak disingkap pada masa permulaan sejarah Islam.[]

[1] . Kebanyakan sejarawan muslim dan penafsir Quran telah menukil peristiwa ini. Lihat sumber-sumber rujukan Sunni berikut ini: at-Tabari, at-Târikh, jilid. 1 (Leiden, 1980 offset dari edisi 1789) hal. 171-173; Ibn al-Atsir, al-Kâmil, jilid. 5 (Beirut, 1965) hal. 62-63; Abu al-Fida, al-Mukhtashar fi Târikh al-Basyar, jilid. 1 (Beirutm tanpa tahun) hal. 116-117; al-Khazin, at-Tafsir, jilid. 4, (Kairo, 1955) hal. 127; al-Baghawi, at-Tafsir (Ma'âlimu at-Tanzil), jilid. 6 (Riyadh: Dar Tayyiba, 1993) hal. 131; Al-Baihaqi, Dalâil an-Nubuwwah, jilid. 1, (Kairo, 1969) hal. 428-430; as-Suyuti, ad-Durru al-Mantsur, jilid. 5 (Beirut, tanpa tahun) hal. 97; Muttaqi al-Hindi, Kanz al-'Ummâl, jilid. 15 (Haidarabad, 1968) hal-hal, 100, 113, 115. Untuk referensi lebih lanjut, lihat 'Abdu al-Husain al-Amini, al-Ghadir, jilid. 2 (Beirut, 1967) hal-hal. 278-289. Dalam bahasa Inggris, lihat, Sayid Saeed Akhtar Rizvi, Imamate: The Vicegerency of the Prophet (Tehran: WOFIS, 1985) hal-hal. 57-60 (edisi Indonesia, Imamah: Khalifah Rasulullah). Untuk diskusi panjang ihwal isnad dan makna hadis Nabi Saw dalam peristiwa ini, dan juga perbedaan-perbedaan pada sumber-sumber awal Sunni dan Syiah, lihat Dr. Sayid Talib Husain ar-Rifai, Yawmu ad-Dar (Beiru: Dar al-Azwa, 1986)

[2]. Ibn Hisyam, Sirah an-Nabawiyyah, jilid. 1, (Kairo: Mustafa al-Halabi & Sons, 1955) hal. 11-12; Juga lihat terjemahan Inggrisnya oleh A. Guillaume, The Life of Muhammad (Lahore: Oxford University Press, 1955) hal. 691. Lihat juga pengantar oleh Dr. Asghari Mahdawi pada terjemahan Persia yang dilakukan oleh Rafiuddin Hamadani, Sirat-e Rasulullah, (Tehran, Bunyad Farhang-e Iran, 1360 Syamsiah) hal. Nun.

[3]. Ibn Hisyam, as-Sirah, jilid. 1, hal. 10.

[4] . Abu Ja'far at-Tusi, Kitâb al-'Amali, jilid. 2 (Najaf: Maktabatu al-Haidari, 1964) hal. 194091.

[5].  Lihat pengantar as-Sirah an-Nabawiyyah, jilid. 1, hal. 15-17; lihat juga Guillaume, The Life of Muhammad, hal. xxxiv-xxxviii.

[6]. Lihat edisi 1879 EJ Brill, Leiden (jilid. 3 hal. 1173), edisi 1908 Daru al-Qamusi al-Hadits, Kairo (jilid. 1 & 2, hal. 217), dan juga edisi 1961 Dar al-Maarif, Kairo, editor Muhammad Abu al-Fadhl Ibrahim (jilid. 2, hal. 321) yang di dalamnya kalimat aslinya utuh dinukil. Bahkan edisi Inggris at-Tabari   yang dicetak oleh State University of New York, jilid. 6 (penerjemah: W. M. Watt dan MV McDonald) hal. 90-91 telah menukil kalimat asli Nabi Saw tanpa kealpaan.

[7]. Antonie Wessels, A Modern Arabic Biography of Muhammad (Leiden: EJ Brill, 1972) hal. 223, 245; Lihat juga 'Abdul Husain Syarafuddin al-Musawi, al-Muraja'at (Dialog Sunni-Syiah), yang diberi keterangan oleh Husain ar-Razi (Beirut: tanpa penerbit, 1982) hal. 189.

[8]. Haikal, Hayat Muhammad (Kairo: Edisi pertama) hal. 104

[9] . Haikal, Hayat Muhammad (Kairo: Edisi kedua) hal. 140

[10]. Ibn Taimiyyah, Minhâj as-Sunnah, jilid. 4 (Kairo: al-Matba' al-Kubra al-Amiriyya, hal. 1322) hal. 81.

[11]. Sayid Abu al-Qasim al-Khui, Mu'jâm Rijal al-Hadits, jilid. 10 (Beirut: Madina al-'Ilm, 1983) hal. 55-56.

[12]. Muta at-Tarabisyi, Ruwât Muhammad bin Ishâq bin Yasâr fi al-Maghâzi wa as-Siyâr wa Sâiri al-Marwiyyât (Damascus: Dar al-Fikr, 1994) hal. 149.

[13]. Ibid.

[14] . Sayid Syarafuddin al-Musawi, al-Murâja'ât, hal. 129; juga lihat terjemahan Inggris oleh M. A. H. Khan, The Right Path (Blanco, Texas: Zahra Publication, 1986) hal. 85-86.

[15]. Adz-Dzahabi, Mizân al-I'tidâl, jilid. 2 (Egypt, Dar Ihya al-Kutub al-'Arabiyya, tanpa tahun) hal. 192.

[16]. Syarafuddin al-Musawi, al-Murâja'ât, hal. 191-192.
loading...
loading...
loading...
Name

#ahlulbait #shalawat #doa #AlQuds #buku putih mazhab syiah #DR Ahmad Thayyib #Dzikir #ebooks #Fatimah #FikihSyiah #ImamAli #ImamHasanAlMujtaba #ImamKhomeini #isis #kitabsyiah #syiahmenjawab #alkafi #Mufti Ahlusunnah Mesir #Mufti Al-Azhar #Persatuan Umat Islam #Syiah Bagian dari ISLAM #syiahmenjawab #tabayyun #alibinabithalib #Umur #Walipitu #Walisongo #Wawancara Eksklusif 10 kegagalan memahami syiah 17 Agustus 2017 4 Pesan Nabi SAW kepada 'Ali as ABI ABI berkunjung Kemenko Polhukam abu bakar abu dzar abu dzar al-ghifary abu jaham Abu Turab Adab Berkomunikasi Dalam Quran agama Agama amp; Dunia Agama dan AKhlak Agama dan Dunia Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern Agama Memperkuat Diri Hadapi Kesulitan Agama Sadis agama untuk manusia Agresi Saudi agustinus ahkamul quran Ahli Ibadah Yang Riya' ahlul bait ahlul bayt ahlul bayt as ahlulbait Ahlulbait as adalah Ahlu adz Dzikr Ahlulbait as Bagaikan Pintu Pengampunan Ahlulbait Nabi as adalah Tali Allah Ahlussunnah ahlusunah Ahmad Taufik Jufry air Air Mata Kerinduan Uwais Al Qarani Kepada Rasul SAW Ajaran Ajaran Nabi Muhammad Saw Untuk Kehidupan ajwibah akal fitrah AKAR FITNAH akhlak Akhlak Imam Sajjad Pasca Karbala Akhlak Mulia Akibat Lalai Shalat Akidah Akidah Syiah Aktivis Al Mahdi al quran Al Quran al quran syiah Al-Fatihah al-ghaib Al-Ghazali Al-Kalbi Al-Qur'anul Karim Al-Quran Alam Ali Ali Akbar Ali ibn Abi Thalib ali khamenei ali shariati ali syariati aliran sesat Amalan Malam Nisfu Sya’ban amaliyah Amr bin Yasir an-Najasy an-Najazyi Anda Bertanya Anda bertanya SYiah menjawab Annemarie Schimmel Anti Stres anti terorisme Antologi Islam Apa Apa Definisi Roti? Apa yang Kita Pikirkan Api Takfiriah Yang Menjilat Diri Sendiri Arab Saudi Arbain Husaini Argumentasi Rasional Syiah Tentang Imamah Aristoteles asal-usul syi'ah Asas Politik Kanjeng Nabi Muhammad SAW Asuransikan dirimu dengan doa ini Asyura asyuro At-Taqrib Audio awjibah Ayat-ayat Keagungan Nabi Ayatollah Bahjat qs Ayatullah Nuri Hamadani Ayatullah Shafi Ghulpaghani Ayatulloh Az-Zahra bab Bagaimanakah Bahagia? bahagia Bahasa Agama BANGGALAH MENJADI BANGSA INDONESIA Bangsa Iran Bangsa Persia Bantahan Keras Bahwa Syiah Pengikut Ibn Saba' Bedah Buku Putih Mazhab Syiah Berbahagia karena berbagi jalanNya berbuat baik Berdzikir dalam Perspektif Imam Khomeini Berita Berkah Sang belahan jiwa Nabi SAW amp; Doa Ziarah padanya Bersama Tuhan Di Bulan Suci bersuci bertindak Berwisata dengan Kemuliaan Fatimah Azzahra Betulkah Syi'ah Mengkafirkan Sunni? bijak Biografi Biografi Allamah Thabathaba'i Biografi Imam Ali Biografi Ulama Syiah Bisik-bisik Obama Tentang Islam di Indonesia Budaya Budaya & Gaya Hidup Budaya amp; Gaya Hidup Buku Putih Mazhab Syiah: Fakta Eksistensi Syiah Bulan bung karno Bung Karno pun Napak Tilas ke Imam Husain di Karbala Bung Karno pun Ziarah Imam Husain di Karbala Buya Syafi'i Ma'arif Cahaya Cahaya Nabi Muhammad Cahaya Nabi Muhammad saw Cahaya Tuhan cak nun CARA MENDIDIK ANAK ala AMIRUL MUKMININ ALI BIN ABI THALIB (S.A) cerita cerita sufi Chat Cinta Cinta Anugerah Terindah Cinta kepada Husein Cinta kepada Nabi SAW Cinta Kepada Keluarga Nabi Muhammad SAW Cinta Menyatu dalam taat kepadaNya Cinta Rasulullah SAW Kepada Empat Sahabat Radhiyallahu'anhum Copernicus corak filsafat Syiah Dan Sinterklas Turut Melakukan Aksi Intifadah Bela Palestina Daras Akidah Daras Akidah MIsbah Yazdi Definisi Roti Deklarasi Bersama Pulangkan Pengungsi Sampang Delapan jalan menghapus dosa Demonstrasi di Yaman Dialog Newton Diam diskriminasi Do’a Doa Adilah Doa Adilah adalah salah satu doa yang dianjurkan dan diajarkan untuk mencegah kita kehilangan iman saat ajal menjemput nanti. Doa Ahad (Janji Setia) Doa Hari Jum’at Doa Jausyan Kabir Doa Keamanan Doa Kumayl/Hazrat Haidr as doa perpisahan ramdhan doa ramdhan Doa Tawassul Nabi dan Ahlulbaitnya yang suci Doktrin Dosa dua belas imam dunia islam Dunia Islam dzulhijah Editorial Empat Hal Yang Mematikan Hati Enam Hal Yang Dapat Menghapus Amal Kebaikan enggan Epistemologi Agama Eskalasi Intoleransi Takfiri di Yogyakarta etika Ramadhan Face Off "Palestine" Fajar 5 Simbol Persatuan Sunni-Syiah FAKTA FATIMAH Faktor Faktor Pemicu Perpecahan falasi Falsafah Kebangkitan Imam Husain Fana Fana dalam dunia Irfan fathimah Fathimah as tentang Keagungan Al-Qur'an fathul bari Fatimah 'alaihassalam FATIMAH AZ- ZAHRA: IBU dari AYAHNYA dan PENGHULU SELURUH WANITA fatwa Fatwa Fatwa Sesat yang mensesatkan fatwa imam Khamenei Fatwa Marja' Fatwa Sayid Khamenei Larangan Mencaci Sahabat dan Simbol-Simbol Ahlussunnah Fenomena Alam fikih fikih ibadah Filosofi Filsafat Filsafat Iluminasionis Filsafat Islam filsafat Kant Filsafat Nahwu fiqh Fiqh Ibadah fiqih Syiah Fiqih syiah najis Firaun Fisafat Fitnah Syiah fuqoha gagal memahami syiah gaib Galileo Gallery Gerakan Politik-Sosial Imam Khomeini Gereja Ghadir Ghadir Khum golden ways Grand Syaikh Al Azhar : Fatwa Larangan Pembunuhan Muslim Syiah Meredam Konflik Sektarian gubernur gubernur mesir Guru hadis hadis ahlulbait hadis syiah Hadist Hadist Rosululloh Hadist Tsaqalain hadits Hadits hadits 12 khalifah. khulafa ar Rosyidin hadits ahlulbait hadits nabi haji Haji Langganan Hajj (The Pilgrimage): Menghampiri Allah Swt hak hak asasi manusia HAK IBU DAN HARI IBU hak sahabat hak teman HAKEKAT NISFU SYA'BAN Hakekat Puasa Menurut Perspektif Al-Quran Hakikat Dzikir Hakikat Syafaat dan Tawassul Menurut Al-Quran hakim Hakim Cium Tangan Terdakwa Halilintar HAM hamba Harapan Hari Internasional al-Quds di Semarang diikuti oleh ribuan orang yang cinta kemerdekaan dan perdamaian hari kemenangan Hari Raya Orang Berpuasa Harmoni Sunnah-Syiah di Irak Harmoni Titik-Temu Sunni/NU dan Syiah harmonis hasan al banna HASAN AL BANNA DAN PROGRAM PENDEKATAN SUNNI-SYIAH hasan al bashri Hasan al-Mujtaba Hati hawa nafsu hawa nafsu dalam al quran hadits hawa nafsu menurut syiah Hedonis Penyakit Kehidupan Hermeneutika hikmah hikmah imam Ali as Himah Hisbulloh Houthi hubungan hubungan antara agama dan akhlak hudud hukum hukum Islam hukum Qiyas hukum Tuhan Hume humor husain husain fadhlullah HUT RI ibadah wanita ibnu hajar ibu Ibu Kaum Mukminin dan Keutamaan Wanita Muslim Pertama Ideologi Syi'ah Idul Qurban dan Penyembelihan ihtiyath ijtihad ikhtilaf ilahi Ilmu Ilmu Agama Ilmu Firoq Image imam imam 12 imam ali Imam Ali Adalah Rahmat Imam Ali Al Ridho as Imam Ali ar-Ridha imam ali bin abi thalib Imam Ali dan Dua Orang Yahudi Imam ALi dan Filsafat Nahwu imam ali khamenei Imam Ali Zainal Abidin Imam Ali Zainal Abidin as Imam As-Shadiq Imam Asajad Imam Hasan Imam Hasan al mujtaba Imam Hasan dalam literatur Syiah Imam Hasan menurut Syiah Imam Husain IMAM HUSAIN PRIBADI DIDIKAN RASULULLAH SAW. Imam Husain Tragedi Karbala Imam Husein imam ja'far shadiq Imam Ja'far Shadiq dalam Mengurai Penyimpangan Imam Jafar Imam Jafar Asshadiq as imam Jafar shadiq as Imam Jafar Sodiq Imam Jawad imam khomeini Imam Khomeini Membangkitkan Kesadaran Umat Imam Khumaini Imam Mahdi Imam maksumin Imam Musa Al Kazhim as Imam Musa Kazhim as Imam Musa Kazim Imam Sajjad Imam Syiah imam syiah. imam ahlulbayt as IMAM ZAMAN as imamah Imamah amp; Wilayah imamah dan khilafah Imamah Imam Ali Imamah menurut syiah Iman iman dan amal. korelasi iman dan amal individu Indonesia indonesia merdeka Info Syi’ah Info Syiah Instropeksi Diri Internasional Iran Iran-kah Bangsa Yang Dijanjikan Dalam Surat Muhammad? Iranphobia dan Syiahphobia Irfan Irfan amp; Tasawuf Irfan dan Akhlak Irfan dan Filsafat Irfan Praktis Irfan Teoritis ISIS Berencana Teror Iran ISIS Perusak Citra Islam Muhammadi (Saw) iskandariah Islam islam damai Islam dan Keindonesiaan islam nusantara Islamisme Islamphobia israel istibra ISTIKHARAH DENGAN TASBIH Jabatan itu tidak lebih berarti dari sepatuku Jabir ibn Abdullah Al-Anshari Jadilah Orang Baik jagalah persatuan umat Jalaludin Rahmat Jalaludin Rumi Jangan Ada Ruang di Indonesia untuk Terorisme Jangan berpangku tangan Jawa Jejak-jejak Imam Ali pada Bendera Macan Ali Cirebon Jokowi Jokowi: Gus Dur tak rela konstitusi diremehkan judul Jurnalis Juru Selamat Kalau Di Jawa Ada Wali Songo Di Bali Punya Wali Pitu Kamu adalah Kebiasaanmu Kanjeng Nabi SAW Karbala KATA DAN UJARAN KATA-KATA YANG MEMBUAT ABU THALIB MANTAP keadilan kebahagiaan Kebangkitan Imam Husain keberkahan bulan ramadhan Kebhinekaaan Kedatangan Imam Mahdi as Kedudukan Bersikap Jujur Dalam Hidup kedudukan perempuan Kefakiran dan Kebakhilan kegagalan memahami syiah Keharmonisan Sunni-Syiah di Masjid Yardyam Rusia Kehendak Bebas Dan Takdir kehidupan Kehidupan Ali ibn Abi Thalib Keilmuan Islam Kejahilan yang paling besar kelahiran keledai Keluarga Nabi KELUH KESAH KAWAN (1) KELUH KESAH KAWAN (2) Kemaksuman Nabi dalam Perspektif Al-Quran Kemaksuman Nabi Muhammad SAW Kemaksuman Para Nabi Menurut Syiah Kembali Kepada Keaslian Jatidiri Manusia Kemenag Gelar Dialog Lintas Guru Agama Untuk Tingkatkan Toleransi Kemenangan Sudah Dekat kemiskinan Kenabian Kenapa Selalu Berpecah-belah? Kepeloporan Syiah di bidang Ilmu Kalam Kepemimpinan Dan Imam Maksum Kepler kerajaan aceh kerjasama Kesatria Karbala Ali akbar kesetaraan Kesucian ketenagakerjaan Keteraturan Keteraturan Fenomena Semesta Ketika Anak Melawan Kita Ketika Binatang-Binatang Berhaji Ketuhanan keutamaan bulan Keutamaan Hari dan Bulan Sya'ban khalifah khilafah khomeini Khotbah 1 Khurasan khutbah Imam Ali as Kilas Balik Murtadha Muthahhari kisah kisah bijak kisah hikmah Kisah Romantis Keluarga Kenabian Kisah sakitnya Rasul sebelum Wafat Kisah sebuah cincin Mulia Kita atau Imam Zaman yang Ghaib? Kita Beragam kitab kitab syiah Koalisi Saudi-Zionis Gagal Tenggelamkan Isu Quds dan Palestina Konsep Ketuhanan Konsep Ketuhanan Dalam Filsafat Konsultan Nikah Saudi bolehkan suami pukuli istri secara Islami Korban Crane kristen Kritik Israel Kumail kurr Lagu Kebangsaan Lahirnya Sang Putera Ka'bah lailatul qadar menurut syiah lailatul qadr Larangan Menolak Peminta Lau Kana Bainana Al-Habib Law Kana Bainana Lentera Ilahi lidah Link logika Lord of The Ring luqman luqman hakim Ma'arif Ma’rifah madzhab Ja'fari makna haji Makna Kesyahidan Makna Syahadah Makrifatullah malaki tabrizi malam di malam lailatul qadar malik asytar mantan Walikota London diskors manusia manusia dan alam semesta Masa Dhuhur Masa IMAM ZAMAN as masalah masehi masuknya islam masyarakat Matahari mazhab Melatih Diri Melatih Diri untuk Hidup Melihat Allah Melihat Tuhan Memohon Taufik Mempelajari Ilmu Agama Menahan Tangisan Si Miskin Menakar Kualitas Sang Mufti Ketika Murka Mencegah Predator Anak Menembus ruang dan waktu bersama Jibril Mengapa Asyura Diperingati Tiap tahun Mengapa Menangis Atas al Husain mengenal hawa nafsu Mengenang dan Berbahagia Menggalang Persatuan Seperti yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW Menghadapi Kemarahan Dengan Santun Menghampiri Allah Swt menjadi manusia haji Menjadi Musafir Yang berhasil Menjaga Amalan MENJAGA HATI amp; LIDAH menjawab fitnah menjawab tuduhan menolak buku panduan MUI Menolak syiah Menyangkal Filsafat Hampa Merdeka mesiah Milad Fatimah Az Zahra as Mimpi yang Terbeli Motivasi Qurani Mozaik muamalah mudhaf Muhammad Muhammad saw Muhasabah diri Muhsin Labib MUI MUI dan Syiah MUI dan Tugas Mempersatukan Umat mujtahid mukallid Mukjizat Nabi Mukmin Adalah Sekufu Bagi Mukmin Munajat/Doa Murid murtadha muthahhari muslimah muthahhari muthlaq Mutiara Ahlulbait Mutiara Hikmah mutiara imam Ali as MY MOTHER IS THE MIRROR OF MY LIFE MY MOTHER IS THE MIRROR OF MY LIFE (2) Nabi Nabi Muhammad nahjul balaghah najasah Najh al-Balaghah nakhai nama Allah Nasab Imam Ali Nasehat Imam Khomeini (qs) untuk Seorang Muslim nashiruddin Nasional Nasionalisme Nasruddin Natal Dan Teologi Cinta Neo Teologi Nikah Mut`ah Nilai dan Kadar Manusia NKRI Harga Mati nominalisme NU Meminta Jokowi Bubarkan Ormas Keagamaan Anti Pancasila Nur Muhamad Nur Muhammad Nusantara Opini Orang tua dan orang hitam tidak akan masuk surga Orang yang berilmu dengan orang yang beriman sangat berbeda Orang Yang Sombong ORATOR ZALIM Orde Baru ormas ahlulbait indonesia Ormas Anti Pancasila Harus dibubarkan Pahala Memaafkan pajak pancasila Pancasila Jaya Pandangan Imam Ali as Tentang Kebodohan Pandangan Ulama dan Sejarahwan Tentang Imam Ali Zainal Abidin as Panjang Umur Para Sahabat PBNU pejabat Pelajaran Dari Yang Telah Berlalu pembalasan Pembantaian Imam Husain PEMBENCI DAN KEBENCIAN pembicara Pembuktian Wajibul Wujud Pemicu pemikiran Pemikiran dan Kepribadian Imam Khomeini Bagi Dunia pemimpin islam Pemimpin Non Muslim penalaran Pencipta Pencipta Lagu pendekatan sunni syiah pendengar Pengakuan Mahasiswa Asal Myanmar Tentang Syiah Pengangkatan Yazid Pengaruh Buruk Malas dan Solusinya pengertian pengetahuan Pengetahuan memberikan manusia wawasan dan kesadaran Pengetahuan menurut Imam Ali as Pengetahuan Umum Penghalang Kehadiran Hati Ketika Shalat Penghancuran Situs Kuno: dari Suriah hingga Yogya Penghormatan Imam Ali as Kepada Para Tamu Pengorbanan Imam Ali bin Abi Thalib as untuk Tamu penguasa islam Pengungsi Sampang Penolakan Ulama Islam Terhadap Gerakan Takfiri Pentingnya Sejarah PERANG MELAWAN KEBODOHAN Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan perempuan perempuan muslimah Peringatan Wiladah Al-Mahdi Afs Peristiwa Karbala Permainan Politik di Balik Dukungan Wahabi Salafi Takfiri pernikahan Pernyataan Perpecahan persahabatan sunni-syiah Persatuan persatuan islam Persatuan Islam dalam Perspektif Imam Ja'far as Persatuan Syiah-Sunni persaudaraan sunni-syiah persaudaraan umat Persefektif Al-Quran Perspektif Perspektif Imam Jafar Shadiq as tentang Sumber Pengetahuan Perspektif Jendral Gatot tentang Persatuan dan Pertahanan Indonesia Perspektif/Opini Pertolongan Allah Pesan Pesan Asyuro Sayidah Zainab Pesan Asyuro Sayidah Zainab as Pesan Asyuro Sayidah Zainab Singa Bani Hasyim Pesan dan Nasehat untuk MUI Pesan Haji Ayatollah Sayyid Ali Khamenei 2016 Ini Hadirkan Tetesan Airmata Pesan Haji Oleh Ayatollah Sayyid Ali Khamenei 2016 Ini Hadirkan Tetesan Airmata Pesan Haji Rahbar 2017 pesan imam ali Pesan Majma Jahani Ahlul Bait PESAN NATAL AYATULLAH KHAMENEI pesan persahabatan Pesan Rahbar Pesan Syahid Mohsen Phobia Terhadap Syiah? Itulah Desain Kepentingan Barat Pilkada Piramida Planet Planet Matahari plato Pokoknya kambing walaupun bisa terbang praktis Presiden Presiden Perintahkan Aparat Cegah Aksi Teror Saat Natal pria dan wanita Primordialisme Prinsip Kemahdian Dalam Al-Qur'an Profil Ahlulbait proklamasi Puasa puasa batin puasa lahir puasa ramadhan puisi Puteri kesayangan Nabi Putin Qiyas menurut Syiah Qosim sulaemani Quds Day Dalam Pandangan Imam Khomeini ra Quds Day in Semarang Quote Qur'an quraish Shihab RACHEL CORRIE CUKUPLAH MENGENALIKU Rahasia Bulan Rahasia Halilintar Rahasia Matahari rahbar Raja Saudi ramadhan ramadhan dalam hadits rasulullah dan ahlulbait Rasulullah SAW Simbol Persatuan realitas Rektor IAIN: Banyak Titik Temu Sunni (NU) dan Syiah Rencana Allah Pasti Indah Rene Descartes renungan renungan akhir ramadhan Renungan Tengah Malam retorika Revolusi revolusi iran Revolusi Mental amp; Aku (Bukan) Siapa risalah Rizqi Romawi Rosululloh Ruh Saat Tidur Rukyatullah rumah tangga RUMAH TANGGA YANG SEHAT PONDASI KOKOH SEBUAH NEGARA Rusia Komitmen Dukungan Kepada Negara-Negara Islam sahabat Sahabat Nabi Sahabat Nabi SAW sains Salah Memahami Hukum salman Sambut Tahun Baru Rahbar Menyampaikan Pesan Khusus untuk Rakyat Iran Sampah Sampah Hati Samudera Hindia Masa Depan Ekonomi Dunia Sastra Sastra Barat Sastra Islam satu tuhan Saudi Saydah Fatimah Sayid Hasan Alaydrus Sayidah Fatimah sayyid Ali Khamenei Sayyid Hasan Khomeini Sayyidina Hasan Sebaik-baik manusia Sedekah seimbang sejarah sejarah islam Sejarah Perkembangan Syiah di Indonesia sejarah syi'ah Seluruh manusia tertidur pulas. Ketika ajal tiba mereka baru sadar Semua Tentang Ali Karamallahu Wajhah seni Senjata Musuh Masa Kini Seorang penjual keripik singkong Seri Tanya Jawab Irfan Serial Karbala Seruan Kanjeng Nabi SAW sesat Setan setan tidak disiksa api neraka Setelah Kunjungan Raja Saudi: Melawan Ekstremisme? shahifah Mahdiyyah shalat shalat sufi Siah Nusantara Siapa "Habib" itu? Siapa dari kita yang paling banyak memakan kurma? siapakah ahlulbait nabi Sifat Af'aliyah SIfat Allah Sifat Dzatiyah Simbol Keagungan Spiritualitas Simbol Kesabaran Ahli Bait as Simbol Persatuan Dunia Islam Sirah Sirah Ahlulbait as skeptisisme skolastik socrates soekarno Sofis sosial studi skolastik Sumber-sumber Pendanaan ISIS Sunan Kali Jaga sunni sunni syiah Sunni-Syiah di Nusantara Sup Panas surat surat imam ali surat malik asytar Surat Muhammad syafaat Ahlulbait as Syafaat dan Optimisme Syafaat Nabi syahadah Syahid Murtadha Muthahhari Syaikh Al Azhar syarat. syarif radhi Syed Ahmad Baragbah tentang Ahlulbait dalam Hadits Nabi Syed Ahmad Baragbah tentang Syiah Dan Salah Faham Terhadapnya Syed Ahmad Baragbah tentang Taqiyah Menurut Islam Syiah syiah aceh Syiah adalah madzhab Islam Syiah adalah muslim syiah ali syiah antara iran dan indonesia Syiah dalam Lisan Rasulullah Saw Syiah Houthi syiah imamiyah Syiah Indonesia Syiah Islam Syiah Isna Asyariyyah Syiah Menjawab Syiah menjawab Tasawuf Syiah menurut Syiah syiah nusantara syiah saudi Syiah Sesat Syiah takwa Syiah Tidak Sesat Syiahisasi syiahnusantara Syiria syukur ta'abbudi Tabayun tabayun Syiah TABIAT MENGKAFIRKAN tabiin Tafaqquh Fiddin Tafsir Tafsir al-Quran tafsir birrul walidaen Tafsir Cemerlang tentang Islam Nusantara Tafsir Hikmah Tafsir Maudhu'i Tafsir Mudah Tafsir Surah al-Falaq Tafsir Surat AN-Nas tafsir syiah Tafsir Tematik Tahajud Menurut Ajaran Ahlul Bait As Takdir dan Logika Takfiri Takfirisme takhalli taklid TAKWA takwa bulan ramadhan takwini tamar Tangisan Pemimpin Iran Atas Tragedi Mina Tanya Jawab Tanya Jawab Irfan Tanya Jawab Isyu Fitnah terhadap Syiah Dengan Ahlinya Tanya Jawab Tasawuf Taqi Misbah Yazdi taqiyah Taqiyah Identik dengan Kemunafikan? taqiyyah Tasawuf Tasawuf dan Irfan Tasawuf Praktis Tasawuf Teoritis Tasbih Semesta Tashawuf Tasyri Tauhid Tauhid Dzat TAUHID PADA WUJUD MANUSIA Tauhid Semesta Tauhid Sifat Tawadhuk Kepada Manusia tawassul Tawassul 14 Manusia Suci tembang jawa Tentang Kejujuran Tentang Orang Arif Tentang Usia teologi teologi syiah teoritis terjadi Terjemah Al-Qur'an TERLAMPAU BERSUKACITA Ternyata Penemu Musik Adalah Orang Islam teror Thaharah Thomas Hobbes Tokoh Tragedi Karbala tragedi pembantaian keluarga nabi Tribute to International Quds Day 2012 Tuhan tuhan yang ghaib Tujuan Karbala Tukang cukur Tukang cukur dan Keberadaan Tuhan TV Indosiar Merevisi Fitnah Tentang "Syiah Wukuf di Karbala" Ubay ibn Ka’ab udul Ufuk ukhuwah ukhuwah Islam ukhuwah Sunni Syiah ulama Ulama Sunni Ulama Syiah Ulama Tafsir ulil amri Ulumul Qur'an Ummul Mu`minin Aisyah Berkisah Tentang Kemuliaan Sayyidah Fatimah as undang-undang undang-undang ketenagakerjaan uqala'i Urgensi Ukhuwah Islamiyah amp; Ukhuwah Wathoniyah Ushul Fikih Ustadz Muhsin Labib: Kilas Balik Murtadha Muthahhari Ustadz Taufiq Ali Yahya tentang Tawassul Uswah Video Videos Wafat Wajibul Wujud wali wali faqih Wali Sanga Wani Ngalah Luhur Wekasane wanita wanita muslim wanita muslimah wanita pilihan Warga Syiah Tolak Ubah Keyakinan Wartawan Koran Independent 'Shock' Berkisah Liputannya Tentang Long March Arbain Wasiat Imam Ali Kepada Umat Islam Wasiat Imam Jafar Shadiq Wawancara Wawasan Keislaman Wayang Kulit Wiladah "Sang Penunggang Terbaik" Wilaya'iyah Fakih wilayah Wirid As Sakran wudhu Yaman Yang paling menakjubkan Yazid berkuasa Yazid Naik Tahta Yesus dalam pandangan Imam Ali Bin Abi Thalib as yunani Zainab Cucu Rasulullah SAW Ziarah Kubur zulfikar
false
ltr
item
syiahnusantara.com: Sesnsor Diri Dalam Sejarah Islam
Sesnsor Diri Dalam Sejarah Islam
http://www.syiahmenjawab.com/wp-content/uploads/imamah.jpg
syiahnusantara.com
https://www.syiahnusantara.com/2014/09/sesnsor-diri-dalam-sejarah-islam.html
https://www.syiahnusantara.com/
http://www.syiahnusantara.com/
http://www.syiahnusantara.com/2014/09/sesnsor-diri-dalam-sejarah-islam.html
true
1073726697356742094
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy