Ilmu Agama

Ilmu Agama "Ilmu dan para ilmuwan pada setiap lembaga-lembaga akademik dan pusat-pusat pendidikan adalah mengikut identitas budaya lemb...

ilmu agama

Ilmu Agama


"Ilmu dan para ilmuwan pada setiap lembaga-lembaga akademik dan pusat-pusat pendidikan adalah mengikut identitas budaya lembaga-lembaga akademik dan pusat-pusat pendidikan tersebut. Pada dasarnya yayasan-yayasan pendidikan dan penelitian yang ada merancang dan merealisasikan program kerjanya sesuai dengan budaya dan ideologinya, karena itu gambaran bahwa dengan sistem pendidikan model Barat mampu menghasilkan tujuan secara Islami," Klaim yang disampaikan di atas merupakan sebuah klaim yang mengecoh lantaran sistem tersebut disusun dan diprogram dengan arah dan dimensi sekuler dan tentu saja konklusinya bertentangan dan berseberangan dengan arah dan dimensi Islami.

Klaim penulis di atas tidak hanya berlaku pada lapisan masyarakat umum, akan tetapi para pakar ilmu-ilmu empiris juga dalam bidang disiplin dan spesialisasinya mempunyai asa terhadap agama serta dalam merealisasikan pengembangan ilmu butuh terhadap doktrin-doktrin agama. Jika mereka tidak tumbuh dalam ruang lingkup metafisika agama, maka mereka akan terbelenggu dengan metafisika sekuler.

Masalah ilmu agama, bukanlah suatu kategori wacana yang hanya dipaparkan di dunia Islam; di dunia Masehi (Kristen) juga pada dua dekade terakhir, masalah ini menguat dan bahkan telah dilaksanakan konferensi-konferensi khusus yang membahas tentangnya. Seperti dalam konferensi ilmiah yang berjudul "Science in theistic content" yang dilaksanakan pada musim panas bulan September 1998 di Kanada.[1]

Ilmu modern pada masa berkembangnya Positivisme dan renasains sekuler, menapakkan kakinya di bumi dan tanah air Islami, suatu ilmu yang terpisah dari metafisika ketuhanan dan mengambil jarak dari agama serta menggandeng pemikiran non-agamis dan bahkan terkadang pemikiran anti agama. Dengan dasar ini berkembanglah ide tentang adanya pertentangan antara ilmu dan agama.

Hingga sekarang apakah kita sudah bertanya kepada diri, mengapa ilmu dan filsafat yang telah berkembang di dunia Islam berabad-abad, pada beberapa abad terakhir mengalami kemunduran dan kemerosotan? Bukankah kepemimpinan ilmu dan sains dunia berada di tangan kaum muslimin selama 6 abad? (350 tahun kepemimpinan mutlak dan 250 tahun kepemimpinan bersama kaum Masehi).

Apakah masyarakat Islam tidak melahirkan cendekiawan, ahli matematik, ahli kedokteran, ahli kimia, ahli geologi besar, seperti: Jabir bin Hayan, Râzi, Khârazmi, Mas’udi, Khayyam, Ibnu Sina, At-Tusi, Ibnu Rusyd dan Ibnu Thufail?[2] Herman Randal tentang hal ini berkata: “ Kaum Muslimin pada abad pertengahan menguasai bidang pemikiran ilmiah dan kehidupan industri, dimana pada masa sekarang hal tersebut kita nisbahkan pada masyarakat Jerman.

Kaum muslimin berbeda dengan bangsa Yunani, mereka tidak jemu melakukan observasi dan penelitian dengan sabar serta penuh semangat dan pada cabang kodokteran serta mekanik dan pada hakikatnya dalam seluruh bidang keahlian, menurut tinjauan berkenaan hukum naturalnya, mereka mengarahkan ilmu-ilmu berkhidmat langsung pada kehidupan masyarakat; mereka tidak memandang ilmu hanya sebagai tujuan bagi dirinya (tanpa berhubungan dengan kehidupan)”.[3]





Jadi sekarang mengapa kita mengalami kemunduran?


Sebagian memandang sebab kemunduran adalah pengambilan jarak dari dunia Barat dan satu-satunya jalan penyelesaian mengikuti secara keseluruhan keyakinan-keyakinan bangsa Barat; sebagian memperkenalkan sumber kemunduran dan kemerosotan peradaban tinggi Islam karena ketiadaan keberanian dalam pemikiran dan sebagian berpandangan ketiadaan pemahaman yang benar terhadap doktrin-doktrin agama serta sebagian lainnya berpegang pada akibat penjajahan eksternal dan internal; dan tidak diragukan bahwa seluruh faktor-faktor yang disebutkan di atas merupakan penyebab kemunculan kenyataan ini. Akan tetapi jangan dilupakan peran menyusupnya ilmu sekuler dalam masyarakat Islam dan pengaruhnya terhadap kelanjutan kemunduran kaum muslimin; sebab sebagaimana dalam pembahasan mendatang akan kita buktikan bahwa kita tidak mempunyai ilmu yang kosong dari paradigma, pra-asumsi epistemologi, ontologi, metafisika dan ideologi; Oleh karena itu terkadang proses dan pengembangan ilmu menjadi matang dalam ruang lingkup agama dan metafisika yang meyakini Tuhan dan terkadang matang dalam ruang lingkup pra-asumsi selain agama dan bahkan ruang lingkup yang bertentangan dengan agama.

Menurut pandangan kami, krisis identitas dan dikotomi antara mental dan ruh para peneliti kaum muslimin serta kelompok masyarakat, harus dikembalikan pada faktor-faktor penting ini, sebab suatu masyarakat yang dari segi budaya dan sosial, adalah Islami, ketika mengenal pemikiran-pemikiran sekuler dalam masa studi universitas, terpaksa menemukan krisis identitas dan dikotomi kepribadian.

Untuk menjelaskan lebih dalam esensi ilmu agama, harus dipaparkan terlebih dahulu secara global tema-tema sentral seperti; definisi ilmu, defenisi agama, metafisika, bentuk hubungan antara ilmu dan agama, definisi ilmu agama, motivasi dan pentingnya pemaparan ilmu agama dan beberapa bentuk pengaruh agama pada ilmu.





Apakah Ilmu itu ?


Kata ilmu, adalah musytarak lafzhi (equivocal) dan diaplikasikan dalam makna yang beragam:

- Penggunaan kata ilmu sebagai lawan kebodohan yang dimutlakkan pada semua pengetahuan yang mencakup konsepsi (gambaran) dan tasdik, ilmu hushuli dan ilmu hudhuri, ilmu akal, indrawi, syuhudi dan naqli, serta dalam bentuk satu proposisi hingga dalam bentuk satu disiplin keilmuan.

- Ilmu yang mempunyai makna kepastian dan keyakinan serta hal-hal yang berhubungan dengannya yang menjadi keyakinan manusia; yang mencakup proposisi bersifat yakin, benar dan sesuai dengan kenyataan atau salah dan tidak sesuai dengan kenyataan. Ilmu pada makna ini lawan dari keraguan, persangkaan dan kemungkinan.

- Ilmu dengan makna suatu sistem dari proposisi-proposisi hushuli dimana makrifat yang dihasilkan, diperoleh dengan jalan berbagai metode, seperti: ilmu-ilmu eksprimen, filsafat, sejarah, irfan, sastra dan lain-lain.

- Ilmu dengan makna suatu sistem dari proposisi-proposisi hushuli –non-hudhuri- yang diperoleh dengan metode penginderaan dan eksprimen, serta sudah digolong-golongkan dalam bentuk suatu disiplin ilmu; seperti ilmu-ilmu eksprimen, tabi'i dan humaniora. Dalam pemutlakan ini, ilmu fiqhi, ushul fiqhi, teologi, filsafat, irfan, ilmu-ilmu sastera dan sejarah, tidak dihitung sebagai ilmu.

Ilmu-ilmu eksperimen dibagi menurut dimensi tinjauan yang berbeda-beda. Menurut tinjauan subyek dan yang berhubungan dengannya, ilmu eksperimen terpilah menjadi ilmu humaniora dan ilmu tabi'i (ilmu alam). Ilmu-ilmu yang penelitian dan obsevasinya berhubungan dengan perilaku-perilaku individu dan masyarakat, berkehendak dan tidak berkehendak, didasari pengetahuan manusia dan tidak didasari pengetahuan, disebut dengan ilmu-ilmu eksperimen insani (humaniora). Kelompok ilmu-ilmu ini yang meliputi psikologi, sosiologi, ilmu politik, pedagogi, ekonomi dan manajemen, mendapatkan kekhususan eksperimen dan sistimatika eksprimen; akan tetapi perlu disebutkan bahwa ilmu-ilmu insani juga menerima pengkajian dengan cara dan metode lain, di antaranya: metode rasional, syuhudi dan naqli.

Metode serta cara ini membentuk ilmu-ilmu insani filsafat, irfan dan agama. Adapun ilmu-ilmu yang penelitiannya berhubungan dengan prilaku dan fenomena bukan manusia dan dalam domain menerima kuantitas serta berada dalam sistematika eksperimen, ilmu-ilmu itu dinamakan ilmu-ilmu eksperimen tabi'i; seperti fisika, kimia, biologi dan sebagainya.

Maksud kata ilmu, dalam kategori ilmu agama, adalah pemutlakan yang keempat dari ilmu; apakah ia itu dalam bentuk perolehan ilmu yang kongkrit ataukah proses penelitian ilmu ataukah tujuan-tujuan ilmu serta perilaku-perilaku para ilmuan yang menjadi fokus perhatian.

Ilmu-ilmu eksperimen juga mempunyai pembagian lain, yaitu ilmu-ilmu murni dan ilmu-ilmu aplikatif. Ilmu-ilmu murni bertujuan menyingkap keteraturan yang terdapat dalam alam materi dan membuka rahasia-rahasianya; sedangkan ilmu-ilmu aplikatif bertujuan menguasai alam materi dan mengabdikan unsur-unsur alam.





Apakah Agama itu ?


Maksud kami agama dalam wacana ini adalah proposisi-proposisi yang ada dalam teks-teks agama dan doktrin-doktrin agama yang bentuknya pengajaran secara deskriptif dan normatif, dan motif-motif agama dari penganut-penganut agama serta demikian juga pemahaman dan makrifat agama, yakni pendapat yang memiliki landasan dan metodelogik dari para ahli agama (ulama) yang dinisbahkan kepada tek-teks agama, dan juga pembenaran-pembenaran akal yang dinisbahkan pada realitas-realitas keagamaan yang termanifestasi dalam bentuk pribadi dan individual serta keseluruhan dan umum.





Apakah Metafisika itu ?


Metafisik adalah pengetahuan yang berhubungan dengan seluruh eksistensi dan seluruh alam-alam; serta suatu sistem yang terbentuk dari laporan-laporan yang dijelaskan dan diterangkan melalui metode akal. Terkadang metafisik dalam istilah lain bermakna seluruh proposisi-proposisi rasional dan deskriptif yang tidak didapatkan melalui jalan eksperimen; seperti prinsip simplisitas natural yang mana Newton sendiri mengakui hal ini dan menjelaskannya pada pembahasan pengetahuan terhadap tabiat (natural).





Hubungan antara Ilmu dan Agama


Hubungan antara ilmu dan agama adalah pandangan yang telah lama dikemukakan oleh para ulama, filosof dan teolog. Masalah ini telah diungkapkan dari sudut pandang yang berbeda-beda dalam teologi dan filsafat ilmu-ilmu sosial dan filsafat ilmu. Secara general dapat diisyaratkan berbagai hubungan antara ilmu dan agama, antara lain:

- Hubungan saling membantu atau bertentangan antara pra asumsi-pra asumsi ilmu dan pra asumsi-pra asumsi agama.

- Hubungan saling membantu atau bertentangan antara makrifat ilmu dan makrifat agama.

- Hubungan saling membantu atau bertentangan antara proposisi-proposisi ilmu dan proposisi-proposisi agama.

- Hubungan saling membantu atau bertentangan antara substansi ilmu dan substansi agama.

- Hubungan saling membantu atau bertentangan antara bahasa ilmu dan bahasa agama.

- Pengaruh ilmu terhadap makrifat agama.

- Pengaruh agama dan makrifat agama terhadap teori-teori, tujuan dan metode-metode ilmu.





Apakah Ilmu Agama itu?


Apakah ilmu dan agama dapat bercampur satu sama lain dan keduanya dapat terhidang dalam sebuah hidangan yang dapat diserap secara bersama, dan dalam suatu bentuk dimana keduanya saling berkait satu sama lain dan mendatangkan suatu fenomena yang utuh serta satu sintesa yang sama, dan pada saat yang sama tidak terperangkap singkritisime dan kita tidak kehilangan kemandirian esensialitas ilmu dan agama ? Untuk menjawab masalah ini, sebelumnya diisyaratkan definisi yang beragam tentang ilmu agama dan mengungkapkan pandangan yang menjadi pilihan:

1. Ilmu yang disusun dengan tujuan menerangkan dan menafsirkan kitab serta sunnah, seperti: Ushul Fiqhi, Ulum al-Qur’an, tata bahasa Arab, Logika, Filsafat, Hermeneutik dan lain-lain;

2. Ilmu yang diperoleh dari hasil penafsiran dan penjelasan kitab dan sunnah, dengan kata lain proposisi-proposisi deskriptif yang ada dalam naskah agama yang memberitakan atas alam nyata dan membentuk sistem makrifat seperti: pengetahuan al-Qur’an, pengetahuan sunnah, tafsir al-Qur'an hadis, Fiqih, Teologi dan sebagainya;

3. Ilmu yang mekar dan berkembang dalam atmosfir budaya, peradaban dan masyarakat Islam, seperti: kedokteran, mate-matika, astronomi dan ilmu-ilmu Islam lainnya;

4. Ilmu yang diperoleh dari hasil penyingkapan mukjizat ilmiah al-Qur’an dan Sunnah, dan sesuai dengan kandungan hipotesa-hipotesa ilmu eksprimen;

5. Proposisi-proposisi agama yang menerangkan dasar-dasar metafisika ilmu dan dipandang sebagai landasan penelitian-penelitian eksperimen.

6. Setiap pengetahuan yang diperoleh melalui metode eksperimen, akal dan agama;[4] dalam mempersiapkan suatu pengetahuan gabungan dari metode-metode makrifat yang beragam, mungkin tidak akan dapat sampai pada satu titik yang sama; sebab dalam kedudukan observasi konklusi dari aktivitas-aktivitas, harus menggunakan satu metode penelitian; oleh karena itu mungkin saja metode singkritis akal, eksperimen dan agama dalam kedudukan penemuan adalah berpengaruh; akan tetapi dalam kedudukan penilaian, satu-satunya kondisi yang menerima makna, adalah kita menerima defenisi yang paling akhir dari ilmu agama dan itu bermakna bahwa keyakinan-keyakinan dan prilaku-prilaku keagamaan dan bukan keagamaan juga mempunyai pengaruh dalam pemilihan teori dan penilaian.

7. Setiap bentuk ilmu yang bermanfaat dan diperlukan bagi masyarakat Islam; Ustad Muthahari dalam hal ini berkata: "kesempurnaan dan khatamiyyah (sebagai agama penutup dan terakhir) Islam meniscayakan bahwa setiap ilmu yang berguna dan bermanfaat untuk masyarakat Islam, yang perlu dan niscaya, harus kita pandang sebagai ilmu agama".[5]

8. Menjadikan agama sebagai hakim terakhir; yakni para ilmuan ilmu eksperimen, menyerahkan hasil pekerjaan mereka kepada penilaian (keputusan) agama dan dalam bentuk tidak terdapat pertentangan dengan proposisi-proposisi agama, maka hasil itu diterima.

9. Agama tidak hanya memberikan dorongan kemajuan ilmu, akan tetapi juga mempersiapkan garis-garis universal dan kaidah-kaidah umum ilmu dan sains serta memberikan landasan yang menyeluruh pada ilmu eksperimen, teknologi industri, sistem keamanan dan lain-lain. Sebagaimana ilmu ushul fiqih menggunakan kaidah-kaidah akal dan rasional dalam sebagian nash-nash agama sebagai kunci memahami teks-teks fiqih maka juga adalah mesti dengan media dan wasilah yang sama sebagian dari nash-nash agama yang berkenaan pengenalan terhadap alam dan manusia juga dibahas dan diteliti. Dengan demikian alat dan wasilah untuk melakukan penelitian pada tingkat kemujtahidan ilmu-ilmu lain selain ilmu fiqih, di samping dengan sebagian nash-nash juga menggunakan kaidah-kaidah akal dan rasio, sehingga dapat dipersiapkan medan yang luas dalam ilmu-ilmu tersebut (ilmu tabii dan humaniora) dengan kedalaman penelitian lewat sejumlah nash-nash yang berhubungan dengannya.

10. Seluruh ilmu-ilmu eksperimen mendapat bentuk dari jalan proposisi-proposisi, keyakinan-keyakinan dan prilaku-prilaku keagamaan serta mendapat pengaruh dalam metode, tujuan, motivasi ilmu, pembuatan teori, dan pengarahan ilmu; sebab pengajaran-pengajaran agama dan metafisika non agama senantiasa melekat dan mempengaruhi proses penelitian dan observasi ilmu serta persiapan penelitian ilmu-ilmu eksperimen.





Urgensi Pemaparan Masalah Ilmu Agama


Menguraikan kategori ilmu agama dari dimensi yang beragam merupakan suatu hal yang mesti. Salah satu dari cara kerja masalah bersangkutan adalah hubungan serta pertentangan ilmu dan agama, yang masuk sebagai kategori ilmu agama. Yakni masalah hubungan ilmu dan agama, dapat dipaparkan dengan dua pra asumsi kenyataan, ilmu dan kognisi proposisi-proposisi agama serta penerimaan subyek-subyek yang sama antara ilmu dan agama. Di samping itu dapat juga di konsepsi kondisi saling berhubungan antara statmen-statmen perintah dan normatif agama yang menjelaskan tujuan-tujuan manusia dengan pengajaran-pengajaran ilmu.

Dalam masalah ini, orang-orang seperti Galileo mengungkapkan pemisahan antara ruang lingkup ilmu dengan ruang lingkup agama dan juga Kant mengeluarkan masalah-masalah matafisika dari keterbatasan akal teoritis dan membatasi akal teoritis pada wilayah permasalahan-permasalahan ilmu dan fenomena-fenomena zaman dan tempat.[6] Karl Bart, Paderi Masehi Protestan juga mempunyai pandangan bahwa subyek ilmu dan filsafat ketuhanan adalah memanifestasinya Tuhan pada Isa al-Masih, sedangkan subyek ilmu adalah alam tabiat. Ia dengan membedakan subyek keduanya sampai juga pada pembedaan metode di antara keduanya.[7]

Sekelompok orang juga menawarkan pemisahan dalam wilayah tugas dan fungsi ilmu dan agama; dengan makna bahwa tugas ilmu sebagai media hipotesa, estimasi, dan kontrol; bukan penjelas; dan agama hanya sebagai pengatur dan penertib kehidupan individu dan masyarakat; bukan penjelas perkara-perkara realitas.[8] Sebagian lagi menjelaskan pemisahan tujuan ilmu dan agama. Tujuan agama adalah memberi hidayah dan memberi kebahagiaan pada manusia, sedangkan tujuan ilmu adalah menerangkan hakikat-hakikat alam natural. Kelompok lainnya, mengungkapkan pemisahan bahasa agama dan bahasa ilmu serta bermaknanya proposisi-proposisi ilmu dan agama, atau pandangan tidak bermaknanya proposisi-proposisi agama lewat kaum positivisme, atau pemisahan fungsionalisme bahasa ilmu dan agama dari filosof analitik bahasa.

Metode lain yang telah diuraikan dalam hubungannya dengan pertentangan ilmu dan agama, adalah kategori ilmu agama; dengan makna bahwa hanya ilmu agama yang dapat memecahkan kandungan ketidaksesuaian asumsi dan postulat agama dengan ilmu-ilmu eksperimen; sebab dengan pengaruh metafisika agama, ruh, dan motif agama para ulama agama atas proses, teori dan tujuan ilmu, tidak diperoleh kandungan-kandungan ketidaksesuaian ilmu dengan agama.





Motif Pemaparan Ilmu Agama


Terdapat dua motif yang dapat dikonsepsi bagi orang-orang yang memaparkan esensi ilmu agama, antara lain: pertama, memecahkan pertentangan ilmu dan agama serta proposisi-proposisi ilmu dengan proposisi-proposisi agama dan pertentangan-pertentangan lainnya; dan kedua, tinjauan posisi agama atau sekuler ilmu-ilmu eksperiman dalam kehidupan dan peradaban manusia.

Pada dasarnya, masalah ilmu agama, di samping mempengaruhi pra asumsi-pra asumsi agama atas ilmu-ilmu, mengarahkan pengambilan posisi agama terhadap hasil-hasil ilmu, juga membantu memecahkan pertentangan ilmu dan agama.




Pengaruh Agama dan Metafisika terhadap Ilmu


Apakah proposisi-proposisi agama dan makrifat agama berpengaruh terhadap ilmu eksperimen? Apakah proses ilmu menerima bentuk hanya dari sisi pengaruh pengetahuan dan penafsiran individu yang berhubungan dengan dunia kedua, ataukah pengetahuan agama umum dan spesifik (disipliner) yang berhubungan dengan dunia ketiga juga berpengaruh dalam proses ilmu? Pengaruh-pengaruh ini berada di wilayah bagian mana dari organ tubuh ilmu eksperimen? Menyebabkan bangkit dan meningkatnya ilmu atau sebaliknya? Apakah ada kemungkinan mempengaruhi? Apakah terjadi dan mengaktual? Mencapai tujuan ataukah tidak? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini serta konsepsi dan afirmasi ilmu agama, kita harus menggunakan metode eksperimen dan penelitian sejarah; yakni penelitian-penelitian eksperimen dan hasil-hasil ilmu kita tinjau dalam wilayah sejarah ilmu sehingga kita menghasilkan dengan jalan penelitian ilmiah pengaruh metafisika agama dan sekuler; ketika itu akan diketahui bahwa ilmu, bukanlah deskripsi hakiki dari alam realitas.

Pemahaman-pemahaman keilmuan bukanlah hasil penyingkapan sempurna dari alam natural dan pemahaman-pemahaman rasional serta landasan metafisika memiliki pengaruh terhadap teori-teori keilmuan. Tujuan ilmu para cendikiawan dan tinjauan umum pandangan dunia mereka juga berpengaruh dalam sisi pengambilan bentuk ilmu; sebab tujuan ilmu para cendekiawan berada di bawah pengaruh bentuk pertanyaan-pertanyaan teoritis mereka. Dengan memperhatikan pandangan dunia dan atmosfir pemikiran yang berkembang di zaman mereka dan dengan di bawah pengaruh keberadaan paradigma-paradigma, mereka memandang bentuk-bentuk khusus dari pertanyaaan-pertanyaan layak untuk diteliti dan dibahas. Dan pengaruh ini tidak hanya dalam tataran pengumpulan ilmu, akan tetapi juga nampak dalam tataran penerimaan penelitian dan penghukuman.

Pada masa ini, filsafat ilmu melalui klaim positivisme, dimulai melalui penyaksian dan indera serta kedahuluan penyaksian atas teori-teori dan asumsi-asumsi. Positivisme juga mengakui bahwa Penyaksian-penyaksian serta persepsi-persepsi indrawi yang netral merupakan landasan meyakinkan dalam dimensi pembangunan pengetahuan empiris yang obyektiv, dan satu-satunya metode menyingkap proposisi-proposisi kesaksian atas kaidah-kaidah umum, adalah metode induksi.

Pada tataran pembentukan keilmuan, mental manusia melakukan aktivitas, tidak hanya pasiv dan tinggal seperti sebuah wadah yang hanya di isi dimana pemberian-pemberian panca indra di gudangkan di situ. Adapun obyektivitas bermakna penyaksian dan pengetahuan terhadap fenomena-fenomena, yang jauh dari imajinasi-imajinasi, yakni pra asumsi-pra asumsi metafisika telah dinafikan secara keseluruhan; sebab:

pertama, pengetahuan panca indra dan pengalaman tidak mungkin kosong dari pewarnaan teoritis dan kosong dari setiap pra asumsi, dikarenakan pembelajaran dan pengalaman sebelumnya seorang penyaksi menyebabkan penyaksi tersebut melihat titik khusus dan lalai dari titik lain dan orang lain yang tidak memperoleh pembelajaran dari suatu disiplin ilmu, tidak mempunyai kemampuan untuk mendeskripsikan masalah yang berhubungan disiplin ilmu tersebut. Maka dari itu setiap penyaksian dan pengalaman adalah diwarnai dengan pewarnaan teori-teori.

Kedua, penyaksian dan persepsi panca indra tidak netral; sebab persepsi panca indra didahului dengan suatu ikatan khusus, soal tertentu atau masalah khusus.

Ketiga, bahasa manusia, mengandung penemuan-penemuan ontologis, epistemologis, kebudayaan, dan idiologis dan setiap kali menurun, apakah dalam ilmu atau seni atau setiap kategori lain, muatan kebudayaan dan filsafat juga menyertainya menurun. Oleh karena itu, ketika seorang ilmuan dalam fisika berkata: dengan masuknya cahaya, dari suatu lokasi, seperti perpindahan udara pada lokasi lain disebabkan air, maka cahaya menjadi terurai. Pada dasarnya, konsepsi-konsepsi filsafatnya menerima prinsip keberadaan cahaya, gerak dan lainnya.

Keempat, tidak hanya penyaksian-penyaksian yang didahului dengan teori dan tidak hanya bahasa eksprimen yang didahului dengan teori-teori, bahkan kelahiran ilmu bergantung kepada sangat banyak dari pra asumsi-pra asumsi ontologi dan epistemologi; tanpa mereka ilmu tidak dapat merangkak setapak demi setapak.

Oleh karena itu, klaim bahwa proposisi-proposisi penyaksian merupakan sandaran meyakinkan untuk membangun istana pengetahuan eksprimen, juga adalah tidak sempurna; sebab pemberian-pemberian ilmu dan proposisi-proposisi penyaksian, meskipun senantiasa bersandarkan atas pemberian-pemberian alam yang sama dan berserikat antara seluruhnya, akan tetapi pemberian-pemberian ini apakah ia dihasilkan dari jalan penyaksian dan deskripsi ataukah diperoleh dari jalan eksperimen yang terkontrol serta pengukuran terkuantitatifkan, tidak akan pernah kenyataan sesuatu itu sejati dan keberadaannya murni, tapi senantiasa disertai dengannya percampuran penafsiran.[9]

Pemahaman-pemahaman seperti energi, entropi, gen, molekul, perasaan di bawah sadar, hati nurani, normatif dan lainnya yang digunakan dalam ilmu-ilmu alam dan humaniora, tidak dapat disaksikan secara langsung, akan tetapi digunakan dengan perantara produk-produk mental untuk menjelaskan fenomena-fenomena luar yang disaksikan.[10]

Kelima, induksi bukanlah metode yang dapat diyakini untuk menetapkan kaidah-kaidah ilmu; yakni dengan induksi tidak mungkin qadiyah-qadiyah penyaksian dan partikuler yang terkhususkan dengan zaman dan tempat tertentu dijadikan pengganti dari teori-teori ilmu dan qadiyah-qadiyah universal.





Pengaruh Agama terhadap Ilmu





1.Pengaruh Metafisika Agama terhadap Hipotesa-hipotesa Ilmu


Pengaruh metafisika terhadap penemuan dan perubahan hipotesa-hipotesa dan juga pengaruh pandangan-pandangan metafisika atas komprehensi-komprehensi, model-model, prinsip-prinsip dan macam-macam teori ilmu, kurang lebih terdapat kesepakatan; akan tetapi terdapat perbedaan tentang kebagaimanaan pengaruh dan klasifikasi pandangan-pandangan metafisika. Hasil kata, hipotesa-hipotesa ilmu menjadikan pra asumsi pandangan-pandangan metafisika sebagai bagian dari motifnya dan motif ini menjadi benih penemuan dan perubahan hipotesa-hipotesa ilmu.

Sebagai contoh, seseorang yang meneliti dalam ilmu-ilmu humaniora, pra asumsi-pra asumsi ia dalam motif manusia, merupakan pemberi ilham untuk bentuk tertentu dari komprehensi-komprehensi, asumsi-asumsi, model-model, metode-metode dan teori-teori ilmu-ilmu humaniora, dan pengetahuan-pengetahuan agama dalam motif manusia dapat berperan sebagai pra asumsi ilmu-ilmu humaniora. Bentuk pengaruh ini lebih banyak nampak dalam ilmu-ilmu humaniora aplikatif, seperti manajemen, kepemimpinan, dan ilmu-ilmu pendidikan.

Poin yang perlu diperhatikan bahwa ilmu-ilmu humaniora di samping dari dimensi subyek, tujuan, dan metode berbeda dengan ilmu-ilmu alam, juga terpaksa dalam pemahaman fenomena-fenomena alam menggunakan metode penafsiran sebagai ganti dari metode penguraian dan untuk penganalisaan dan penafsiran prilaku-prilaku individu dan masyarakat, menggunakan pemahaman-pemahaman seperti keputusan, kehendak, tujuan dan lainnya[11] dan doktrin-doktrin agama berpengaruh pada keseluruhan pemahaman-pemahaman, analisa, dan penafsiran-penafsiran tersebut. Oleh karena itu, dalam ilmu-ilmu humaniora dibicarakan tentang perubahan-perubahan seperti pemikiran, keinginan, kehendak, keputusan, perasaan, dan lainnya, dan pengetahuan-pengetahuan agama berpengaruh terhadap kelompok perubahan-perubahan ini.

Sebagai contoh dapat diisyaratkan dengan teori evolusi Darwin yang mengungkapkan tentang perubahan dan pergantian specis-specis. Perubahan ini mengambil bentuk dengan jalan keberuntungan dan pemilihan tabii. Dengan melalui informasi-informasi biologi dan pemberian-pemberian simpel hasil eksperimen, hal ini tidaklah menafikan kepenciptaan Tuhan; akan tetapi ilmuan metafisika sekuler, mengarahkan penafsirannya terhadap pandangan Darwin akan penafian kepenciptaan Tuhan.[12]





2. Pengaruh Doktrin-doktrin Agama Terhadap Ilmuan Empiris


Semua aktivitas manusia mengarah pada maksud dan tujuan tertentu. Penemuan arah itu lahir dari motivasi yang ada pada manusia dan motivasi itu juga menerima pengaruh dari tinjauan, nilai-nilai dan tujuan. Berasaskan ini, keterikatan para ilmuan terhadap doktrin-doktrin agama berpengaruh atas aktivitas-aktivitas penelitian dan keilmuan mereka serta berpengaruh juga dalam penerimaan dan penolakan mereka terhadap ilmu atau perkembangan ilmu. Sebagai contoh dapat diisyaratkan pada pandangan benar agama beberapa abad dalam Islam, dimana dengan penafsiran yang benar terhadap komprehensi-komprehensi seperti zuhud, sabar, cintai dunia, penantian dan juga dengan memandang penting terhadap pengetahuan alam natural serta pengetahuan terhadap ayat-ayat âfâqi Tuhan, telah membuka jalan untuk terciptanya ilmu-ilmu eksperimen dan menambah motivasi para ilmuan untuk melakukan penelitian-penelitian ilmiah. Akan tetapi kemudian, dengan meningkatnya kesufi-sufian dan penafsiran yang tidak benar terhadap zuhud, cinta dunia, sabar dan komprehensi-komprehensi lainnya, penelitian-penelitian ilmu eksperimen menjadi tertutup dan motivasi terhadap ilmu menjadi merosot dikalangan kaum muslimin. Demikian juga dapat diisyaratkan pemikiran Masehi dalam abad pertengahan dan ketiadaan perhatian sama sekali terhadap wahyu dan akal serta ketiadaan perhatian terhadap penelaahan eksperimen dan pengkajian ilmu alam yang menjadi sumber berkembangnya ketuhanan rasionalisme dan ketuhanan wahyu.

Dalam berhadapan dengan pemikiran Masehi di atas, pemikiran protestanisme yang memperkenalkan bahwa kesibukan dunia sebagaimana kesibukan agama mempunyai nilai dan bernilai tinggi serta pemikiran ini juga memperkenalkan keutamaan dan manfaat dari pengetahuan alam yang kemudian menjadi sumber dari kemajuan penelitian ilmu dan ekonomi.





3. Pengaruh Agama atas dasar-dasar dan postulat-postulat Ilmu Empiris


Pra asumsi-pra asumsi metafisika seperti pembatasan wujud pada materi, pemisahan epistemologi dan ontologi alam nâsut (materi) dan alam jabarût (non materi), kemungkinan pengenalan terhadap alam natural, skeptisisme dan kenisbian epistemologi, sangat merpengaruhi dasar dan landasan ilmu-ilmu empiris.

Sebagai penjelasan, bahwa ilmu-ilmu empiris dimulai dari penyaksian dan pengalaman, sedangkan pra asumsi-pra asumsi serta motif filsafat berpengaruh atas dasar dan landasan ilmu-ilmu, dan kemudian pra asumsi-pra asumsi filsafat juga dipengaruhi oleh pandangan dunia agama dan epistemologi yang diambil dari kitab dan sunnah.





4. Pengaruh Doktrin-doktrin Agama Terhadap Tujuan dan Metode Ilmu


Setiap aktivitas manusia mempunyai tujuan. Begitu juga ilmu sebagai bagian dari aktivitas manusia niscaya memiliki tujuan. Dan dari sisi tujuannya, ia mengambil sumber ontologis, epistemologis, dan teologis dari para ilmuan dan ilmu itu tumbuh dalam kaca mata metafisik tertentu dan motif pandangan-pandangan agama tertentu. Perubahan dalam tujuan dan perubahan penyingkapan rahasia-rahasia alam, sebagai tujuan ilmu-ilmu, berpengaruh terhadap penguasaan alam tabiat serta peningkatan teknologi di tengah masyarakat manusia dan perubahan metodelogi ilmu dari keapaan menjadi kebagaimanaan. Dan perubahan ini juga membawa sekularisme pada puncak perkembangannya serta menumbuhkan pengingkaran terhadap tujuan tabiat dan pencipta yang berkuasa dan mengelola secara mutlak alam. Sebagai contoh: jika observer dan peneliti berasaskan aliran filsafat yang menerima pandangan dan term kecenderungan pada determenisme, maka motif kecenderungan tujuan ia juga mengalami perubahan demikian.

Kesimpulan dari uraian di atas adalah: pertama, aktivitas penelitian seorang ilmuan mempunyai kerangka pemahaman khusus dan dalam ruang lingkup serta motif tertentu menerima aplikasi ontologi dan epistemologi. Dan motif serta pandangan metafisik ini berpengaruh dalam pembolehan dan pengharaman baik dalam kondisi pengumpulan maupun dalam kondisi penghukuman.

Kedua, semakin kita dekatkan kerangka ilmu-ilmu empiris tabii kepada kerangka ilmu-ilmu empiris humaniora, maka kecenderungan pandangan metafisik –agama- menguat atas pengkonstruksian teori dalam ilmu-ilmu.





Catatan Kaki:


[1] . Mahdi Gulsyani, Az Ilm-e Sekulâr tâ Ilm-e Dini, Hal. 146.

[2] . G. Sarton, Introduction to the History of science, pp 520-780.

[3] . Muhammad Ridha Hakimi, Dânesy-e Muslimin, Hal. 123.

[4] . Muhammad Taqi Misbah Yazdi, Akhlak dar al-Qur'ân, Jld. 2, Hal. 25-26.

[5] . Murtadha Muthahari, Dah Guftâr, Hal. 146-147.

[6] . Din wa Negarasy Nuwîn, Hal. 308-317.

[7] . Michael Peterson dan lain-lain, Aql wa I'tiqâd-e Dîni, Hal. 366.

[8] . Ibid. Hal. 388.

[9] . Khusru Panoh, Kalam Jaded; Ilm wa Din, Hal. 171.

[10] . Ibid, Hal. 172.

[11] . Merujuk pada kitab: Falsafah Ulum-e Ijtimâi, Hal. 19-20.

[12] . Merujuk pada kitab: Az Ilm-e Sekuler To Ilm-e Dini, Hal. 158.

loading...
loading...
loading...
Name

#ahlulbait #shalawat #doa #AlQuds #buku putih mazhab syiah #DR Ahmad Thayyib #Dzikir #ebooks #Fatimah #FikihSyiah #ImamAli #ImamHasanAlMujtaba #ImamKhomeini #isis #kitabsyiah #syiahmenjawab #alkafi #Mufti Ahlusunnah Mesir #Mufti Al-Azhar #Persatuan Umat Islam #Syiah Bagian dari ISLAM #syiahmenjawab #tabayyun #alibinabithalib #Umur #Walipitu #Walisongo #Wawancara Eksklusif 10 kegagalan memahami syiah 17 Agustus 2017 4 Pesan Nabi SAW kepada 'Ali as ABI ABI berkunjung Kemenko Polhukam abu bakar abu dzar abu dzar al-ghifary abu jaham Abu Turab Adab Berkomunikasi Dalam Quran agama Agama amp; Dunia Agama dan AKhlak Agama dan Dunia Agama dan Krisis Kemanusiaan Modern Agama Memperkuat Diri Hadapi Kesulitan Agama Sadis agama untuk manusia Agresi Saudi agustinus ahkamul quran Ahli Ibadah Yang Riya' ahlul bait ahlul bayt ahlul bayt as ahlulbait Ahlulbait as adalah Ahlu adz Dzikr Ahlulbait as Bagaikan Pintu Pengampunan Ahlulbait Nabi as adalah Tali Allah Ahlussunnah ahlusunah Ahmad Taufik Jufry air Air Mata Kerinduan Uwais Al Qarani Kepada Rasul SAW Ajaran Ajaran Nabi Muhammad Saw Untuk Kehidupan ajwibah akal fitrah AKAR FITNAH akhlak Akhlak Imam Sajjad Pasca Karbala Akhlak Mulia Akibat Lalai Shalat Akidah Akidah Syiah Aktivis Al Mahdi al quran Al Quran al quran syiah Al-Fatihah al-ghaib Al-Ghazali Al-Kalbi Al-Qur'anul Karim Al-Quran Alam Ali Ali Akbar Ali ibn Abi Thalib ali khamenei ali shariati ali syariati aliran sesat Amalan Malam Nisfu Sya’ban amaliyah Amr bin Yasir an-Najasy an-Najazyi Anda Bertanya Anda bertanya SYiah menjawab Annemarie Schimmel Anti Stres anti terorisme Antologi Islam Apa Apa Definisi Roti? Apa yang Kita Pikirkan Api Takfiriah Yang Menjilat Diri Sendiri Arab Saudi Arbain Husaini Argumentasi Rasional Syiah Tentang Imamah Aristoteles asal-usul syi'ah Asas Politik Kanjeng Nabi Muhammad SAW Asuransikan dirimu dengan doa ini Asyura asyuro At-Taqrib Audio awjibah Ayat-ayat Keagungan Nabi Ayatollah Bahjat qs Ayatullah Nuri Hamadani Ayatullah Shafi Ghulpaghani Ayatulloh Az-Zahra bab Bagaimanakah Bahagia? bahagia Bahasa Agama BANGGALAH MENJADI BANGSA INDONESIA Bangsa Iran Bangsa Persia Bantahan Keras Bahwa Syiah Pengikut Ibn Saba' Bedah Buku Putih Mazhab Syiah Berbahagia karena berbagi jalanNya berbuat baik Berdzikir dalam Perspektif Imam Khomeini Berita Berkah Sang belahan jiwa Nabi SAW amp; Doa Ziarah padanya Bersama Tuhan Di Bulan Suci bersuci bertindak Berwisata dengan Kemuliaan Fatimah Azzahra Betulkah Syi'ah Mengkafirkan Sunni? bijak Biografi Biografi Allamah Thabathaba'i Biografi Imam Ali Biografi Ulama Syiah Bisik-bisik Obama Tentang Islam di Indonesia Budaya Budaya & Gaya Hidup Budaya amp; Gaya Hidup Buku Putih Mazhab Syiah: Fakta Eksistensi Syiah Bulan bung karno Bung Karno pun Napak Tilas ke Imam Husain di Karbala Bung Karno pun Ziarah Imam Husain di Karbala Buya Syafi'i Ma'arif Cahaya Cahaya Nabi Muhammad Cahaya Nabi Muhammad saw Cahaya Tuhan cak nun CARA MENDIDIK ANAK ala AMIRUL MUKMININ ALI BIN ABI THALIB (S.A) cerita cerita sufi Chat Cinta Cinta Anugerah Terindah Cinta kepada Husein Cinta kepada Nabi SAW Cinta Kepada Keluarga Nabi Muhammad SAW Cinta Menyatu dalam taat kepadaNya Cinta Rasulullah SAW Kepada Empat Sahabat Radhiyallahu'anhum Copernicus corak filsafat Syiah Dan Sinterklas Turut Melakukan Aksi Intifadah Bela Palestina Daras Akidah Daras Akidah MIsbah Yazdi Definisi Roti Deklarasi Bersama Pulangkan Pengungsi Sampang Delapan jalan menghapus dosa Demonstrasi di Yaman Dialog Newton Diam diskriminasi Do’a Doa Adilah Doa Adilah adalah salah satu doa yang dianjurkan dan diajarkan untuk mencegah kita kehilangan iman saat ajal menjemput nanti. Doa Ahad (Janji Setia) Doa Hari Jum’at Doa Jausyan Kabir Doa Keamanan Doa Kumayl/Hazrat Haidr as doa perpisahan ramdhan doa ramdhan Doa Tawassul Nabi dan Ahlulbaitnya yang suci Doktrin Dosa dua belas imam dunia islam Dunia Islam dzulhijah Editorial Empat Hal Yang Mematikan Hati Enam Hal Yang Dapat Menghapus Amal Kebaikan enggan Epistemologi Agama Eskalasi Intoleransi Takfiri di Yogyakarta etika Ramadhan Face Off "Palestine" Fajar 5 Simbol Persatuan Sunni-Syiah FAKTA FATIMAH Faktor Faktor Pemicu Perpecahan falasi Falsafah Kebangkitan Imam Husain Fana Fana dalam dunia Irfan fathimah Fathimah as tentang Keagungan Al-Qur'an fathul bari Fatimah 'alaihassalam FATIMAH AZ- ZAHRA: IBU dari AYAHNYA dan PENGHULU SELURUH WANITA fatwa Fatwa Fatwa Sesat yang mensesatkan fatwa imam Khamenei Fatwa Marja' Fatwa Sayid Khamenei Larangan Mencaci Sahabat dan Simbol-Simbol Ahlussunnah Fenomena Alam fikih fikih ibadah Filosofi Filsafat Filsafat Iluminasionis Filsafat Islam filsafat Kant Filsafat Nahwu fiqh Fiqh Ibadah fiqih Syiah Fiqih syiah najis Firaun Fisafat Fitnah Syiah fuqoha gagal memahami syiah gaib Galileo Gallery Gerakan Politik-Sosial Imam Khomeini Gereja Ghadir Ghadir Khum golden ways Grand Syaikh Al Azhar : Fatwa Larangan Pembunuhan Muslim Syiah Meredam Konflik Sektarian gubernur gubernur mesir Guru hadis hadis ahlulbait hadis syiah Hadist Hadist Rosululloh Hadist Tsaqalain hadits Hadits hadits 12 khalifah. khulafa ar Rosyidin hadits ahlulbait hadits nabi haji Haji Langganan Hajj (The Pilgrimage): Menghampiri Allah Swt hak hak asasi manusia HAK IBU DAN HARI IBU hak sahabat hak teman HAKEKAT NISFU SYA'BAN Hakekat Puasa Menurut Perspektif Al-Quran Hakikat Dzikir Hakikat Syafaat dan Tawassul Menurut Al-Quran hakim Hakim Cium Tangan Terdakwa Halilintar HAM hamba Harapan Hari Internasional al-Quds di Semarang diikuti oleh ribuan orang yang cinta kemerdekaan dan perdamaian hari kemenangan Hari Raya Orang Berpuasa Harmoni Sunnah-Syiah di Irak Harmoni Titik-Temu Sunni/NU dan Syiah harmonis hasan al banna HASAN AL BANNA DAN PROGRAM PENDEKATAN SUNNI-SYIAH hasan al bashri Hasan al-Mujtaba Hati hawa nafsu hawa nafsu dalam al quran hadits hawa nafsu menurut syiah Hedonis Penyakit Kehidupan Hermeneutika hikmah hikmah imam Ali as Himah Hisbulloh Houthi hubungan hubungan antara agama dan akhlak hudud hukum hukum Islam hukum Qiyas hukum Tuhan Hume humor husain husain fadhlullah HUT RI ibadah wanita ibnu hajar ibu Ibu Kaum Mukminin dan Keutamaan Wanita Muslim Pertama Ideologi Syi'ah Idul Qurban dan Penyembelihan ihtiyath ijtihad ikhtilaf ilahi Ilmu Ilmu Agama Ilmu Firoq Image imam imam 12 imam ali Imam Ali Adalah Rahmat Imam Ali Al Ridho as Imam Ali ar-Ridha imam ali bin abi thalib Imam Ali dan Dua Orang Yahudi Imam ALi dan Filsafat Nahwu imam ali khamenei Imam Ali Zainal Abidin Imam Ali Zainal Abidin as Imam As-Shadiq Imam Asajad Imam Hasan Imam Hasan al mujtaba Imam Hasan dalam literatur Syiah Imam Hasan menurut Syiah Imam Husain IMAM HUSAIN PRIBADI DIDIKAN RASULULLAH SAW. Imam Husain Tragedi Karbala Imam Husein imam ja'far shadiq Imam Ja'far Shadiq dalam Mengurai Penyimpangan Imam Jafar Imam Jafar Asshadiq as imam Jafar shadiq as Imam Jafar Sodiq Imam Jawad imam khomeini Imam Khomeini Membangkitkan Kesadaran Umat Imam Khumaini Imam Mahdi Imam maksumin Imam Musa Al Kazhim as Imam Musa Kazhim as Imam Musa Kazim Imam Sajjad Imam Syiah imam syiah. imam ahlulbayt as IMAM ZAMAN as imamah Imamah amp; Wilayah imamah dan khilafah Imamah Imam Ali Imamah menurut syiah Iman iman dan amal. korelasi iman dan amal individu Indonesia indonesia merdeka Info Syi’ah Info Syiah Instropeksi Diri Internasional Iran Iran-kah Bangsa Yang Dijanjikan Dalam Surat Muhammad? Iranphobia dan Syiahphobia Irfan Irfan amp; Tasawuf Irfan dan Akhlak Irfan dan Filsafat Irfan Praktis Irfan Teoritis ISIS Berencana Teror Iran ISIS Perusak Citra Islam Muhammadi (Saw) iskandariah Islam islam damai Islam dan Keindonesiaan islam nusantara Islamisme Islamphobia israel istibra ISTIKHARAH DENGAN TASBIH Jabatan itu tidak lebih berarti dari sepatuku Jabir ibn Abdullah Al-Anshari Jadilah Orang Baik jagalah persatuan umat Jalaludin Rahmat Jalaludin Rumi Jangan Ada Ruang di Indonesia untuk Terorisme Jangan berpangku tangan Jawa Jejak-jejak Imam Ali pada Bendera Macan Ali Cirebon Jokowi Jokowi: Gus Dur tak rela konstitusi diremehkan judul Jurnalis Juru Selamat Kalau Di Jawa Ada Wali Songo Di Bali Punya Wali Pitu Kamu adalah Kebiasaanmu Kanjeng Nabi SAW Karbala KATA DAN UJARAN KATA-KATA YANG MEMBUAT ABU THALIB MANTAP keadilan kebahagiaan Kebangkitan Imam Husain keberkahan bulan ramadhan Kebhinekaaan Kedatangan Imam Mahdi as Kedudukan Bersikap Jujur Dalam Hidup kedudukan perempuan Kefakiran dan Kebakhilan kegagalan memahami syiah Keharmonisan Sunni-Syiah di Masjid Yardyam Rusia Kehendak Bebas Dan Takdir kehidupan Kehidupan Ali ibn Abi Thalib Keilmuan Islam Kejahilan yang paling besar kelahiran keledai Keluarga Nabi KELUH KESAH KAWAN (1) KELUH KESAH KAWAN (2) Kemaksuman Nabi dalam Perspektif Al-Quran Kemaksuman Nabi Muhammad SAW Kemaksuman Para Nabi Menurut Syiah Kembali Kepada Keaslian Jatidiri Manusia Kemenag Gelar Dialog Lintas Guru Agama Untuk Tingkatkan Toleransi Kemenangan Sudah Dekat kemiskinan Kenabian Kenapa Selalu Berpecah-belah? Kepeloporan Syiah di bidang Ilmu Kalam Kepemimpinan Dan Imam Maksum Kepler kerajaan aceh kerjasama Kesatria Karbala Ali akbar kesetaraan Kesucian ketenagakerjaan Keteraturan Keteraturan Fenomena Semesta Ketika Anak Melawan Kita Ketika Binatang-Binatang Berhaji Ketuhanan keutamaan bulan Keutamaan Hari dan Bulan Sya'ban khalifah khilafah khomeini Khotbah 1 Khurasan khutbah Imam Ali as Kilas Balik Murtadha Muthahhari kisah kisah bijak kisah hikmah Kisah Romantis Keluarga Kenabian Kisah sakitnya Rasul sebelum Wafat Kisah sebuah cincin Mulia Kita atau Imam Zaman yang Ghaib? Kita Beragam kitab kitab syiah Koalisi Saudi-Zionis Gagal Tenggelamkan Isu Quds dan Palestina Konsep Ketuhanan Konsep Ketuhanan Dalam Filsafat Konsultan Nikah Saudi bolehkan suami pukuli istri secara Islami Korban Crane kristen Kritik Israel Kumail kurr Lagu Kebangsaan Lahirnya Sang Putera Ka'bah lailatul qadar menurut syiah lailatul qadr Larangan Menolak Peminta Lau Kana Bainana Al-Habib Law Kana Bainana Lentera Ilahi lidah Link logika Lord of The Ring luqman luqman hakim Ma'arif Ma’rifah madzhab Ja'fari makna haji Makna Kesyahidan Makna Syahadah Makrifatullah malaki tabrizi malam di malam lailatul qadar malik asytar mantan Walikota London diskors manusia manusia dan alam semesta Masa Dhuhur Masa IMAM ZAMAN as masalah masehi masuknya islam masyarakat Matahari mazhab Melatih Diri Melatih Diri untuk Hidup Melihat Allah Melihat Tuhan Memohon Taufik Mempelajari Ilmu Agama Menahan Tangisan Si Miskin Menakar Kualitas Sang Mufti Ketika Murka Mencegah Predator Anak Menembus ruang dan waktu bersama Jibril Mengapa Asyura Diperingati Tiap tahun Mengapa Menangis Atas al Husain mengenal hawa nafsu Mengenang dan Berbahagia Menggalang Persatuan Seperti yang diajarkan Kanjeng Nabi SAW Menghadapi Kemarahan Dengan Santun Menghampiri Allah Swt menjadi manusia haji Menjadi Musafir Yang berhasil Menjaga Amalan MENJAGA HATI amp; LIDAH menjawab fitnah menjawab tuduhan menolak buku panduan MUI Menolak syiah Menyangkal Filsafat Hampa Merdeka mesiah Milad Fatimah Az Zahra as Mimpi yang Terbeli Motivasi Qurani Mozaik muamalah mudhaf Muhammad Muhammad saw Muhasabah diri Muhsin Labib MUI MUI dan Syiah MUI dan Tugas Mempersatukan Umat mujtahid mukallid Mukjizat Nabi Mukmin Adalah Sekufu Bagi Mukmin Munajat/Doa Murid murtadha muthahhari muslimah muthahhari muthlaq Mutiara Ahlulbait Mutiara Hikmah mutiara imam Ali as MY MOTHER IS THE MIRROR OF MY LIFE MY MOTHER IS THE MIRROR OF MY LIFE (2) Nabi Nabi Muhammad nahjul balaghah najasah Najh al-Balaghah nakhai nama Allah Nasab Imam Ali Nasehat Imam Khomeini (qs) untuk Seorang Muslim nashiruddin Nasional Nasionalisme Nasruddin Natal Dan Teologi Cinta Neo Teologi Nikah Mut`ah Nilai dan Kadar Manusia NKRI Harga Mati nominalisme NU Meminta Jokowi Bubarkan Ormas Keagamaan Anti Pancasila Nur Muhamad Nur Muhammad Nusantara Opini Orang tua dan orang hitam tidak akan masuk surga Orang yang berilmu dengan orang yang beriman sangat berbeda Orang Yang Sombong ORATOR ZALIM Orde Baru ormas ahlulbait indonesia Ormas Anti Pancasila Harus dibubarkan Pahala Memaafkan pajak pancasila Pancasila Jaya Pandangan Imam Ali as Tentang Kebodohan Pandangan Ulama dan Sejarahwan Tentang Imam Ali Zainal Abidin as Panjang Umur Para Sahabat PBNU pejabat Pelajaran Dari Yang Telah Berlalu pembalasan Pembantaian Imam Husain PEMBENCI DAN KEBENCIAN pembicara Pembuktian Wajibul Wujud Pemicu pemikiran Pemikiran dan Kepribadian Imam Khomeini Bagi Dunia pemimpin islam Pemimpin Non Muslim penalaran Pencipta Pencipta Lagu pendekatan sunni syiah pendengar Pengakuan Mahasiswa Asal Myanmar Tentang Syiah Pengangkatan Yazid Pengaruh Buruk Malas dan Solusinya pengertian pengetahuan Pengetahuan memberikan manusia wawasan dan kesadaran Pengetahuan menurut Imam Ali as Pengetahuan Umum Penghalang Kehadiran Hati Ketika Shalat Penghancuran Situs Kuno: dari Suriah hingga Yogya Penghormatan Imam Ali as Kepada Para Tamu Pengorbanan Imam Ali bin Abi Thalib as untuk Tamu penguasa islam Pengungsi Sampang Penolakan Ulama Islam Terhadap Gerakan Takfiri Pentingnya Sejarah PERANG MELAWAN KEBODOHAN Perbedaan Tidak Harus Diseragamkan perempuan perempuan muslimah Peringatan Wiladah Al-Mahdi Afs Peristiwa Karbala Permainan Politik di Balik Dukungan Wahabi Salafi Takfiri pernikahan Pernyataan Perpecahan persahabatan sunni-syiah Persatuan persatuan islam Persatuan Islam dalam Perspektif Imam Ja'far as Persatuan Syiah-Sunni persaudaraan sunni-syiah persaudaraan umat Persefektif Al-Quran Perspektif Perspektif Imam Jafar Shadiq as tentang Sumber Pengetahuan Perspektif Jendral Gatot tentang Persatuan dan Pertahanan Indonesia Perspektif/Opini Pertolongan Allah Pesan Pesan Asyuro Sayidah Zainab Pesan Asyuro Sayidah Zainab as Pesan Asyuro Sayidah Zainab Singa Bani Hasyim Pesan dan Nasehat untuk MUI Pesan Haji Ayatollah Sayyid Ali Khamenei 2016 Ini Hadirkan Tetesan Airmata Pesan Haji Oleh Ayatollah Sayyid Ali Khamenei 2016 Ini Hadirkan Tetesan Airmata Pesan Haji Rahbar 2017 pesan imam ali Pesan Majma Jahani Ahlul Bait PESAN NATAL AYATULLAH KHAMENEI pesan persahabatan Pesan Rahbar Pesan Syahid Mohsen Phobia Terhadap Syiah? Itulah Desain Kepentingan Barat Pilkada Piramida Planet Planet Matahari plato Pokoknya kambing walaupun bisa terbang praktis Presiden Presiden Perintahkan Aparat Cegah Aksi Teror Saat Natal pria dan wanita Primordialisme Prinsip Kemahdian Dalam Al-Qur'an Profil Ahlulbait proklamasi Puasa puasa batin puasa lahir puasa ramadhan puisi Puteri kesayangan Nabi Putin Qiyas menurut Syiah Qosim sulaemani Quds Day Dalam Pandangan Imam Khomeini ra Quds Day in Semarang Quote Qur'an quraish Shihab RACHEL CORRIE CUKUPLAH MENGENALIKU Rahasia Bulan Rahasia Halilintar Rahasia Matahari rahbar Raja Saudi ramadhan ramadhan dalam hadits rasulullah dan ahlulbait Rasulullah SAW Simbol Persatuan realitas Rektor IAIN: Banyak Titik Temu Sunni (NU) dan Syiah Rencana Allah Pasti Indah Rene Descartes renungan renungan akhir ramadhan Renungan Tengah Malam retorika Revolusi revolusi iran Revolusi Mental amp; Aku (Bukan) Siapa risalah Rizqi Romawi Rosululloh Ruh Saat Tidur Rukyatullah rumah tangga RUMAH TANGGA YANG SEHAT PONDASI KOKOH SEBUAH NEGARA Rusia Komitmen Dukungan Kepada Negara-Negara Islam sahabat Sahabat Nabi Sahabat Nabi SAW sains Salah Memahami Hukum salman Sambut Tahun Baru Rahbar Menyampaikan Pesan Khusus untuk Rakyat Iran Sampah Sampah Hati Samudera Hindia Masa Depan Ekonomi Dunia Sastra Sastra Barat Sastra Islam satu tuhan Saudi Saydah Fatimah Sayid Hasan Alaydrus Sayidah Fatimah sayyid Ali Khamenei Sayyid Hasan Khomeini Sayyidina Hasan Sebaik-baik manusia Sedekah seimbang sejarah sejarah islam Sejarah Perkembangan Syiah di Indonesia sejarah syi'ah Seluruh manusia tertidur pulas. Ketika ajal tiba mereka baru sadar Semua Tentang Ali Karamallahu Wajhah seni Senjata Musuh Masa Kini Seorang penjual keripik singkong Seri Tanya Jawab Irfan Serial Karbala Seruan Kanjeng Nabi SAW sesat Setan setan tidak disiksa api neraka Setelah Kunjungan Raja Saudi: Melawan Ekstremisme? shahifah Mahdiyyah shalat shalat sufi Siah Nusantara Siapa "Habib" itu? Siapa dari kita yang paling banyak memakan kurma? siapakah ahlulbait nabi Sifat Af'aliyah SIfat Allah Sifat Dzatiyah Simbol Keagungan Spiritualitas Simbol Kesabaran Ahli Bait as Simbol Persatuan Dunia Islam Sirah Sirah Ahlulbait as skeptisisme skolastik socrates soekarno Sofis sosial studi skolastik Sumber-sumber Pendanaan ISIS Sunan Kali Jaga sunni sunni syiah Sunni-Syiah di Nusantara Sup Panas surat surat imam ali surat malik asytar Surat Muhammad syafaat Ahlulbait as Syafaat dan Optimisme Syafaat Nabi syahadah Syahid Murtadha Muthahhari Syaikh Al Azhar syarat. syarif radhi Syed Ahmad Baragbah tentang Ahlulbait dalam Hadits Nabi Syed Ahmad Baragbah tentang Syiah Dan Salah Faham Terhadapnya Syed Ahmad Baragbah tentang Taqiyah Menurut Islam Syiah syiah aceh Syiah adalah madzhab Islam Syiah adalah muslim syiah ali syiah antara iran dan indonesia Syiah dalam Lisan Rasulullah Saw Syiah Houthi syiah imamiyah Syiah Indonesia Syiah Islam Syiah Isna Asyariyyah Syiah Menjawab Syiah menjawab Tasawuf Syiah menurut Syiah syiah nusantara syiah saudi Syiah Sesat Syiah takwa Syiah Tidak Sesat Syiahisasi syiahnusantara Syiria syukur ta'abbudi Tabayun tabayun Syiah TABIAT MENGKAFIRKAN tabiin Tafaqquh Fiddin Tafsir Tafsir al-Quran tafsir birrul walidaen Tafsir Cemerlang tentang Islam Nusantara Tafsir Hikmah Tafsir Maudhu'i Tafsir Mudah Tafsir Surah al-Falaq Tafsir Surat AN-Nas tafsir syiah Tafsir Tematik Tahajud Menurut Ajaran Ahlul Bait As Takdir dan Logika Takfiri Takfirisme takhalli taklid TAKWA takwa bulan ramadhan takwini tamar Tangisan Pemimpin Iran Atas Tragedi Mina Tanya Jawab Tanya Jawab Irfan Tanya Jawab Isyu Fitnah terhadap Syiah Dengan Ahlinya Tanya Jawab Tasawuf Taqi Misbah Yazdi taqiyah Taqiyah Identik dengan Kemunafikan? taqiyyah Tasawuf Tasawuf dan Irfan Tasawuf Praktis Tasawuf Teoritis Tasbih Semesta Tashawuf Tasyri Tauhid Tauhid Dzat TAUHID PADA WUJUD MANUSIA Tauhid Semesta Tauhid Sifat Tawadhuk Kepada Manusia tawassul Tawassul 14 Manusia Suci tembang jawa Tentang Kejujuran Tentang Orang Arif Tentang Usia teologi teologi syiah teoritis terjadi Terjemah Al-Qur'an TERLAMPAU BERSUKACITA Ternyata Penemu Musik Adalah Orang Islam teror Thaharah Thomas Hobbes Tokoh Tragedi Karbala tragedi pembantaian keluarga nabi Tribute to International Quds Day 2012 Tuhan tuhan yang ghaib Tujuan Karbala Tukang cukur Tukang cukur dan Keberadaan Tuhan TV Indosiar Merevisi Fitnah Tentang "Syiah Wukuf di Karbala" Ubay ibn Ka’ab udul Ufuk ukhuwah ukhuwah Islam ukhuwah Sunni Syiah ulama Ulama Sunni Ulama Syiah Ulama Tafsir ulil amri Ulumul Qur'an Ummul Mu`minin Aisyah Berkisah Tentang Kemuliaan Sayyidah Fatimah as undang-undang undang-undang ketenagakerjaan uqala'i Urgensi Ukhuwah Islamiyah amp; Ukhuwah Wathoniyah Ushul Fikih Ustadz Muhsin Labib: Kilas Balik Murtadha Muthahhari Ustadz Taufiq Ali Yahya tentang Tawassul Uswah Video Videos Wafat Wajibul Wujud wali wali faqih Wali Sanga Wani Ngalah Luhur Wekasane wanita wanita muslim wanita muslimah wanita pilihan Warga Syiah Tolak Ubah Keyakinan Wartawan Koran Independent 'Shock' Berkisah Liputannya Tentang Long March Arbain Wasiat Imam Ali Kepada Umat Islam Wasiat Imam Jafar Shadiq Wawancara Wawasan Keislaman Wayang Kulit Wiladah "Sang Penunggang Terbaik" Wilaya'iyah Fakih wilayah Wirid As Sakran wudhu Yaman Yang paling menakjubkan Yazid berkuasa Yazid Naik Tahta Yesus dalam pandangan Imam Ali Bin Abi Thalib as yunani Zainab Cucu Rasulullah SAW Ziarah Kubur zulfikar
false
ltr
item
syiahnusantara.com: Ilmu Agama
Ilmu Agama
http://www.syiahmenjawab.com/wp-content/uploads/ilmu-agama.jpg
syiahnusantara.com
https://www.syiahnusantara.com/2014/10/ilmu-agama.html
https://www.syiahnusantara.com/
http://www.syiahnusantara.com/
http://www.syiahnusantara.com/2014/10/ilmu-agama.html
true
1073726697356742094
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy